Lembah Baliem Wamena, Kepingan Surga dari Bumi Papua Mahakarya Indonesia.

October 11, 2015 alambudaya

"Aku gak perlu uang ribuan
Yang aku mau uang merah cepe'an
Aku gak butuh kedudukan
Yang penting masih ada lahan tuk makan"

"Hei,., yamko rambe yamko,., aronawa,., ombe
Hei,., yamko rambe yamko,.,aronawa,., ombe
Hei ngino kibe kumbano kumbu beko
Yumano kumbu awe ade"


Itu adalah sepenggal lirik lagu slank yang berjudul Lembah Baliem, mungkin tidak banyak yang kita tahu Lembah Baliem Wamena Papua itu seperti apa. Yang kita tahu lembah baliem malah dari lagunya slank yang mungkin sangat akrab kita dengar terus.

Lembah Baliem Wamena Papua adalah kepingan surga dari papua yang jatuh ke bumi, Lembah Baliem yang letaknya tepat di jantung pulau Papua ini menyimpan keindahan yang indah tiada tara. Letaknya ditengah tengah perbukitan, sehingga membuat iklim disini begitu dingin di malam hari dan panas disiang hari.


Beruntung saya bisa ke Lembah Baliem Papua, kami kesini beserta para pemenang Djisamsoe Mahakarya Indonesia. event budaya yang setiap tahun Djisamsoe adakan, sebelum pergi kami dan tim Mahakarya Indonesia diberikan briefing apa saja yang harus dan tidak boleh dilakukan disini.

Bukan hanya Pulau Bali atau Lombok, namun hampir semua pulau di Timur Indonesia memiliki kekayaan alam maha indah yang membuat wisatawan lokal dan mancanegara berdecak kagum. Papua salah satunya, di provinsi paling timur Indonesia ini beragam tempat wisata tersebar hampir disetiap daerah. Wamena Papua Lembah Baliem yang eksostis, begitu mungkin yang ada dibenak setiap orang ketika pertama kali menginjakkan kaki di Lembah Baliem Desa Wosolimo Kabupaten Wamena Papua. Pesona alam di malam hari dengan suhu hanya 10 – 15 derajat Celsius semakin menguatkan keyakinan bahwa tempat wisata terkemuka di Papua ini memang benar-benar masih alami.


Lembah Baliem terletak diketinggian 1600 MDPL di pegunungan Jayawijaya dengan pemandangan alam yang eksotis. Grand Baliem Valley, begitu tempat ini sering disebut merupakan tempat tinggal asli suku Dani. Selain suku dani, lembah yang memiliki panjang 80 kilometer dan lebar 20 kilometer ini juga dihuni oleh suku lain yaitu suku Yali dan suku Lani dengan populasi penduduk diatas 100 ribu jiwa.


Bagi wisatawan yang suka dengan wisata budaya, festival Lembah Baliem di Wamena Papua Lembah Baliem ini bisa menjadi pertunjukan sekaligus pengalaman wisata yang menakjubkan. Secara singkat festival Lembah Baliem menceritakan tentang perang segitiga antara suku Dani, suku Yali, dan suku Lani. Konon festival ini merupakan lambang kesuburan serta kesejahteraan yang digambarkan melalui adu kekuatan antar suku. Festival Lembah Baliem ini sudah menjadi tradisi turun temurun dan tetap berlangsung hingga kini.


Bagi para wisatawan tentu lebih puas menikmati festival Lembah Baliem karena event digelar selama 3 hari penuh. Uniknya festival ini diselenggarakan setiap tahun di bulan Agustus bertepatan dengan HUT RI. Festival Lembah Baliem sendiri pertama kali digelar pada tahun 1989. Uniknya pada pembukaan festival selalu diawali dengan skenario perang. Dengan pemandangan alam yang eksotis dipadukan dengan pagelaran budaya lokal yang unik, mampu membuat Lembah Baliem Wamena Papua sebagai destinasi wisata paling dicari oleh turis asing.


Untuk mencapai Lembah Baliem dan menikmati pesona alam dan budayanya, mungkin para wisatawan butuh perjuangan yang cukup melelahkan. Meski bukan lokasi yang terisolir namun untuk mencapai lembah Baliem Wamena harus beberapa kali transit. Pertama para wisatawan harus mendarat di Jayapura terlebih dulu. Selanjutnya perjalanan akan teruskan ke Wamena dengan menggunakan beberapa pilihan penerbangan yaitu Manunggal Air, Trigana, Yajasi, Pesawat Hercules, AMA, atau MAF.


Bagi wisatawan yang memiliki dana terbatas disarankan untuk membawa perbekalan makanan ketika berkunjung ke Lembah Baliem. Pasalnya semua harga di Wamena masih sangat tinggi, termasuk harga bahan pokok dan makanan siap saji. Sebagai gambaran, satu harga barang di Jakarta harganya menjadi dua kali lipat di Wamena. Pendek kata harga-harga disemua daerah di Papua masih sangat mahal. Hal ini cukup beralasan sebab pendistribusian barang ke Wamena masih menggunakan jalur udara. Dengan kata lain belum ada akses melalui jalur darat yang menghubungkan tempat lain, termasuk ke Jayapura ibukota Papua.


Rugi besar jika mengunjungi Wamena Papua Lembah Baliem tanpa mengambil foto-foto seru. Tak hanya pemandangan alam dan pagelaran budaya festival Lembah Baliem yang bisa menjadi sasaran kamera, namun disini para wisatawan juga bisa berfoto bersama penduduk asli suku Dani. Jika ingin menghabiskan waktu beberapa hari di Lembah Baliem, ke arah selatan dari kota Wamena berdiri sebuah hotel “Baliem Valley Resort” yang siap mengakomodasi para wisatawan yang ingin menginap.

Sesekali Saya nongol ah hehe.. bergaya diatas lembah berbatuan di Lembah Baliem Wamena Papua.
Photography oleh Barry Kusuma (Travel Photographer).
www.alambudaya.com (Travel and Photography, Travel Journey from Barry Kusuma.)
http://instagram.com/barrykusuma (Inspiring Photos through the Lens)
www.barrykusuma.com (Gallery Foto, dari Sabang sampai Merauke)
https://plus.google.com/+BarryKusuma/ (Google Plus Social Network #IndonesiaOnly).
Follow my Twitter for Free Travel Tips @BarryKusuma

Read more...

Previous Article
Wae Rebo Flores, Desa Warisan Budaya Dunia.
Wae Rebo Flores, Desa Warisan Budaya Dunia.

Desa Wae Rebo Flores merupakan sebuah tempat yang bersejarah sehingga menjadi situs warisan budaya dunia di...

Next Article
Maratua, Eksotisme Pulau Terluar Indonesia di Kalimantan.
Maratua, Eksotisme Pulau Terluar Indonesia di Kalimantan.

Maratua merupakan wisata bahari yang menyuguhkan beranekaragam...