7 Festival Yang Hanya Bisa Dinikmati di Banyuwangi

August 9, 2016 Elfida Lubis

Penyelenggaraan festival bertaraf nasional dan internasional adalah salah satu upaya Banyuwangi untuk melakukan pembenahan dan promo gencar-gencaran dalam meningkatkan pamornya sebagai destinasi wisata yang patut diperhitungkan di Indonesia. Tahun ini, tercatat 58 festival yang bakal dilangsungkan dalam rangkaian Banyuwangi Festival atau B-Fest. Berikut adalah beberapa yang masih bisa Anda buru, di sepanjang Agustus sampai akhir tahun.



#1 BANYUWANGI BEACH JAZZ FESTIVAL

Berlokasi di Pantai Boom yang merupakan dari sekian destinasi wisata favorit di Banyuwangi yang terus mengembangkan diri, Banyuwangi Beach Jazz Festival 2016 yang bakal digelar pada 13 Agustus adalah juga daya tarik yang membuat wisatawan berduyun-duyun ke kota tersebut. Tahun ini, Banyuwangi Beach Jazz Festival bakal menampilkan sederet artis terkenal seperti Raisa, Tulus, Rizky Febian, dan banyak lagi lainnya. 

Kolaborasi unik antara musik daerah, sentuhan jazz kontemporer, dan tentunya pemandangan pantai nan seksi akan Anda nikmati lewat event ini.

 

#2 SWARNA FESTIVAL

Foto: foto.metrotvnews.com

Tak hanya pesona alamnya, Banyuwangi juga memiliki potensi sumber daya, salah satunya adalah bahan alami termasuk pekerja industri fashion. Salah satunya adalah batik lokal yang semakin maju semenjak diselenggarakan Banyuwangi Batik Festival tahun 2013. Banyaknya perajin batik baru memungkinkan Banyuwangi menjadi tuan rumah penyelenggaraan Swarna Festival pada Oktober mendatang yang ditujukan untuk melestarikan kekayaan adat dan kearifan lokal dalam penggunaan serat dan warna alam dari potensi yang ada di sekitar. 

 

 

#3 TRADISI KEBO-KEBOAN

Foto: osingdeles.com

Tradisi Kebo-keboan merupakan tradisi turun-temurun namun merupakan salah satu atraksi baru yang dimasukkan ke dalam B-Fest 2016. Tradisi sebagai bentuk rasa syukur sekaligus harapan agar hujan turun dan menyuburkan ladang para petani ini menampilkan puluhan orang yang berdandan serta bertingkah layaknya kerbau. Tradisi ini bisa disaksikan di Desa Aliyan, Kecamatan Rogojampi; Dusun Krajan, dan Desa Alasmalang, Kecamatan Singojuruh. Rencananya, keseruan tradisi ini akan diselenggarakan pada 2 dan 8 Oktober 2016.

 

#4 BANYUWANGI ETHNO CARNIVAL

Foto: zimbio.com

Banyuwangi Ethno Carnival (BEC) menampilkan parade busana yang dimulai dari Taman Blambangan hingga Kantor Bupati Banyuwangi, melewati jalan-jalan protokol sepanjang 2,2 kilometer. Tema yang diambil untuk tahun 2016 adalah Legenda Sritanjung-Sidopekso. Hal ini menarik karena legenda ini dipercaya merupakan asal-usul nama Banyuwangi. Alkisah, Sritanjung adalah istri patih Sidopekso dari sebuah kerajaan di ujung timur Pulau Jawa yang dipimpin raja bernama Prabu Sulahkromo. Karena keelokan parasnya, sang raja tergoda dengan Sritanjung dan melakukan segala upaya untuk memilikinya. Namun usaha tersebut gagal berkat kesetiaan Sritanjung terhadap Sidopekso. Akhirnya, sang raja pun memfitnah dengan mengatakan bahwa Sritanjung telah merayu dan berbuat serong dengannya. Sidopekso yang dikuasi amarah tidak percaya dengan pengakuan jujur sang istri dan membunuh Sritanjung. Namun sebelumnya, Sritanjung sempat meninggalkan pesan, yaitu agar jasadnya dihanyutkan ke sungai yang keruh. Jika darahnya membuat air sungai berbau amis, berarti tuduhan raja benar dan sebaliknya jika air sungai berbau harum, berarti ia tidak bersalah. Yang terjadi setelah jasad Sritanjung diceburkan ke sungai, adalah air sungai yang keruh berubah menjadi sebening kaca dan menyebarkan bau harum. Sidopekso pun menjadi sangat menyesal dan marah kepada dirinya sendiri sambil berteriak, "Banyu…wangi…" berarti air yang wangi.

 

#5 UNDERWATER FESTIVAL & FISH MARKET FESTIVAL 

Foto: hipwee.com

Festival ini juga termasuk yang baru di B-Fest 2016, yaitu Underwater Festival dan Fish Market Festival yang sesuai namanya, bertujuan untuk mengangkat potensi bahari yang dimiliki Banyuwangi. Lewat Underwater Festival, masyarakat diajak menikmati potensi alam bawah laut di beberapa titik yang menajdi destinasi baru snorkeling ataupun diving, seperti Pulau Tabuhan, Pantai Bangsring, dan Teluk Banyu Biru. Sementara Fish Market Festival di Pantai Muncar digelar sehari sebelum pelaksanaan tradisi Petik Laut Muncar yang merupakan pengharapan akan keselamatan dan berkah melimpah para nelayan. Festival ini akan digelar pada bulan Oktober.

 

 

#6 FESTIVAL GANDRUNG SEWU

Foto: banyuwangibagus.com

Temukan ribuan gadis cantik menari di Banyuwangi lewat festival ini. Terlebih, dilakukan di pinggir pantai menjelang sunsetTari Gandrung adalah kesenian asli yang lahir dan berkembang di Banyuwangi. Gandrung yang secara harafiah berarti gemar atau terpesona konon merupakan bentuk kekaguman pada Dewi Sri dan rasa syukur sehabis panen. Saksikan Festival Gandrung Sewu pada 16-18 September 2016.

 

#7 FESTIVAL NGOPI SEPULUH EWU

Foto: banyuwangibagus.com

Di bulan Desember, mengunjungi Banyuwangi berarti Anda akan menikmati bergelas-gelas kopi tradisional secara gratis! Tepatnya, di Festival Ngopi Sepuluh Ewu yang digelar di jalan Desa Kemiren yang sudah disulap seperti ruang tamu"Sepuluh Ewu" sendiri berarti "sepuluh ribu", namun bukanlah nominal yang harus Anda keluarkan demi secangkir kopi, melainkan total sepuluh ribu cangkir kopi disajikan secara cuma-cuma untuk para pengunjung. Bahkan tak hanya kopi, Anda pun bisa menikmati jajanan khas setempat, seperti tape buntut, lepet, dan kue cucur. Banyuwangi sendiri memproduksi rata-rata hampir 9.000 ton kopi per tahun.

 

 

 

 

 

 

 

 

 

Previous Article
"Tubuh" Anda Berubah Karena Jalan-Jalan
"Tubuh" Anda Berubah Karena Jalan-Jalan

ketahui efek jalan-jalan lebih lanjut.

Next Article
Jangan Berhemat di 9 Hal Ini Saat Traveling
Jangan Berhemat di 9 Hal Ini Saat Traveling

Traveling itu seharusnya menyenangkan, bukan malah membuat stress. Bahkan terkadang Anda harus rela untuk m...

Want more?

Visit our site

Discover