Kisah 1001 Gua di Pacitan

September 9, 2016 Elfida Lubis

Tahun 2016 adalah tahunnya Pacitan. Pemerintah mendukung kemajuan daerah ini, terutama dari segi pariwisata, salah satunya lewat dipilihnya Pacitan sebagai lokasi tur Asian Surfing Championship pada bulan Agustus lalu. Tepatnya di Pantai Pancer, ajang kompetisi olahraga air bertaraf internasional tersebut dilakukan untuk kelima kalinya.

Pantai-pantai di Pacitan memang sudah mulai terdengar gaungnya di kalangan para surfer, baik lokal maupun internasional. Bahkan, Pacitan mulai digadang-gadang sebagai The Next Bali untuk destinasi pecinta olahraga ekstrim tersebut. Selain Pancer, Pantai Watu Karung dan beberapa lainnya memproduksi ombak bergulung yang menantang untuk ditaklukkan.

Namun tahukah Anda, kalau Pacitan tak berhenti hanya sampai di pantai dan ombak? Pacitan yang memiliki secara geografis dikelilingi pegunungan kapur dan berbatasan langsung dengan Samudera Hindia membuat wisata alam yang ditawarkannya memang menawan. Gua adalah salah satu fenomena yang juga membuat daerah ini patut berbangga hati. Bahkan saking banyaknya, sampai-sampai membuat Pacitan dijuluki sebagai Kota 1001 Gua!

 

Di bawah ini, kami tampilkan 4 gua terkeren di Pacitan yang tidak boleh Anda lewatkan kalau ke sana.

 

1.  Gua Gong Pacitan

Foto: beautytour.info

Gua di Desa Bomo ini adalah salah satu yang terkenal dari gua-gua lainnya di Pacitan. Bernama Gong karena memang erat dengan nama alat musik khas Jawa. Mengapa? Karena di dalam goa konon terdapat batu yang apabila dipukul akan mengeluarkan bunyi seperti gong. Pemandangan yang ditawarkan di dalamnya pun sungguh indah dan cukup dalam. 

 

2. Gua Tabuhan

Foto: pacitantoursim.net

Lagi-lagi, berkaitan dengan alat musik atau kegiatan yang ada sangkut-pautnya dengan bermain musik. Di dalam gua ini, konon pengunjung juga dapat menikmati alunan musik gamelan Jawa dengan stalaktit dan stalagmit sebagai instrumennya.  Gua Tabuhan terletak di Dusun Tabuhan, Desa Wereng.

 

3. Gua Luweng Jaran

Foto: mapagama.ukm.ugm.ac.id

Gua ini memang tidak setenar dua gua di atas, namun pengalaman yang diberikannya akan membuat Anda berdecak kagum. Menyusuri lorongnya akan membuat Anda seperti berjalan menuju pusat bumi dikarenakan terkenal merupakan lorong terpanjang! Ada yang mengatakan mencapai 48 kilometer, ada juga yang telah berhasil menyusuri sepanjang 25 kilometer. Luweng Jaran termasuk dalam kategori gua vertikal, sehingga Anda harus memiliki keahlian seperti Single Rope Technique (SRT) untuk dapat menikmati keindahannya. Luweng Jaran terdiri dari 2 jalur. Yang pertama setinggi kurang lebih 8 meter, sementara yang kedua kurang lebih 25 meter. Anda dapat menelusuri gua secara horisontal setelah jalur kedua.

 

4. Gua Song Terus

Foto: travel.kompas.com

Di Desa Mendolo Lor, Kecamatan Punung, ada sebuah gua yang diyakini menjadi tempat tinggal manusia purba. Namanya Gua Song Terus yang menjadi destinasi utama para arkeolog sejak ditemukannya kerangka manusia purba berusia 10.000 tahun pada 1999. Saat ditemukan, kerangka manusia purba berjenis kelamin laki-laki tersebut sedang menggenggam alat batu dan alat kerja dari tulang.

 

5. Gua Song Keplek

Letak Gua Song Keplek tak jauh dari Gua Song Terus. Di dalamnya juga ditemukan kerangka manusia purba serta berbagai testamen yang menunjukkan bahwa manusia mampu bertahan karena kerja keras. Juga ada artefak seperti gurdi, lancipan, limas, serta alat-alat serpih lain di sana.

Previous Article
Museum Islam Yang Bertebaran di Dunia
Museum Islam Yang Bertebaran di Dunia

Jejak peninggalan Islam yang bisa dinikmati di berbagai penjuru dunia.

Next Article
Kalau Long Weekend Tak Kemana-mana...
Kalau Long Weekend Tak Kemana-mana...

Jangan sedih, Grivy punya solusinya.

Want more?

Visit our site

Discover