14 Museum di Jakarta Wajib Kamu Datangi

February 9, 2017 Elfida Lubis

Jakarta bukan melulu soal mal. Banyak tempat tujuan menarik lain yang bisa bahkan justru harus kamu datangi untuk mengenal lebih dalam lagi tentang Jakarta. Salah satunya, adalah museum. Mau tahu museum mana saja yang bisa didatangi di ibukota negara kita ini? 

 

1. Museum Sejarah Jakarta/Museum Fatahillah

Foto: indonesiawow.com

Museum Sejarah Jakarta atau yang lebih dikenal sebagai Museum Fatahillah atau Museum Batavia berada di Jalan Taman Fatahillah Nomor 2, Jakarta Barat. Dengan luas lebih dari 1.300 meter persegi, gedung ini dulunya merupakan stadhuis atau balai kota yang dibangun tahun 1707-1710 atas perintah Gubernur Jendral Johan van Hoorn. Terdiri atas bangunan utama dengan dua sayap di bagian timur dan barat, bangunan samping, ruang pengadilan, dan ruang-ruang bawah tanah yang dipakai sebagai penjara. Bangunan ini baru diresmikan sebagai museum pada 30 Maret 1974.

 

2. Museum Wayang

Foto: worldtourismindonesia.blogspot.com

Museum Wayang berlokasi di Jalan Pintu Besar Utara Nomor 27, Jakarta Barat dan sudah mengalami beberapa kali perombakan. Awalnya, bangunan ini bernama De Oude Hollandsche Kerk (Gereja Lama Belanda) yang dibangun pertama kali tahun 1640. Pada tahun 1732, diperbaiki dan berganti nama menjadi De Nieuwe Hollandse Kerk (Gereja Baru Belanda) sampai akhirnya tahun 1808 rusak akibat gempa bumi. Kemudian, direnovasi dan diresmikan sebagai Museum Wayang pada 13 Agustus 1975.

 

3. Museum Nasional Republik Indonesia

Foto: Wikipedia

Museum Nasional Republik Indonesia atau lebih dikenal Museum Gajah adalah museum yang terletak di Jakarta Pusat, persisnya di Jalan Merdeka Barat Nomor 12. Berdiri tahun 1778, tepatnya tanggal 24 April saat pembentukan Bataviaasch Genootschap van Kunsten en Wetenschappen (Ikatan Kesenian dan Ilmu Batavia). J.C.M. Radermacher sebagai ketua perkumpulan menyumbang sebuah gedung yang bertempat di Jalan Kalibesar lengkap dengan koleksi buku dan benda-benda budaya yang menjadi dasar pendirian museum.

 

4. Museum Seni Rupa dan Keramik

Foto: ragamtempatwisata.com

Museum Seni Rupa dan Keramik yang terletak di Jalan Pos Kota Nomor 2, Jakarta Barat atau di seberang Museum Sejarah Jakarta memajang keramik lokal dari berbagai daerah di tanah air mulai dari era Kerajaan Majapahit abad ke-14 juga dari berbagai negara di dunia. Gedung yang dibangun pada 12 Januari 1870 itu awalnya digunakan oleh Pemerintah Hindia Belanda untuk Kantor Dewan Kehakiman pada Benteng Batavia (Ordinaris Raad van Justitie Binnen Het Kasteel Batavia). Saat pendudukan Jepang dan perjuangan kemerdekaan sekitar tahun 1944, tempat itu pun dimanfaatkan oleh tentara KNIL dan selanjutnya untuk asrama militer TNI.

 

 

5. Museum Taman Prasasti

Foto: wikiwand.com

Museum yang berada di Jalan Tanah Abang Nomor 1, Jakarta Pusat ini memiliki luas 1,2 hektar dan merupakan museum cagar budaya yang menampilkan karya seni dari masa lampau tentang kecanggihan para pematung, pemahat, sampai sastrawan.

 

6. Museum Tekstil

Foto: soloraya.com

Meseum Tekstil bertempat di Jalan Aipda K.S. Tubun Nomor 4. Museum ini resmi dibuka pada 28 Juli 1976 dan berdiri dengan menempati gedung tua di atas area seluas 16.410 meter persegi. Sesuai namanya, museum ini khusus mengumpulkan, mengawetkan, serta memamerkan karya-karya seni yang berkaitan dengan pertekstilan Indonesia, khususnya tekstil tradisional.

 

 

7. Museum Satria Mandala

Foto: jalanjalan.co

Museum Satria Mandala terletak di Jalan Jenderal Gatot Subroto Nomor 14, Jakarta Selatan yang merupakan museum sejarah perjuangan Tentara Nasional Indonesia. Diresmikan tahun 1972 oleh mantan Presiden RI Soeharto, awalnya museum ini adalah rumah salah satu istri mantan Presiden RI Soekarno, yaitu Ratna Sari Dewi Soekarno. Di dalamnya, terdapat beberapa benda unik peninggalan perang, seperti koleksi ranjau, rudal, torpedo, tank, meriam, bahkan helikopter dan pesawat terbang.

 

 

8. Museum Kebangkitan Nasional

Foto: 60museumjakarta.blogspot.com

Museum yang ada di Jalan Abdurrahman Saleh Nomor 26, tepatnya sebelum RSPAD Gatot Subroto, Jakarta Pusat ini adalah sebuah gedung yang dibangun sebagai monumen lahir dan berkembangnya kesadaran nasional yang ditandai dengan berdirinya organisasi pergerakan modern pertama kali, Boedi Oetomo. Di dalamnya terdapat beberapa koleksi foto, lukisan, patung, diorama, mebel, sampai pakaian dan senjata.

 

 

9. Museum Jenderal AH Nasution

Foto: tirto.id

Museum Jenderal AH Nasution terletak di Jalan Teuku Umar Nomor 40, Jakarta Pusat ini juga dikenal sebagai Museum Sasmitaloka Jenderal Besar DR Abdul Haris Nasution. Terbuka untuk umum dari hari Selasa-Minggu, pukul 08.00-14.00. Semula, museum ini memang merupakan kediaman pribadi Pak Nasution yang ditempati bersama keluarganya sejak menjabat sebagai KSAD tahun 1949, hingga wafat pada 6 September 2000.

 

10. Museum Bahari

Foto: flickr.com

Terletak di Jalan Pasar Ikan Nomor 1 Sunda Kelapa, Jakarta Utara, museum ini buka dari Selasa-Minggu, pukul 09.00-15.00 juga pada hari libur sekolah. Kamu bakal menemukan beberapa koleksi, antara lain perahu tradisional dengan beraneka bentuk hingga kapal zaman VOC. Selain itu, ada pula berbagai model dan miniatur kapal modern dan perlengkapan penunjang kegiatan pelayaran. Sedikitnya, ada 126 koleksi benda-benda sejarah kelautan.

 

 

11. Museum Adam Malik

Foto: gunawan3dy.blogspot.com

Museum Adam Malik terletak di Jalan Diponegoro Nomor 29, Jakarta Pusat ini awalnya merupakan tempat tinggal mantan Wakil Presiden RI Adam Malik yang kemudian diresmikan sebagai museum pada 5 September 1985, setahun setelah Adam Malik wafat. Dalam rumah yang kini telah dijadikan museum ini tersimpan berbagai benda bersejarah, terdiri dari 13 jenis koleksi yaitu lukisan, ikon Rusia, lukisan Cina, keramik, buku-buku, senjata tradisional, patung batu dan perunggu, ukiran kayu, batu permata, emas, tekstil, kristal, dan alat fotografi.

 

12. Museum Bank Indonesia

Foto: wikiwand.com

Museum Bank Indonesia terletak di Jalan Pintu Besar Utara Nomor 3, Jakarta Barat, tepatnya di depan stasiun Beos Kota. Museum ini menempati area bekas gedung Bank Indonesia Kota, cagar budaya peninggalan De Javasche Bank yang dibangun pertama kali tahun 1828 dalam gaya neo-klasikal berpadu dengan sentuhan lokal. Museum ini menyajikan informasi mengenai peran Bank Indonesia dalam perjalanan sejarah bangsa dan kebijakan-kebijakan Bank Indonesia. Penyajiannya dikemas sedemikian rupa, memanfaatkan teknologi modern dan multimedia untuk kenyamanan setiap pengunjung. Museum Bank Indonesia buka setiap hari, kecuali Senin dan hari libur nasional.

 

13. Museum Bank Mandiri

Museum di area seluas 10.039 meter persegi ini awalnya merupakan gedung Nederlandsche Handel-Maatschappij (NHM) atau Factorji Batavia yang merupakan perusahaan dagang milik Belanda dan kemudian berkembang menjadi perusahaan di bidang perbankan. Dirancang oleh 3 arsitek Belanda, yaitu J.J.J de Bruyn, A.P. Smits, dan C. van de Linde dalam gaya Art Deco Klasik. Museum menampilkan koleksi yang terkait dengan aktivitas perbankan zaman dulu dan perkembangannya.

 

14. Museum Tengah Kebun

Mungkin tak banyak yang mengetahui keberadaannya, padahal keberadaannya di pusat gaya hidup Jakarta, yaitu Kemang. Museum ini dibangun di tengah kebun seluas 3.500 meter persegi oleh Sjahrial Djalil, salah satu tokoh periklanan modern Indonesia dan pendiri biro iklan Ad Force Inc. Awalnya, museum ini adalah rumah tinggal pribadi Sjahrial karena ia banyak mengoleksi barang-barang bersejarah dari Indonesia ataupun luar negeri sampai akhirnya ia memutuskan untuk membuat museum pribadi. Pada tahun 2013, museum ini terpilih sebagai Museum Swasta Terbaik di Museum Awards dengan koleksi dari 63 negara dan 26 provinsi di Indonesia. Koleksi Museum di Tengah Kebun dibagi ke dalam 17 ruangan yang dinamakan sesuai dengan koleksi yang paling mendominasi atau koleksi yang paling disukai di ruangan tersebut. Misalnya, Ruang Buddha yang berisi koleksi patung Buddha dari berbagai negara, Ruang Dewi Sri yang sebagian besar berisi peralatan dapur, arca, dan guci dari masa lampau, dan masih banyak lagi lainnya. Untuk bisa masuk Museum di Tengah Kebun, kamu tidak dikenakan biaya sepeser pun tapi harus datang bersama rombongan paling sedikit 7 dan paling banyak 12 orang.

Previous Article
Apakah Anda Salah Satu Orang yang Mempunyai Gen Traveling?
Apakah Anda Salah Satu Orang yang Mempunyai Gen Traveling?

Traveler junkie adalah mereka yang selalu haus melihat hal-hal yang baru dan berbeda. Mereka menikmati seti...

Next Article
Berat Badan Stabil Saat Liburan
Berat Badan Stabil Saat Liburan

Tidak disiplin saat liburan dapat membuat Anda harus kembali mulai dari “nol” saat kembali ke rutinitas.

Want more?

Visit our site

Discover