48 Jam di Tokyo

April 12, 2017 Elfida Lubis

Hanya punya waktu 48 jam di Tokyo? Berikut adalah yang terbaik yang harus dilakukan jika hanya punya 48 jam tersebut. (Sumber: jetsetter.com)

 

 

HARI KE-1

- Naik metro dari bandara Narita ke stasiun pusat Tokyo. Selain lebih murah, kamu bisa menikmati bangunan 3 lantai bergaya Renaissance dengan atap berbentuk kubah. Pilih tiket Daily Passes yang menawarkan perjalanan unlimited keliling kota.

Foto: japantimes.co.jp

 

- Persinggahan pertama, Imperial Palace. Kamu hanya perlu jalan kaki dari Stasiun Tokyo untuk sampai ke sini. Meski tidak bisa untuk memasuki bagian dalam gedung istana, kamu masih dapat mengagumi area luar seperti plaza, taman, dan jembatannya yang indah.  

Foto: travel.gaijinpot.com

 

- Tiada yang lebih Jepang selain menikmati sore di persimpangan Shibuya. Dikelilingi gedung-gedung pencakar langit, lampu-lampu neon, layar video raksasa, serta tak ketinggalan ribuan orang yang memadati wilayah tersebut adalah kehidupan yang pasti ingin kamu rasakan meski sesaat.

Foto: thousandwonders.net

 

- Makan malam di "Theater of Food” di bawah Stasiun Shibuya. Mulai dari makanan bento sampai sushi dan sashimi dan segala macam jajanan yang menggugah selera.

Foto: airbnb.com

 

- Belanja di Omotesando Hills (Beverly Hills-nya belahan dunia timur), atau di Shibuya yang menawarkan merek fashion retail ternama, atau di Cat Street, Harajuku untuk penggemar vintage, sampai department store di Shinjuku.

 

- Menuju Roppongi Hills untuk keseruan di hampir midnight, di seputaran Mori Art Museum Tokyo City View. Naik ke atapnya dan nikmati pemandangan kota 360 derajat. Kemudian, menyesap cocktail di Park Hyatt akan memberi pengalaman seperti dalam film Lost in Translation karya filmmaker Sofia Coppola.

Foto: chikatoku.enjoytokyo.jp

 

 

HARI KE-2 

- Bangun pagi dan bergegas ke Tsukiji Market. Para pedagang memulai aktifitasnya di pasar ikan terbesar dan tersibuk di dunia ini sejak pukul 5 pagi, pastinya sayang untuk dilewatkan. Siapa coba yang mau melewatkan sarapan sushi dengan ikan segar?

Foto: thepoppingpost.com

 

- Nonton pertunjukan tradisional Kabuki di Kabukiza Theatre.

Foto: japantimes.co.jp

 

- Ngopi di Café de l’Ambre yang berada di Ginza. Kedai kopi satu ini berdiri sejak tahun 1948.

Foto: sprudge.com

 

- Saksikan kuil-kuil cantik di Ueno Park, seperti Toshogu, Kaneiji, dan Yushima Tenmagu. Kalau dirasa masih kurang, lanjutkan perjalanan ke area Asakusa yang merupakan rumahnya kuil tertua Sensoji.

Foto: boomsbeat.com

 

- Wisata cruise sepanjang Sungai Sumida bisa jadi pilihan berikutnya. Kapal berangkat setiap 25-30 menit dari dermaga dekat Azumabashi.

Foto: japanican.com

 

- Kalau masih ada waktu, melihat pertandingan Sumo di Ryogoku Kokugikan pasti seru!

 

- Arahkan perjalanan ke Shinjuku untuk menikmati malam panjang. Jangan lupa mampir ke Izakaya atau warung tradisional seperti Yukun-tei di Golden Gai untuk menyicipi Onigiri dan mie.

Foto: madeintokyo.fr

Previous Article
Mempersiapkan Paket Perjalanan yang Hemat
Mempersiapkan Paket Perjalanan yang Hemat

Bukan hanya makanan saja yang punya paket hemat, liburan pun bisa Anda buat paket hemat bila rajin browsing...

Next Article
Tempat Paling Instagramable di Bali
Tempat Paling Instagramable di Bali

Ini di Bali?

Want more?

Visit our site

Discover