48 Jam di Semarang

April 13, 2017 Elfida Lubis

Semarang adalah surganya traveler yang suka dengan segala hal berbau sejarah. Baik itu peninggalan zaman kolonial di wilayah kota lama, Pecinan, sampai bangunan ibadah dari berbagai keyakinan yang masing-masing menyimpan sejarah. Meski hanya punya waktu 48 jam, kamu bisa mengunjungi tempat-tempat tersebut yang sebagian besar berada di pusat kota Semarang.

 

HARI KE-1

- Setelah mendarat dengan penerbangan pertama, arahkan langsung tujuan ke Lawang Sewu yang dapat dicapai dalam waktu 15 menit berkendara. Bangunan yang menjadi bagian penting dari sejarah kereta api sejak zaman kolonialisme. 

Foto: IG @fida__fida__fida

 

- Terdekat dari Lawang Sewu, kamu bisa menuju Sam Poo Kong, klenteng yang dibangun di titik di mana Laksamana Cheng Ho pertama kali singgah di kawasan Semarang di tengah pelayaran menyusuri Laut Jawa. Menurut sejarah, tempat persinggahannya dulu berupa gua batu di atas bukit batu, sehingga Sam Poo Kong pun kerap disebut Gedong Batu. Klenteng dibangun sebagai tempat untuk persembahan dan pemujaan kepada sang dewa. Uniknya, Laksamana Cheng Ho dikatakan dalam sejarah sebagai pemeluk agama Islam.

Foto: IG @fida__fida__fida

 

- Setelah itu, arahkan kaki ke Kota Lama. Di sana, kamu bakal menemukan banyak bangunan dalam gaya arsitektur khas kolonial. Sebut saja gedung Spiegel yang awalnya merupakan toko barang-barang kebutuhan rumah tangga yang kini telah diperbarui dan berubah fungsi menjadi Spiegel Bar & Bistro.

Foto: IG @fida__fida__fida

 

- Tepat di belakang Spiegel Bar & Bistro, terdapat Semarang Contemporary Art Gallery yang memamerkan koleksi lukisan, patung, dan karya seni lain. 

Foto: IG @fida__fida__fida

  

- Di seberang Spiegel, kamu akan menemukan gedung Marba yang menurut sejarah merupakan milik saudagar kaya asal Yaman bernama Marta Badjunet untuk perusahaan pelayaran dan ekspedisi. Sayangnya tidak seperti Spiegel, gedung ini sekarang hanya berfungsi sebagai gudang.

Foto: IG @fida__fida__fida

 

- Atraksi utama di area kota lama Semarang adalah Gereja Blenduk yang seperti namanya, memiliki menara berbentuk seperti kubah yang akrab disebut "blenduk" dalam bahasa Jawa.

Foto: IG @fida__fida__fida

 

- Mampir ke Kantor Pos Besar di Jalan Pemuda adalah bagian dari saksi sejarah Semarang sebagai 1 dari 3 kota besar di Indonesia sebagai perintis Kantor Pos di Indonesia. 

Foto: wisatajateng.com

 

- Masjid Agung Semarang yang berada di Jalan Gajah Raya Sambirejo adalah masjid tertua di kota ini. Kini, masjid sudah menjadi lebih megah karena perbaikan di sana-sini. Misalnya saja, beberapa payung besar yang bisa membuka dan menutup sendiri seperti halnya di Madinah, atau menara yang bisa dinaiki dengan lift, di mana lantai teratasnya dijadikan perpustakaan sejarah Islam.

Foto: IG @fida__fida__fida

 

- Tutup hari pertamamu dengan mekan malam di Pasar Semawis. Berada di kawasan Pecinan, Semarang, Semawis menyajikan pilihan kuliner yang beragam dan enak. Untuk yang beragama Islam harus sedikit lebih teliti karena mereka juga memiliki menu dengan daging babi. 

Foto: hellosemarang.com

 

HARI KE-2

- Nikmati pagi hari di Pagoda Avalokitesvara atau yang dikenal juga dengan sebutan Wihara Watugong.

Foto: IG @fida__fida__fida

 

- Lanjutkan dengan brunch di Toko Oen yang terletak di jalan Pemuda No. 52.

Foto: hellosemarang.com

 

- Di Kampung Batik yang berada di dekat Bundaran Bubakan ini, kamu juga bisa belajar membatik selain memborong batik yang bagus-bagus. Tapi perlu diingat, kalau belajar membatik tidak bisa dilakukan di hari Minggu.

Foto: koran-sindo.com

 

- Nestcology Land of Gastronomy adalah restoran yang lagi hits di Semarang. Rasanya sayang kalau sampai melewatkannya.

Foto: seputarsemarang.com

 

- Berenang di skypool yang masih tertinggi di Indonesia? Pas banget karena ada di Star Hotel Semarang yang ada di Jalan MT haryono No. 972. 

Foto: starhotelsmg.com

Previous Article
Aplikasi Ini Bisa Kamu Akses Tanpa Paket Data
Aplikasi Ini Bisa Kamu Akses Tanpa Paket Data

Untuk memudahkan traveling.

Next Article
Menikmati Keindahan Beranekaragam Bunga di Taman Bunga
Menikmati Keindahan Beranekaragam Bunga di Taman Bunga

Flowers are the sweetest things God ever made, and forgot to put a soul into.

Want more?

Visit our site

Discover