Cara Mudah Pelesir Singkat ke Sukabumi

June 21, 2017 Chatarina Komala

Ingin liburan namun hanya punya waktu dua hari kosong?

Berlokasi tidak jauh dari Jakarta, Sukabumi bisa jadi satu destinasi pas bagi Anda yang rindu pelesir singkat. Alih-alih berkendara atau justru menaiki bus, Anda bisa mencoba kereta api sebagai satu transportasi cepat menjangkau Sukabumi. 

Dari Jakarta, perjalanan Anda akan dimulai dengan menaiki commuter line menuju Stasiun Bogor. Sebelumnya, jangan lupa untuk memesan tiket kereta api jurusan Bogor-Sukabumi, dengan tarif Rp60 ribu untuk kereta eksekutif dan Rp25 ribu untuk ekonomi. 

Sampai di Stasiun Bogor, Anda dapat bergeser sedikit ke Stasiun Bogor Paledang, yang berjarak sekitar 200 meter dari sana. Disarankan, untuk datang lebih awal, sehingga Anda tidak terburu-buru dan masih sempat mencetak tiket. 

Adapun perjalanan Bogor menuju Sukabumi akan ditempuh selama sekitar dua jam. Tidak perlu khawatir bosan. Pasalnya, ada banyak panorama cantik yang bisa Anda temukan di sepanjang perjalanan, mulai dari sungai, sawah, latar empat gunung (Gunung Gede, Pangrango, Salak, dan Halimun), hingga perbukitan.  Lantas, destinasi mana saja yang bisa Anda kunjungi dalam waktu lima jam di Sukabumi?

1. Mengeksplorasi Saksi Sejarah Kolonial Belanda, Stasiun Sukabumi

Foto: Heritage Kereta Api

Kereta akan tiba di Stasiun Sukabumi sekitar pukul 10 pagi. Kendati punya jadwal padat, jangan lupa untuk sejenak berjalan-jalan dan mengeksplorasi keindahan bangunan tua stasiun. Dibangun pada zaman kolonial Belanda, dahulu, kereta memang dimanfaatkan sebagai transportasi utama untuk mengantar hasil bumi (teh maupun kopi) ke Batavia (kini Jakarta).

Nuansa kuno kental terasa sejak kaki Anda menjejak peron stasiun. Bangunan besar bercat putih dilengkapi dengan pintu-jendela tinggi dan lebar mengingatkan Anda pada arsitektur khas kolonial, pun lengkap dengan tuas-tuas langsir kereta berusia lebih dari dua abad. Adapun catatan sejarah menunjukkan, jalur kereta ini bahkan sudah ada sejak tahun 1889.

Setelah puas menikmati, Anda bisa langsung melangkahkan kaki ke luar stasiun untuk melanjutkan perjalanan. Nah, untuk perjalanan yang lebih fleksibel dan nyaman, Anda dapat menggunakan jasa penyewaan (carter) yang marak tersedia di area stasiun. Harga yang ditawarkan bervariasi, mulai dari Rp150 ribu hingga Rp250 ribu.

2. Mengganjal Lapar di Kedai Bubur Ayam Bu Nut dan Kuliner Nasi Ungu 

Foto: Trip Advisor

Sukabumi adalah kota yang sepi. Di sana, jarang sekali dijumpai kondisi jalan padat atau justru macet lalu lintas. Nah, berhubung masih pagi, ada baiknya Anda mengisi "bahan bakar perjalanan" dengan menyantap seporsi nikmat kuliner khas Sukabumi, Bubur Ayam Bu Nut. Letaknya, ada di Jalan Siliwangi--atau sekitar 20 menit dari Stasiun Sukabumi. 

Untuk satu porsi bubur ayam ber-topping potongan kecil ati-ampela, plus telur ayam kampung mentah, Anda hanya perlu membayar Rp17 ribu. Jika belum puas, Anda bisa langsung menuju Rumah Makan Mamih Ungu, yang populer dengan menu nasi ungu. 

Foto: Trip Advisor

Adapun warna ungu ini berasal dari warna perasan ubi ungu, yang lantas dicampur ke dalam racikan nasi uduk. Sebagai pelengkap, ditambahkan pula aneka lauk seperti ayam goreng, tahu-tempe, lalapan, sambal goreng kentang, telur, urap, hingga sambal merah. 

3. Mencicipi Legitnya Mochi Lampion di Gang Kaswari

Foto: Ini Sukabumi 

Bergeser ke Jalan Bhayangkara, Anda dapat menemukan camilan khas Sukabumi favorit, yakni mochi. Lokasi tepatnya, ada di Gang Kaswari, yang sekaligus menjadi tempat salah satu toko legendaris bernama Mochi Lampion.

Tidak perlu bingung mencari toko kondang ini. Pasalnya, Mochi Lampion bertempat di satu bangunan baru yang cukup mencolok; dengan dominasi warna merah dan kuning terang. Perihal rasa, Mochi Lampion juga menyediakan sampel produknya, mulai dari mochi isi kacang tanah, cokelat, keju, kacang merah, durian, hingga stroberi. Apalagi, harga yang ditawarkan terjangkau: ada di kisaran Rp24 ribu hingga Rp40 ribu.

4. Menelusur Jejak Perjuangan Founding Fathers di Rumah Tahanan Bung Hatta dan Syahrir

 

Foto: Info Pikiran Rakyat

Masih di Jalan Bhayangkara, Anda bisa menelusur jejak sejarah perjuangan dua founding fathers Republik Indonesia, yakni Mohammad Hatta dan Sutan Syahrir. Setidaknya, lebih dari tiga bulan mereka pernah menghuni sekolah polisi yang kini berstatus Benda Cagar Budaya. 

Konon, keindahan alam dan suasana asri di Sukabumi ini amat disukai Mohammad Hatta--kendati pada saat itu, ia masih berstatus sebagai tahanan (Meutia Hatta, dalam Memoar Mohammad Hatta). Melintasi perkembangan zaman, kini Anda masih dapat melihat bangunan tersebut berdiri kokoh dan nampak asri, dengan naungan pepohonan yang tinggi-lebat.

5. Menikmati Keramaian di Alun-alun Sukabumi

Foto: Jelajah Sukabumi 

Nikmati keramaian kota di Alun-alun Sukabumi. Selain menjajal aneka makanan dan camilan khas, Anda bisa bertandang atau justru menunaikan salat di Masjid Raya Sukabumi.

6. Santai Siang di Selabintana

Foto: Pojok Jabar

Terik siang tidak jadi halangan menikmati Sukabumi dengan cara yang menyenangkan. Tidak butuh waktu lama, Anda bahkan bisa langsung melangkahkan kaki menuju Selabintana Resort and Conference. 

Sebagai informasi, Selabintana Resort and Conference ini sudah ada sejak zaman kolonial. Bukan cuma fasilitas umum yang cukup nyaman. Di sana, terdapat aneka wahana untuk bersenang-senang, mulai dari penyewaan kuda, flying fox, water boom, hingga restoran apung. Ingin sekadar bersantai atau menikmati udara segar? Anda bahkan bisa menyewa tikar seharga Rp15 ribu, lalu tidur-tiduran di bawah pohon rindang. 

Nah, jika masih banyak waktu, tidak ada salahnya menjelajah sekitar. Cukup  berjalan ke arah pemukiman warga selama 15 menit, Anda bisa menemukan kebun teh yang berjarak tidak jauh dari sana. 

7. Relaksasi dan Menenangkan Pikiran di Situ Gunung 

Foto: Lihat.co.id

Jika beruntung, Anda akan mendapatkan kombinasi panorama cantik ini: rimbun hutan cemara, latar Gunung Gede Pangrango yang memesona, pantulan jernih telaga warna kehijauan, dan kabut tipis yang turun pelan-pelan... 

Anda dapat menjangkau Situ Gunung di Desa Kadudampit, Sukabumi--atau sekitar 16 kilometer dari pusat kota. Agar lebih mudah, sebelum ke sana, Anda bisa langsung turun di Stasiun Cisaat (satu stasiun sebelum Stasiun Sukabumi), lalu mencarter/naik angkot hingga gerbang Taman Nasional Gede-Pangrango. Dari sana, Anda hanya perlu berjalan kaki sekitar satu kilometer, hingga Situ Gunung.

Jika masih ada waktu, cobalah sensasi berkeliling telaga dengan menaiki perahu, sepeda, atau justru memancing. Pilihan lain, Anda bisa menjajal dua wahana yang disediakan, yakni high rope dan river tubing.

Nah, bagi Anda yang suka bertualang, bisa langsung mengunjungi dua buah curug (air terjun): Curug Cimanaracun dan Curug Sawer. Lokasinya, sekitar 4 kilometer/45 menit berjalan santai meniti bibir jurang. Tidak ingin repot/terlalu lelah? Tenang, ada jasa ojek yang bisa Anda gunakan cukup dengan mengeluarkan kocek sebesar Rp50 ribu.

Itulah beberapa destinasi wisata Sukabumi yang bisa Anda kunjungi dalam one day trip, atau setidaknya: lima jam. Adapun jadwal kereta Sukabumi-Bogor adalah pukul 15.45. Pastikan Anda tidak datang terlambat dan punya cukup waktu untuk mencetak tiket perjalanan.  

 

Tips Pelesir Singkat ke Sukabumi:

a. Hindari berkunjung saat musim hujan. Terlebih jika Anda ingin menjelajah Situ Gunung dan kedua curug-nya. 

b. Gunakan pakaian, sepatu, dan jaket yang nyaman. 

  

     

 

 

  

Previous Article
Agar Balita Tak Rewel dalam Perjalanan Mudik
Agar Balita Tak Rewel dalam Perjalanan Mudik

Jarak perjalanan yang jauh dan lama, kurangnya aktivitas, rasa bosan hingga lelah kerap kali menjadi penyeb...

Next Article
Berlibur di Jalur Pantura
Berlibur di Jalur Pantura

Ada banyak destinasi wisata menarik di sepanjang jalur Pantura yang bisa Anda singgahi. Apa saja?

Want more?

Visit our site

Discover