Lima Hari Empat Malam Menjelajah Makassar

August 8, 2017 Chatarina Komala

 Menyandang status sebagai kota metropolitan di Indonesia, Makassar bukan cuma soal masyarakatnya yang heterogen, pun surga kuliner yang memanja lidah.

Makassar—atau dikenal pula sebagai Ujung Pandang, sebenarnya merupakan ibu kota provinsi Sulawesi Selatan. Berbatasan dengan Kabupaten Maros, Gowa, dan Kepulauan Pangkajene, tidak heran jika dapat dikatakan, Makassar merupakan gerbang masuk ke banyak destinasi wisata menarik. Nah, jika Anda punya waktu lima hari empat malam untuk menikmati keindahan Makassar, berikut adalah beberapa tempat yang harus Anda kunjungi.

(Baca juga: Pesona Sulawesi Selatan (Part 1))

1. Taman Nasional Bantimurung

Foto:  http://wikimapia.org

Usahakan Anda tiba di Makassar, setidaknya sebelum pukul sembilan pagi. Dari sana, perjalanan pertama dimulai dengan mengunjungi Taman Nasional Bantimurung, yang terletak di Kabupaten Maros (45 kilometer-dua jam) dari pusat kota Makassar.  Adapun dengan luas mencapai 44 hektare, ada banyak destinasi alam yang bisa Anda nikmati di sana. Ini mencakup pemandangan bukit kapur, air terjun, juga beragam gua.

Jika beruntung, Anda bisa menyaksikan banyak kupu-kupu melintas di sana. Wajar saja, ditemukan pertama kali oleh seorang ahli botani Inggris, Alfred Russel Wallace—Taman Nasional Bantimurung ini memang menjadi habitat bagi sekitar 250 jenis kupu-kupu. Saking populer disebut “Kerajaan Kupu-kupu”, Anda bahkan bisa menjumpai sebuah patung kupu-kupu raksasa di gerbang masuk TNB ini.

2. Rammang-Rammang

Foto:  www.kabar.news

Masih di kawasan Maros, Anda bisa melanjutkan perjalanan menuju Rammang-Rammang. Lokasinya ada di Desa Salenrang, Kecamatan Bontua. Sebenarnya, ini adalah sebuah tempat di gugusan pegunungan karst Maros-Pangkep.

Rammang-Rammang sendiri berasal dari bahasa Makassar, yang artinya “awan” atau “kabut”. Dinamakan demikian, sebab menurut penuturan penduduk setempat, awan/kabut selalu turun di sana, terutama di pagi hari atau ketika hujan.

Foto: www.exploresouthsulawesi.com

Tiba di Rammang-Rammang, Anda direkomendasikan untuk menjajal naik perahu motor, menyusuri sungai sembari menikmati keindahan bebatuan karst. Adapun beberapa tempat lain yang menarik di sana, seperti taman hutan batu kapur, Telaga Bidadari, Gua Bulu' Barakka’, Gua Telapak Tangan, Gua Pasaung, Sungai Pute dan Kampung Berua.

(Baca juga: Wisata Batu Karst Cantik di Rammang-Rammang)

3. Berburu Kuliner dan Pantai Losari

Foto: www.dream.co.id

Puas mengitari Maros, kini saatnya berbalik kembali ke pusat Kota Makassar. Di tengah perjalanan, jangan lupa singgah sebentar dan “berburu” kuliner khas, seperti pisang epe, coto Makassar, sop konro, hingga es pallu butung. Anda bahkan bisa makan malam atau sekadar nyemil, sembari mengunjungi spot wisata wajib Makassar, yakni Pantai Losari.

Foto: www.aura.co.id

Jika belum puas, Anda bisa kembali lagi ke sana di pagi hari, dan menjajal beberapa aktivitas menyenangkan seperti memancing, naik sepeda air, banana boat, naik perahu, jogging, atau sekadar menunggu Matahari terbit.

4. Benteng Rotterdam

Foto: www.makassar.tribunnews.com

Di hari kedua, cobalah untuk beranjak dari penginapan, maksimal pukul sembilan pagi. Dari sana, Anda bisa mengunjungi tempat wisata sejarah, Benteng Rotterdam—sembari mencari sarapan. Didirikan pada tahun 1545, benteng ini mulanya dibangun dengan campuran bahan tanah liat dan putih telur oleh raja ke-9 Kerajaan Gowa-Tallo; hingga akhirnya disempurnakan oleh raja ke-16.

Oh ya, mengintip bangunan benteng dari atas, jangan heran jika bentuknya menyerupai penyu yang sedang merangkak ke arah. Hal ini tentu bukan kebetulan, mengingat penyu dikatakan sebagai simbol Kerajaan Gowa-Tallo, yang diharapkan “berjaya” baik di lautan maupun daratan.

5. Tana Toraja

Foto: www.blog.gogonesia.com

Dari Benteng Rotterdam, perjalanan berlanjut menuju Tana Toraja. Perjalanan akan memakan waktu lama, jadi tidak ada salahnya Anda menjajal makan siang yang tersedia di beragam warung/restoran yang Anda temukan. Adapun mendekati Toraja, Anda akan disuguhkan pemandangan sawah maupun latar pegunungan yang cantik. Itu sebabnya, jangan ragu mengabadikan momentum di spot yang Anda anggap menarik.

Sekitar pukul empat/lima sore, Anda akan sampai di Kota Makale, kemudian berlanjut ke Rantepao. Jaga stamina Anda dengan cukup berjalan-jalan di seputar alun-alun; atau sekaligus mencari camilan dan makan malam. Umumnya, Anda akan menjumpai banyak penginapan dan turis di Kota Rantepao. Adapun beberapa pilihan kuliner yang layak coba, seperti pa’piang, menu daging ayam/babi dalam bambu yang dimasak dengan bumbu khas Toraja.

Sebagai informasi, destinasi di Tana Toraja terbilang sangat banyak. Untuk itu, Anda disarankan menyisihkan sekitar dua/tiga hari agar puas menjelajah.

(Baca juga: Kuliner Yang Wajib Dicoba Saat Jalan-jalan Ke Makassar)

6. Toraja Utara

Gunakan hari ketiga untuk mengeksplorasi Tana Toraja bagian utara. Adapun perjalanan pertama, dimulai dengan berkunjung ke Palawa dan menyaksikan deretan Tongkonan (rumah adat Toraja); lalu trekking santai di Lempo hingga negeri atas awan, Batutumonga.

Foto: www.torajaparadise.com

Di Batutumonga, Anda akan disuguhi hamparan awan yang luas, berpadu dengan keindahan bukit-bukit hijau yang menenangkan. Oh ya, selagi sempat, jangan lupa untuk mencicipi makan siang di sana, ya.

Selepas Batutumonga, Anda bisa langsung melaju ke Lokomata. Tidak seperti pemakaman lain di Toraja, Lokomata ini cenderung populer sebagai tempat penyimpanan jenazah. Dalam bahasa Toraja, lokomata berarti “lubang”. Itu sebabnya, sesuai namanya—Anda akan menjumpai kompleks bebatuan besar, yang di sisinya digali/dibaut lubang untuk meletakkan jenazah.

Foto: www.indonesia-tourism.com

Perjalanan hari ketiga lantas disudahi dengan kunjungan ke Kalimbuang Bori. Sebagai informasi, situs purbakala yang berada di Desa Bori, Kecamatan Sesean ini mulanya adalah area pemakaman. Tidak heran, jika di sana—sering diadakan upacara khusus kematian.

Dahulu, batu-batu besar yang berdiri dan terserak di banyak tempat digunakan sebagai “tiang” untuk mengikat hewan-hewan yang akan disembelih saat upacara. Nah, menurut penuturan orang sekitar, usia batu-batu tersebut bahkan sudah lebih dari ratusan tahun, lho.

Foto: www.torajaparadise.com

7. Toraja Selatan

Usai menyusuri Kalimbuang Bori, Anda disarankan untuk kembali ke penginapan, dan beristirahat. Keesokan harinya, perjalanan akan dilanjutkan dengan mengeksplorasi Toraja Selatan.

Sebagai destinasi awal, Anda bisa mengunjungi Lemo. Oleh warga sekitar, Lemo inilah—rumah para arwah. Tidak heran, Anda bahkan langsung dapat melihat beberapa jenazah yang disimpan, sekalipun di tempat terbuka. Oh ya, satu hal yang khas dari Lemo, yakni barisan tau-tau (boneka yang dibuat menyerupai dengan jenazah semasa hidupnya).

Foto: www.jelajahtoraja.blogspot.co.id

Beranjak dari Lemo, ini saatnya menuju Suaya. Suaya sendiri, merupakan tebing, makam raja-raja Sangalla dan beberapa keluarganya. Di sana, Anda bisa menemukan boneka tau-tau, serupa—hanya saja berusia lebih tua. Bahkan, ada tau-tau yang berusia hingga ratusan tahun. Menggunakan pakaian adat Toraja, tau-tau tersebut berjejer rapi di atas tebing. Di sampingnya, ada beberapa lubang dengan pintu kayu. Di sanalah, jenazah keluarga kerajaan Sangalla akan dimakamkan.

Foto: www.jpnn.com

Nah, tidak jauh dari Suaya, terdapat pula area pemakaman serupa. Hanya saja, di situs Tampang Allo—Anda akan melihat banyak makam gantung, erong (peti jenazah dengan bentuk binatang), tau-tau, tengkorak, serta tulang-belulang yang sudah berserakan. Tidak seperti kebanyakan area pemakaman, Tampang Allo sendiri merupakan sebuah gua alami.

Foto: www.tourtoraja.com 

Berkunjung ke Toraja, jangan lupakan soal Gua Londa—satu spot pemakaman yang paling populer di sana. Setidaknya, ada dua mulut gua, yang di dalamnya, dipenuhi peti jenazah yang masih baru maupun lama. Seperti halnya kuburan di Toraja, terdapat pual jejeran tau-tau.

Foto: www.makassar.tribunnews.com

Tujuan terakhir, yakni Kete Kesu. Ini merupakan satu kawasan desa wisata—dengan jajaran rumah Tongkonan dan lumbung. Di bagian belakangnya, Anda akan menjumpai area tebing pemakaman (hanging grave); sementara di sekelilingnya—terdapat kawasan perbukitan dan persawahan hijau yang menyegarkan mata.

(Baca juga: Samalona dan Kodingareng Keke, Pulau indah di kota Makassar)

Eksplorasi 3 Hari ke Dataran Tinggi Toraja

8. Jelajah Pantai Sekitar Makassar 

Foto: www.torajaparadise.com

Anda bisa “pulang” ke Makassar di sore hari atau justru menginap lagi semalam dan melanjutkan perjalanan pagi hari. Jangan lupa, sempatkan mampir untuk membeli oleh-oleh, terlebih Kopi Toraja yang begitu populer. Adapun, selepas melakukan penjelajahan budaya dan alam, inilah saatnya Anda mengeksplorasi keindahan pantai di sekitar Makassar.

Foto: www.hellomakassar.com

Setidaknya, ada beberapa lokasi pantai yang bisa Anda jangkau di hari kelima ini. Ini meliputi Pantai Akkarena, atau jika ingin memperpanjang waktu liburan, bisa berkunjung ke Pulau Samalona, Gusung, Kayangan, Lae-Lae, Kodingareng Keke, Bulupone, Dutungan, dan masih banyak lagi.

Previous Article
Catat Tanggal dan Siapkan Perjalanan, Inilah Sembilan Festival Budaya Hingga Akhir 2017!
Catat Tanggal dan Siapkan Perjalanan, Inilah Sembilan Festival Budaya Hingga Akhir 2017!

Ber-traveling sembari memahami kekayaan budaya sendiri? Yuk, segera catat tanggalnya dan siapkan perjalanan...

Next Article
Tak Perlu Jauh-jauh, 16 Tempat di Indonesia Ini Mirip Destinasi Mancanegara!
Tak Perlu Jauh-jauh, 16 Tempat di Indonesia Ini Mirip Destinasi Mancanegara!

Enggak perlu jauh-jauh ke luar negeri. Toh, ada beberapa daerah yang punya tempat wisata menyerupai destina...

Want more?

Visit our site

Discover