Catat Tanggal dan Siapkan Perjalanan, Inilah Sembilan Festival Budaya Hingga Akhir 2017!

August 10, 2017 Chatarina Komala

Ber-traveling sembari memahami kekayaan budaya sendiri? Yuk, segera catat tanggalnya dan siapkan perjalanan Anda!

Ada lebih dari 500 suku mendiami Indonesia. Masing-masing di antaranya, tentu memiliki budayanya yang khas. Tidak heran, untuk menjaga “semangat dan kecintaan” masyarakatnya, setiap daerah kerap menyelenggarakan festival budaya. Biasanya, festival budaya ini bersifat tahunan; dan sering kali diadakan bebarengan dengan perhelatan upacara adat tertentu, seperti halnya kematian, perkawinan, ruwatan, hingga hari jadi kota.

Begitu khas dan melibatkan seluruh elemen masyarakat, festival budaya lantas berkembang—dari upacara adat, menjadi atraksi wisata. Peminatnya pun banyak, meliputi wisatawan lokal maupun mancanegara. Nah, selagi sempat, berikut adalah sembilan festival budaya yang masih bisa Anda datangi, hingga akhir tahun 2017. Yuk, catat tanggalnya!

(Baca juga: 8 Festival Ini Adalah Alasan Anda Harus Traveling di Bulan Agustus)

1. Festival Budaya Lembah Baliem, Papua

Foto: www.nationalgeographic.co.id

Kapan lagi Anda bisa menjadi saksi sejarah festival paling eksotis di Indonesia?

Kendati sudah lewat (8-10 Agustus), Anda bisa, kok, mempersiapkan diri untuk menghadiri festival budaya ini, di tahun depan. Sebagai gambaran, di sana Anda akan menyaksikan langsung ratusan pria suku asli wilayah pegunungan tengah Papua yang “berperang” di depan mata. Mereka hadir dengan atribut budaya lengkap, seperti hiasan kepala, koteka, serta aksesori dan lukisan di wajah.

Tombak dan panah pun akan beterbangan di udara, diikuti seruan sorak-sorai penonton yang menambah ketegangan. Nah, selagi sempat, Anda bahkan bisa memotret dan mengabadikan momentum dengan kamera. Oh ya, selain atraksi peran, Anda juga bisa menyaksikan beragam tarian, karapan anak babi, permainan musik tradisional, peragaan cara memasak tradisional, tata cara pembuatan noken (tas rajut), pameran hasil kerajinan tangan, hingga mengikuti gelaran lomba panahan dan lempar sege (tombak).

2. Dieng Culture Festival, Jawa Tengah

Foto: www.viva.co.id

Dieng Culture Festival (Festival Kebudayaan Dieng)—berlangsung dari tanggal 4 Agustus hingga 6 Agustus 2017. Dapat dikatakan, ini merupakan festival budaya paling hits di kalangan wisatawan. Enggak heran, jika H-1 acara, sudah banyak pengunjung yang memadati kawasan Dataran Tinggi Dieng.

Sebenarnya, fokus dari festival gelaran Dinas Pariwisata Jawa Tengah dan warga sekitar ini, adalah ruwatan cukur rambut gembel (gimbal). Sebagai penyemarak, digelar beragam acara lain yang tidak kalah seru, seperti festival musik Jazz Atas Awan, pelepasan lampion, kembang api, dan pertunjukan seni tradisional.

3. Lampung Krakatau Festival, Bandar Lampung

Foto: www.otonomi.co.id

Berlokasi tidak jauh dari Jakarta, ini waktunya siap-siap mengunjungi Lampung Krakatau Festival (LKF), yang akan diadakan pada tanggal 25-27 Agustus 2017. Dengan mengusung tema “The Glory of Lampung Crown”; festival ini akan memperkenalkan beberapa destinasi wisata di Lampung, mulai dari Pulau Pahawang, Teluk Kiluan, Anak Gunung Krakatau, Air Terjun Putri Malu, hingga Taman Nasional Way Kambas.

 4. Rambu Solo, Toraja, Sulawesi Selatan

Foto: www.indonesiakaya.com

Rambu solo—dalam bahasa Toraja—berarti “asap yang mengarah ke bawah”. Biasa diadakan di bulan Juli hingga September, Rambu Solo merupakan upacara adat kematian warga Toraja, yang diadakan untuk “mengantarkan” arwah orang yang meninggal, menuju peristirahatan abadi bersama leluhur.

Beberapa orang juga menyebut Rambu Solo sebagai upacara penyempurnaan kematian. Di Toraja, mereka yang meninggal baru akan benar-benar dianggap tiada, jika seluruh tahapan upacara Rambu Solo sudah digenapi. Jika belum, orang-orang akan tetap menganggap mereka sebagai orang yang lemah atau sakit; sehingga akan diperlakukan selayaknya masih hidup.

Nah, dalam upacara adat ini, Anda bisa menyaksikan beragam atraksi budaya, seperti pementasan musik, tarian khas Toraja, dan Mapasilaga Tedong (adu kerbau). Adapun tidak sembarang kerbau akan digunakan di sini, melainkan kerbau bule (Tedong Bonga).

5. Pesta Budaya Tabuik, Pariaman, Sumatera Barat  

Foto: www.indonesiakaya.com

Tabuik—merupakan satu tradisi unik yang dimiliki masyarakat Kota Pariaman, Sumatera Barat. Diperkirakan akan diadakan pada tanggal 20 September hingga 1 Oktober 2017, perhelatan budaya ini akan melibatkan dua kelompok masyarakat, yakni Pasa (pasar) dan Subarang (seberang).

Tabuik  merupakan perwujudan makhluk legenda, bernama Buraq yang membawa peti jenazah di punggungnya. Konon, Buraq adalah kuda bersayap dan berkepala manusia, yang membawa jenazah Imam Hussein terbang, lalu menghilang di angkasa.

Imam Hussein, adalah cucu Nabi Muhammad SAW, yang wafat saat perang di Padang Karbala. Adapun pesta adat Tabuik diselenggarakan, untuk memperingati hari kematian Imam Hussein (Asyura) yang jatuh pada 10 Muharam.

6. Festival Reog Ponorogo, Jawa Timur

Foto: www.surabaya.tribunnews.com

Menjelang Bulan Suro (Bulan Muharam) masyarakat Ponorogo akan menggelar Festival Reog Nasional, sebagai bagian dalam pesta rakyat Grebeg Suro. Kabupaten Ponorogo sendiri, kerap kali mendapat julukan sebagai Kota (Bumi) Reog—mengingat di sanalah kesenian Reog pertama kali lahir.

Nah, dalam festival yang biasa digelar pada 10-16 Oktober ini, Anda akan menjumpai banyak kelompok seni tari, berikut para seniman Reog yang berasal dari beragam pelosok tanah air, seperti Madiun, Yogyakarta, Gunung Kidul, Kediri, Jember, hingga Surabaya. Mereka lantas menampilkan Tari Reog secara bergantian, dalam kurun waktu lima hari—demi memperebutkan Piala Presiden.

7. Festival Mahakam, Samarinda, Kalimantan Timur  

Foto: www.kaltim.tribunnews.com

Di tanggal 1 hingga 5 November 2017, siap-siap untuk menghadiri Festival Mahakam, sebuah perhelatan tahunan yang diprakarsai oleh Dinas Pariwisata Kota Samarinda. Setidaknya, ada sekitar 30 kegiatan akan “disajikan” dalam festival ini—mencakup lomba menyeberangi sungai, perahu, flying board, balap perahu klotok, hingga kirab, pertunjukan musik tradisional, pawai budaya, dan pameran UKM.

8. Festival Kora-kora,  Ternate, Maluku Utara

Foto: www.pewartanusantara.com

Setiap awal hingga pertengahan bulan Desember, Festival Kora-kora akan diadakan, terutama untuk memperingati hari jadi Kota Ternate. Di sana, Anda akan menemukan beragam kebudayaan Maluku Utara, seperti halnya kesenian daerah hingga sajian kuliner. Tidak ketinggalan, diselenggarakan pula beragam aktivitas bahari—seperti lomba perahu Kora-kora, foto bawah laut, lomba dayung perahu, dan pawai perahu hias.

Adapun Kora-kora merupakan jenis perahu tradisional yang besar, bertiang tiga, serta digerakkan dengan dayung dan layar. Kapasitasnya, kira-kira 40 hingga 100 orang. Kabarnya, nama “Kora-kora” ini diambil dari bahasa Spanyol, yakni carraca. Maklum saja, di masa pemerintahan Sultan Babullah (1570), kora-kora menjadi kendaraan armada perang untuk melawan Portugis.

(Baca juga: Mengantar Harapan ke Udara di Festival Lampion)

9.   Festival Danau Toba, Sumatera Utara

Foto: www.tripelaketoba.com

Akhiri tahun 2017 Anda dengan manis, lewat menghadiri Festival Danau Toba, di Sumatera Utara. Adapun tahun ini, festival akan diadakan di Bakkara, Kecamatan Baktiraja, Kabupaten Humbang Hasundutan.

Previous Article
Merayakan Kemerdekaan dalam Perbedaan
Merayakan Kemerdekaan dalam Perbedaan

Ada banyak cara merayakan euforia hari kemerdekaan. Seperti halnya, mengawali hari dengan upacara bendera d...

Next Article
Lima Hari Empat Malam Menjelajah Makassar
Lima Hari Empat Malam Menjelajah Makassar

Menyandang status sebagai kota metropolitan di Indonesia, Makassar bukan cuma soal masyarakatnya yang heter...

Want more?

Visit our site

Discover