Siapa Bilang Naik Kereta Api Ekonomi Tidak Nyaman? Ini Dia Enam Triknya!

September 26, 2017 Chatarina Komala

Pembenahan demi pembenahan terus dilakukan oleh PT KAI. Tidak heran, perjalanan dengan kereta api, sekalipun ekonomi kini sudah jauh lebih nyaman. Berbeda dengan dahulu, Anda tidak lagi akan menemukan penumpang berdiri, pedagang liar, atau justru pengamen. Apalagi, seluruh rangkaian kereta api jarak jauh juga sudah dilengkapi dengan pendingin udara dan jadwal yang pasti.

Adapun salah satu faktor penentu nyaman atau tidaknya perjalanan, adalah tempat duduk. Tidak menutup kemungkinan, ada spot kursi incaran yang kadang cepat habis/penuh dibanding lainnya. Biasanya, hal ini diakibatkan oleh posisi yang strategis atau justru punya pemandangan paling indah.

Nah, bagi Anda yang ingin nyaman menikmati perjalanan dengan kereta api, berikut adalah enam tipsnya.

 

Baca juga:

 

1. Siapa Anda?

Ilustrasi: www.traveltriangle.com

Ada banyak tipe penumpang kereta api. Itu sebabnya, sebelum menemukan kursi yang pas, Anda wajib mengenali karakter diri sendiri, seperti:

a. Gemar jalan-jalan. Kursi strategis Anda, ada di dekat bordes (11ABCD, 2ABCD, 12ABCD, dan 13ABCD). Bordes, merupakan ruangan yang ada di ujung gerbong. Biasanya, berfungsi sebagai tempat naik-turun penumpang atau akses antargerbong.

Adapun duduk di kursi ini akan memudahkan Anda bergerak ke mana-mana. Sayangnya, lokasi ini justru punya risiko tinggi, terpapar bau toilet, atau asap rokok. Sisi lain, guncangan juga akan lebih terasa sebab Anda ada di atas boogie (rangkaian roda kereta).  

b. Tipe ngantuk. Untuk kenyamanan, pilihlah kursi di tengah gerbong dan samping jendela.

c. Butuh ke toilet. Pilih tempat duduk di pinggir (B dan C). Tujuannya, memudahkan Anda bolak-balik ke toilet tanpa harus mengganggu orang di sebelah.

2. Perhatikan Guncangan

Ilustrasi: www.livemint.com

Bagi Anda yang sedang menempuh perjalanan jauh, besar-kecil getaran tentu amat berpengaruh pada kenyamanan. Solusinya, pilihlah kursi di bagian tengah gerbong.  

3. Ketenangan

Ilustrasi: www.finance.detik.com

Semakin dekat kursi dengan bordes, semakin besar pula risiko Anda terganggu akibat suara bising. Sebagai gantinya, pilih gerbong bagian tengah (gerbong tiga dan tujuh); atau yang setidaknya jauh dari Reska atau lokomotif.

4. Pilih Dekat Jendela atau Koridor?

Ilustrasi: www.shutterstock.com​

Setiap letak kursi punya sisi plus dan minusnya. Kursi di dekat jendela, misalnya. Menawarkan “sandaran” dinding dan colokan listrik. Selain itu, Anda juga bisa menikmati perjalanan dengan memandang ragam panorama di luar.

Sementara, kursi yang dekat dengan koridor menawarkan “akses” lebih praktis untuk pergi ke toilet atau sekadar berjalan-jalan di dalam gerbong. Anda juga bebas selonjoran, melipat, maupun meluruskan kaki. Namun, pada kursi ini, Anda tidak dapat dengan mudah bersandar ke dinding serta memiliki jarak dengan akses colokan. Di sisi lain, Anda juga berisiko tersenggol dan terganggu baik oleh orang sebelah atau justru mereka yang berlalu-lalang.

5. Panas atau Tidak?

Ilustrasi: www.dribbble.com

Hal ini berlaku bagi Anda yang menempuh perjalanan di siang atau sore hari. Tidak dapat dimungkiri, jendela merupakan penerima sinar Matahari yang paling tinggi. Dengan kata lain, mereka yang duduk di dekat jendela berisiko lebih tinggi terpapar radiasi panas atau silau.

 

Baca juga:

 

6. Ruang Gerak

Ilustrasi: www.blog.reservasi.com

Umum terjadi, lutut Anda kerap beradu dengan penumpang lain yang berhadapan. Nah, satu solusi mudah—ya dengan mencari kursi yang tidak punya “lawan” hadap.

Bagaimanapun, setiap orang membutuhkan ruang gerak yang lebih luas. Pun itu sebabnya, Anda disarnakan menghindari kereta dengan pola 3-3 (tiga kursi).  

 

Previous Article
Asyiknya Wisata Sejarah dan Budaya di Cirebon
Asyiknya Wisata Sejarah dan Budaya di Cirebon

Berjarak sekitar lima jam dari Jakarta, Kota Cirebon bisa Anda jadikan destinasi berakhir pekan yang menyen...

Next Article
15 Karya Arsitektur Megah yang Terinspirasi dari Alam
15 Karya Arsitektur Megah yang Terinspirasi dari Alam

Inspirasi untuk selalu berkarya, bisa datang dari mana saja. Tidak terkecuali, alam. Berikut adalah 16 kary...

Want more?

Visit our site

Discover