Asyiknya Wisata Sejarah dan Budaya di Cirebon

October 4, 2017 Chatarina Komala

Berjarak sekitar lima jam dari Jakarta, Kota Cirebon bisa Anda jadikan destinasi berakhir pekan yang menyenangkan, sekaligus ramah kantong.

Akses ke Kota Cirebon jadi jauh lebih mudah, sejak dibangunnya Tol Cipali. Pun itu sebabnya, kini—ada banyak hotel besar dan restoran dibangun di sana, berbarengan dengan meningkatnya jumlah pengunjung.

Cirebon sendiri bukan cuma soal kelezatan kulinernya yang memanja lapis lidah. Lebih jauh, kota ini kaya akan rekam jejak sejarah dan budaya. Nah, bagi  yang tertarik, berikut 13 destinasi wisata sejarah dan budaya di Cirebon yang bisa Anda kunjungi dalam waktu dua hari!

 

Baca juga:

 

1. Keraton Kasepuhan Cirebon

Foto: www.gotocirebon.com

Dibangun pada tahun 1529 M oleh Pangeran Mas Zainul Arifin, sebenarnya keraton ini dulu bernama Pakungwati. Nama tersebut diambil dari istri Sunan Gunung Jati, Ratu Dewi Pakungwati binti Pangeran Cakrabuana.

Jika ditelusuri lebih lanjut, keraton ini dibangun dalam masa peralihan Hindu ke Islam di Cirebon. Hal tersebut kentara pada model gapura yang menyerupai pura. Di dalamnya, Anda bisa menemukan beberapa pendopo, gapura lain, hingga Taman Dewandaru yang indah.

2. Museum Kereta Singa Barong

Foto: www.travel.kompas.com

Masih dalam satu kawasan Keraton Kasepuhan Cirebon, cobalah berkunjung ke Museum Kereta Singa Barong. Ini merupakan tempat penyimpanan kereta raja dengan bentuk khas, yakni singa bersayap. Adapun selain kereta, Anda juga bisa melihat banyak benda-benda bersejarah seperti gamelan atau justru lukisan Prabu Siliwangi.

3. Museum Benda Kuno

Foto: www.indonesiakaya.com

Sesuai namanya, museum ini menyimpan aneka benda kuno koleksi kerajaan, hingga rampasan saat perang. Adapun barang-barang tersebut tidak hanya berasal dari Indonesia (Cirebon), melainkan juga negara lain seperti Tiongkok, India, Turki, Prancis, hingga Belanda.

4. Keraton Kacirebonan

Foto: www.indonesiakaya.com

Cukup berjalan kaki dari Keraton Kasepuhan, Anda bisa melanjutkan perjalanan ke Keraton Kacirebonan. Dari segi usia, keraton ini terbilang paling muda; apalagi jika dibandingkan dengan Keraton Kasepuhan dan Kanoman.

Sebenarnya, Kacirebonan  merupakan “pecahan” dari dua keraton sebelumnya, yakni Kanoman dan Kesepuhan. Meski terbilang kecil, keraton yang dibangun di tahun 1800 M ini menyimpan beragam koleksi keris, keramik, guci, topeng, hingga benda-benda pusaka.

5. Keraton Kanoman

Foto: www.nasional.republika.co.id

Keraton Kanoman berjarak tidak jauh dari Pasar Kanoman. Di sana, Anda tidak wajib, kok, membeli tiket. Namun, harus menggunakan jasa pemandu, ya. Adapun beberapa tempat unik yang wajib didatangi, yakni sumur keramat dan Witana (titik 0 Kota Cirebon). Nah, mumpung masih di sana, jangan lupa sempatkan diri berkunjung ke Museum Keraton Kanoman, ya. Ada banyak koleksi benda pusaka milik keraton, serta hadiah keramik dari negeri Tiongkok dipajang di sana.  

6. Gua Sunyaragi

Foto: www.jabar.pojoksatu.id

Gunakan angkutan umum setempat untuk menjangkau Gua Sunyarangi. Destinasi wisata wajib di Cirebon ini merupakan tempat beristirahat dan meditasi pada sultan dan keluarganya. Adapun sunya berarti sepi, sementara ragi bermakna raga.

Sempat dirusak di tahun 1787, kompleks Gua Sunyarangi diperbaiki kembali di tahun 1852. Kendati disebut “gua”, tempat ini terbuat dari tumpukan batu karang putih yang dibangun menyerupai candi. Tidak ketinggalan, terdapat juga bangunan baru menyerupai panggung—yang sering kali digunakan sebagai tempat pertunjukan seni tari tradisional.  

7. Desa Batik Trusmi

Foto: www.mommiesdaily.com

Berkunjung ke Cirebon belumlah lengkap, tanpa membawa pulang batik sebagai oleh-oleh. Apalagi, Cirebon populer dengan motif batik khasnya, yakni megamendung.  Nah, selain mememukan banyak penjual batik, Anda juga bisa berwisata kuliner dengan mencicipi jajanan pinggir jalan khas Cirebon.  

8. Pasar Kanoman

Foto: www.cirebontrust.com

Merasa lapar tetapi bingung ingin makan di mana? Yuk, bergeser ke Pasar Kanoman. Di sana, Anda bisa menemukan banyak hidangan khas, serta membeli oleh-oleh makanan.

9. Klenteng Talang

Foto: www.disparbud.jabarprov.go.id

Nama talang, bermakna “orang besar”—mengingat pembangunan klenteng ditujukan untuk menghormati tiga laksamana besar utusan Kaisar Ming yang mendarat di Cirebon dan membangun beragam tempat perkumpulan untuk orang Tionghoa. Berlokasi di Kampung Keprabon, hingga kini bangunan klenteng masih asli dan belum pernah dipugar.

10. Masjid Merah Panjunan

Foto: www.regional.liputan6.com

Sesuai namanya, di sana Anda akan menemukan warna merah bata yang mendominasi bangunan masjid. Keunikan lainnya, masjid ini dibuat menyerupai pendopo Jawa dan tidak memiliki dinding, kubah, dan menara.

11. Wihara Dewi Welas Asih

Foto: www.cireboninternet.com

Menjadi klenteng tertua di Cirebon—Tiau Kak Sie, kini disebut Wihara Dewi Welas Asih—diperkirakan telah berdiri sejak tahun 1595. Anda dapat mengunjungi klenteng ini di Jalan Kantor No. 2, tepatnya di seberang gedung BAT.  

 

Baca juga:

 

12. Masjid Agung Sang Cipta Rasa

Foto: www.cirebonmedia.com

Masih berada dalam kompleks Keraton Kasepuhan, Masjid Agung Sang Cipta Rasa kaya akan sejarah perkembangan Islam di Kota Cirebon. Adapun beberapa keunikan terlihat pada pintu masuk yang didesain rendah, hingga keberadaan sumber air yang konon dianggap sama dengan air zam-zam di Mekah.

13. Makam Sunan Gunung Jati

Foto: www.travel.kompas.com

Berada di Jalan Raya Sunan Gunung Jati, Kalisapu Cirebon, Anda bisa menemukan sembilan tingkat serta paduan arsitektur Jawa, Arab, dan Tiongkok.

Previous Article
Menjajal Sepuluh Co-working Spaces Jakarta yang Menunjang Produktivitas
Menjajal Sepuluh Co-working Spaces Jakarta yang Menunjang Produktivitas

Perkembangan teknologi memungkinkan Anda tidak lagi butuh datang ke kantor untuk bekerja.

Next Article
Siapa Bilang Naik Kereta Api Ekonomi Tidak Nyaman? Ini Dia Enam Triknya!
Siapa Bilang Naik Kereta Api Ekonomi Tidak Nyaman? Ini Dia Enam Triknya!

Asalkan pintar memilih tempat duduk, perjalanan dengan kereta api ekonomi juga bisa tetap nyaman, lho.

Want more?

Visit our site

Discover