Lima Tujuan Wisata Populer yang Harus Anda Kunjungi di Indonesia

November 6, 2017 Chatarina Komala

Mengapa harus pergi ke luar negeri, jika ada banyak tempat cantik di Indonesia yang bisa dikunjungi?

Pertanyaan ini mungkin ada di benak banyak orang Indonesia. Di tengah tren liburan ke luar negeri, Anda harus tahu: ada banyak tempat indah di sini yang bisa dikunjungi. Tidak dapat dimungkiri, Indonesia kaya akan beragam panorama alam, budaya, hingga sejarah.

Berikut adalah lima lokasi dan jenis wisata yang harus Anda kunjungi selagi jadi “orang” Indonesia.

 

1. Tur Candi

Ilustrasi: www.borobudurpark.com

Doyan traveling keliling Indonesia tapi tidak pernah mengunjungi satu pun candi? Jika begitu, perjalanan Anda belumlah komplet!

Di Indonesia, Anda bisa mengunjungi dua candi megah yang juga menjadi ikon Indonesia, yakni Candi Borobudur dan Candi Prambanan. Adapun menjadi candi terbesar di Indonesia, bahkan dunia--Borobudur masuk ke dalam tujuh keajaiban dunia. Adapun candi ini memiliki 304 patung Buddha, 72 stupa, dan satu stupa utama. Candi ini dibangun sekitar tahun 824 M, atau setidaknya 300 tahun sebelum Angkor Wat, Kamboja; dan 400 tahun sebelum banyak katedral di Eropa dibangun.

Menapaki setiap anak tangga candi, Anda akan disuguhi panorama indah pegunungan kawasan Borobudur. Dari puncaknya, akan tampak Bukit Menoreh, Sumbing dan Gunung Sindoro, hingga Gunung Merbabu--serupa benteng penjaga yang melindungi Borobudur.

Dari Candi Borobudur, Anda juga bisa mengunjungi Candi Prambanan. Dibangun pada abad ke sepuluh, candi ini pertama kali ditemukan oleh seorang Belanda, C.A. Lons di 1733. Namun, berbeda dengan Candi Borobudur, Candi Prambanan adalah candi Hindu terbesar di Asia Tenggara, yang juga ditunjuk sebagai warisan dunia oleh UNESCO. Adapun tidak hanya bisa menikmati keindahan candi. Di sini, Anda juga bisa menyaksikan pertunjukan Sendratari Ramayana yang digelar setiap malam bulan purnama.

Ada satu fakta menarik tentang Prambanan. Banyak orang menyebutnya sebagai "Candi Seribu" lantaran ada begitu banyak candi di daerah Prambanan. Mitos lokalnya: jumlah besar candi ini diyakini berkaitan dengan kisah Roro Jonggrang, seorang putri yang meminta seribu candi dalam satu malam sebagai syarat menikah dengan seorang raja kejam bernama Bandung Bondowoso. Pada akhirnya, Bandung Bondowoso gagal membuat seribu candi. Lantaran kesal telah ditipu, ia pun mengutuk Roro Jonggrang menjadi candi ke-seribu.

 

2. Keliling Kota Yogyakarta

Ilustrasi: www.ksmtour.com

Sembari berkeliling kota, cobalah mengunjungi Keraton Yogya atau dikenal juga dengan “Kraton Yogyakarta”. Bukan hanya sebagai istana dan tempat tinggal raja, Keraton Yogya juga dianggap sebagai penjaga dan “museum” hidup budaya Jawa. 

Keraton Yogyakarta dibangun oleh Pangeran Mangkubumi pada tahun 1755. Bagi kebanyakan orang Yogyakarta, istana ini dianggap sebagai tempat suci, sekaligus pusat garis imajiner yang menghubungkan Parangtritis (selatan) dan Gunung Merapi (utara).

Ada banyak hal yang bisa Anda lihat di istana ini. Misalnya, senjata, foto, miniatur, replika, kereta kuda; pertunjukan seni; hingga aktivitas para bangsawan yang sedang melakukan tugasnya.

Jika masih kurang, Anda dapat mengunjungi Jalan Malioboro, yang letaknya tidak jauh dari sana. Jalan Malioboro telah difungsikan sebagai "surga belanja" wisatawan lokal dan mancanegara. Anda bisa melihat penjual aneka barang yang berjajar sepanjang 2,5 kilometer. Seluruhnya, ditawarkan dengan harga yang terjangkau.  

Takut menghabiskan banyak uang? Tenang, yang satu ini, enggak butuh banyak uang, kok. Pasalnya, Anda bisa langsung menikmati suasana Yogyakarta, dengan jalan santai di area pejalan kaki, menikmati musik tradisional, dan kreasi para seniman yang sangat menarik ketika malam.

 

3. Dataran Tinggi Dieng (Dieng Plateau), Jawa Tengah

Ilustrasi: www.vebma.com

Terletak di Wonosobo, Jawa Tengah-tepatnya pada ketinggian di atas 2.000 mdpl, Dataran Tinggi Dieng menyediakan banyak tempat wisata, seperti candi, kawah, danau, air terjun, dan museum. Nama "Dieng" berasal dari bahasa Sanskerta "di" yang berarti "tempat tinggi", dan "Hyang" yang berarti "nenek moyang atau dewa". Dengan kata lain, Dieng bisa berarti "tempat para dewa".

Ada satu panorama khas Dieng; yakni ketika banyak pengunjung menyaksikan Matahari terbit yang merayap naik, dari puncak Gunung Sikunir (The Best Golden Sunrise in Asia). Di sini, Anda juga bisa menikmati panorama tiga gunung di dekatnya, seperti Gunung Prau, Gunung Sindoro, dan Gunung Sumbing.  

Jangan lupa rasakan keindahan Indonesia yang terlihat jelas melalui pesona Telaga Warna. Ini adalah salah satu tempat favorit di Dieng, karena lokasinya yang strategis dan keunikannya.

 

4. Gunung Bromo, Jawa Timur

Ilustrasi: www.twisata.com

Gunung Bromo terletak dan diapit oleh empat kabupaten, seperti Malang, Pasuruan, Probolinggo, dan Lumajang. Adapun "Bromo" berasal dari "Brahma", salah satu dewa dalam agama Hindu. Secara geografis, Bromo merupakan salah satu gunung berapi yang terletak di ketinggian 2.329 mdpl, dan populer dengan pemandangan alamnya saat matahari terbit datang.

Ada beberapa tujuan wisata yang bisa Anda nikmati di Gunung Bromo. Orang biasanya datang menyaksikan matahari terbit yang indah dari Puncak Pananjakan; menikmati padang pasir yang luas seperti "Gurun Sahara" di Lautan Pasir Bromo dan "Pasir Berbisik" nya; atau merasakan sensasi sabana di "Bukit Teletubbies". Masih satu daerah, Anda juga bisa mengunjungi tempat-tempat indah lainnya, seperti Ranu Kumbolo, Air Terjun Madakaripura, bahkan mendaki gunung tertinggi di Pulau Jawa, Gunung Semeru.

 

5. Jakarta

Ilustrasi: en.wikipedia.org

Sebagai ibu kota Indonesia-Jakarta juga telah menjadi kota terbesar, dengan populasi penduduk lebih dari sepuluh juta. Awalnya, Jakarta disebut Sunda Kelapa Jakarta-yang sekitar tahun 1527, berganti nama menjadi Jayakarta. Di zaman penjajahan Belanda, nama ini lantas diubah menjadi Batavia (1619), lalu kembali ke Jakarta saat Indonesia mendapat kemerdekaannya. Kini, Anda bisa menemukan jejaknya dalam rangkaian tur, seperti kunjungan ke pelabuhan Sunda Kelapa atau Sunda Kalapa dan Kota Tua.

Bergeser dari Pelabuhan Sunda Kelapa, Anda bisa mengunjungi "Kota Tua Jakarta" yang secara resmi dikenal sebagai "Old Batavia" atau "Kota Tua". Ada banyak bangunan tua yang dapat Anda temukan di sini, sebab dahulu, di sinilah pusat administrasi Hindia Belanda.

Pada akhirnya, menikmati Jakarta tidak lengkap tanpa sampai ke Monumen Nasional (populer disebut "Monas"). Pembangunannya dimulai pada tahun 1961, di bawah komando presiden Indonesia pertama, Ir. Soekarno.  

Previous Article
Tujuh Kota di Indonesia yang Cocok untuk Berbulan Madu
Tujuh Kota di Indonesia yang Cocok untuk Berbulan Madu

Sudah punya rencana menikah tetapi bingung menentukan lokasi bulan madu?

Next Article
Empat Hal yang Tidak Akan Anda Temukan Kecuali di Gunung Ijen
Empat Hal yang Tidak Akan Anda Temukan Kecuali di Gunung Ijen

Salah satu primadona Gunung Ijen adalah api biru-nya yang memesona. Kabarnya, fenomena blue fire ini hanya ...

Want more?

Visit our site

Discover