Menikmati Koleksi Seni Modern dan Kontemporer di Museum MACAN

November 14, 2017 Chatarina Komala

Foto: www.harpersbazaar.co.id

Museum MACAN berdiri atas prakarsa Haryanto Adikoesoemo--seorang kolektor seni sekaligus pengusaha asal Indonesia. Pada pameran pertama, akan ditampilkan sekitar 90 karya dari 800 koleksi pribadi seni rupa modern Indonesia, seni modern, dan kontemporer dari seluruh dunia--yang dikumpulkan Haryanto selama 25 tahun.

Adapun museum ini, menempati sebuah bangunan dnengan total luas empat ribu meter persegi. Bangunan maupun isinya, dirancang dengan gaya kontemporer dengan tujuan menjadi pusat pembelajaran seni lewat koleksi yang dipamerkan, sekaligus program yang ditawarkan. Misalnya, aneka lokakarya dan seri kuliah. Bahkan, MACAN disebut-sebut sebagai institusi pertama yang memberikan akses publik terhadap koleksi seni modern dan kontemporer, baik di Indonesia maupun dunia.

Di sana, Anda bisa menjumpai aneka lukisan karya maestro Indonesia dan mancanegara, seperti halnya Raden Saleh, Affandi, Andy Warhol, Cai Guo Qiang, dan masih banyak lagi.

 

Baca juga:

 

Menjelajahi Isi Museum

 

Foto: www.peluangproperti.com

Dibuka untuk segala usia, Museum Macan menyediakan ruang seni khusus bagi anak untuk bermain dan belajar tentang seni. Bagi Anda yang membawa anak-anak, bisa mengajak mereka untuk mengeksplorasi seni di sekitar area publik, yang terletak di bagian depan museum.

Sedikit beranjak masuk ke ruangan koleksi, visual Anda akan dimanjakan dengan “taman patung” seluas 500 meter persegi. Di bagian sisinya, tampak panorama Jakarta Barat yang bisa Anda saksikan dari balik kaca transparan. Di sanalah, Anda bisa menikmati beberapa patung berukuran besar.

Dalam pameran pembukaannya, aneka koleksi Museum Macan terbagi dalam empat tahap. Pengunjung akan dibawa masuk dan mengarungi seni di empat masa penting, yakni kemerdekaan Indonesia, setelah kemerdekaan, era transisi, dan globalisasi. Seluruhnya, memiliki tema dan keunikannya masing-masing.

 

Foto: www.nationalgeographic.co.id

Pada era sebelum kemerdekaan, misalnya. Anda bisa menjumpai ragam koleksi yang berasal dari abad ke-19 hingga awal abad ke-20. Koleksinya, berasal dari para seniman asal Eropa dan Asia Tenggara; bahkan seniman lokal seperti Raden Saleh dan I Gusti Nyoman Lempad.

Sementara itu, di babak kemerdekaan dan sesudahnya, para seniman banyak menampilkan tema nasionalisme. Tujuannya, memberikan dorongan moral untuk masyarakat.

 

Baca juga:

 

Menjalin Keanggotaan

Foto: Kompas Travel

Untuk masuk dan menikmati aneka koleksi seni di sana, Anda perlu membayar tiket seharga Rp50 ribu (orang dewasa), Rp40 ribu (lansia), dan Rp30 ribu untuk anak-anak. Semetara itu, ada keanggotaan museum yang bersifat tahunan--seharga Rp300 ribu (orang dewasa), Rp180 ribu (pelajar), dan Rp750 ribu (per keluarga).

Nah, dengan mendaftarkan diri sebagai anggota museum (MACAN Society), Anda bisa mendapatkan beragam keuntungan. Misalnya, tiket masuk harian gratis, hingga diskon untuk belanja di kafe dan toko museum. Itu pun belumt ermasuk diskon tiket masuk untuk teman serta undangan untuk melihat pameran.

Previous Article
Pesona Malam di Semarang
Pesona Malam di Semarang

Ketika gelap merangkak naik, Semarang berganti wujud menjadi kota nan cantik yang bisa Anda nikmati sembari...

Next Article
Berwisata ke Lombok Enggak Perlu Keluar Banyak Uang, Yuk, Kunjungi Lima Destinasi Berikut!
Berwisata ke Lombok Enggak Perlu Keluar Banyak Uang, Yuk, Kunjungi Lima Destinasi Berikut!

Kata siapa pergi ke Lombok harus punya banyak uang? Yuk, kunjungi lima destinasi wisata murah berikut!

Want more?

Visit our site

Discover