Eksotisme Flora dan Fauna di Pulau Peucang

November 22, 2017 Chatarina Komala

Foto: www.commons.wikimedia.org

Rutinitas harian kerap kali membuat Anda merasa jenuh, tertekan, atau ingin melarikan diri. Nah, bisa dikunjungi di akhir pekan, Pulau Peucang dapat Anda jadikan satu destinasi “melarikan diri” yang menyenangkan. Di sana, Anda akan disuguhkan hamparan pasir putih yang memikat mata; pesona laut biru nan jernih, berikut mengeksplorasi ragam flora dan fauna.

 

Baca juga:

 

Pulau Peucang sendiri, ada di Selat Panaitan, Pandeglang, Banten. Sebenarnya, pulau ini merupakan bagian dari Taman Nasional Ujung Kulon. Nah, secara etimologis, peucang berasal dari nama hewan sejenis siput--disebut mata peucang--yang dahulu banyak ditemukan di pulau ini. Versi lain, peucang berarti kancil (dalam bahasa Sunda).

 

Foto: www.peucangisland.com

Untuk mencapai Pulau Peucang, Anda membutuhkan tujuh hingga delapan jam perjalanan dari Jakarta. Itu pun belum selesai, sebab Anda masih harus menyeberang lagi ke sana menggunakan kapal. Namun, jangan khawatir. Sebab seluruhnya akan terbayar begitu Anda menjejakkan kaki di sana. Begitu sampai, Anda akan disambut oleh pasir yang putih dan air laut yang jernih. Bahkan, saking jernihnya, Anda bisa langsung melihat ikan warna-warni dari atas kapal!

 

Hutan dan Pantai

Ada dua lokasi wisata yang bisa Anda nikmati di Pulau Peucang. Kalau tadi Anda dimanjakan dengan pesona pantainya, kini saatnya mengeksplorasi wilayah hutan. Hutan di Pulau Peucang sendiri masuk dalam kategori hutan primer alami. Jadi, jangan bayangkan sekadar kumpulan pepohonan besar.

 

Foto: www.peucangisland.com

Adapun di sanalah habitat ideal beragam satwa langka. Jika beruntung, Anda bisa bertemu salah satun dari badak Jawa, banteng, burung, dan lain sebagainya. Pantai di Pulau Peucang sendiri dijamin cantik--sebab dilengkapi juga dengan gugusan terumbu karang yang indah.

 

Baca juga:

3 Lokasi Kemping di Jawa Barat Yang Wajib Anda Datangi

Body Rafting Seru di 3 Sungai Indah Jawa Barat

10 Tempat Romantis Mengatakan "Yes, I Do"

 

Pada akhirnya, berjalan menyusuri hutan, mengunjungi Karang Copong, berenang, snorkeling, atau sekadar duduk santai meinkmati Matahari terbit dan tenggelam--bisa jadi satu alternatif membuang penat dan melarikan diri yang menyenangkan. Beberapa tips yang harus Anda perhatikan, yakni soal kemungkinan satwa liar yang bisa Anda temukan di sana. Tidak perlu khawatir, sebab umumnya mereka tidak akan bertindak agresif (kecuali diganggu). Hindari pula sembarang meletakkan barang dan lupa mengunci pintu. Pasalnya, monyet liar kerap kali masuk mencuri barang atau justru mengacak-acak kamar.

Satu lagi, jangan lupa menggunakan losion antinyamuk, atau mengantisipasinya dengan obat pencegah malaria saat perjalanan ke Karang Copong, ya.

Previous Article
Ssst, Sentul Juga Punya Green Canyon, Lho!
Ssst, Sentul Juga Punya Green Canyon, Lho!

Siapa bilang Green Canyon cuma ada di Pangandaran, Jawa Barat? Di Sentul, Anda bisa menemukan Green Canyon ...

Next Article
Menyambangi Naga Purba di Timur Indonesia
Menyambangi Naga Purba di Timur Indonesia

Tidak hanya terkonsentrasi di Pulau Komodo, jejak naga purba di Indonesia juga ada di Pulau Rinca, sebuah p...

Want more?

Visit our site

Discover