Stop Mi Instan, Bawa Tujuh Bekal Makanan Ini untuk Mendaki Gunung!

December 27, 2017 Chatarina Komala

Geliat tren mendaki gunung memang semakin meningkat. Alih-alih kapok, banyak orang justru ketagihan dan merasa tertantang untuk mengeksplorasi gunung lainnya. Adapun keselamatan menjadi hal paling penting yang harus diperhatikan ketika mendaki gunung. Salah satunya, soal perbekalan dan candangan makanan.

Menu mi instan lantas menjadi bekal paling umum yang ditemukan pada hampir seluruh pendaki gunung. Padahal, kendati praktis--mi instan bukanlah menu yang baik untuk perjalanan. Bagaimanapun, mendaki gunung menjadi aktivitas wisata yang butuh stamina ekstra. Untuk mendukung tenaga tetap prima, Anda membutuhkan asupan makanan yang bergizi dan mumpuni. Berikut adalah beberapa rekomendasi makanan yang bisa Anda bawa ketika mendaki gunung.

 

1. Sereal

Ilustrasi: www.thebrokevaper.ca

Namanya orang Indonesia, belumlah lengkap jika satu hari tidak menyantap nasi. Namun, membawa beras dan memasaknya di gunung bukanlah keputusan yang bijak. Selain berat, memasak beras juga boros air. Sebagai penggantinya, Anda bisa mengonsumsi sereal.

Mengandung karbohidrat dalam jumlah tinggi, sereal juga mengandung beberapa nutrisi lain, seperti protein, lemak, zat besi, vitamin, hingga serat. Sebagai pelengkap, jangan lupa tambahkan susu.

Nah, sebagai alternatif pengganti nasi lainnya, Anda bsia membawa umbi (singkong) atau justru kentang. Cara memasaknya, bisa dibakar di api unggun, lalu langsung dinikmati.

 

2. Oatmeal

Ilustrasi: www.macheesmo.com

Memasak mi instan memang praktis dan enak. Namun, mi instan mengandung gizi yang rendah. Apalagi, mendaki gunung membutuhkan banyak tenaga. Selain itu, meletakkan mi instan di carrier juga akan memakan banyak tempat. Sebagai penggantinya, Anda bisa mengonsumsi oat yang sama-sama praktis, tetapi tetap memberikan asupan energi yang cukup.

 

3. Sosis, Abon, dan Kering Tempe/Kentang

Ilustrasi: www.tribunnews.com

Mendaki gunung juga butuh asupan protein. Untuk mencukupinya, biasanya pendaki kerap membawa telur dan sarden. Hanya saja, membawa keduanya tentu akan memakan banyak tempat; bahkan mengakibatkan sampah yang menyusahkan. Sebagai penggantinya, Anda bisa membawa sosis, abon, atau beberapa menu yang sudah matang dan tahan lama--seperti kering tempe atau kentang.

 

4. Madu dan Cokelat

Ilustrasi: www.healthyleo.com

Makanan manis kerap dibutuhkan untuk menambah energi melakukan pendakian. Nah, beberapa jenis makanan penambah energi yang bisa Anda bawa yakni madu dan cokelat. Adapun selain menambah energi, madu juga bisa dimanfaatkan sebagai obat sekaligus mengolesi bibir agar tidak pecah-pecah. Keduanya sama-sama ringan dan berguna, bukan?

 

5. Camilan Sehat

Ilustrasi: www.cdkitchen.com

Aneka camilan seperti chiki atau keripik memang nikmat disantap bareng. Namun, selain tidak sehat--camilan ini juga akan memakan tempat. Sebagai gantinya, Anda bisa membawa biskuit atau cokelat kecil; cereal bar, atau kurma dan gula merah.

 

6. Minuman

Ilustrasi: www.water.org.uk

Agar tetap berstamina, kebutuhan air Anda harus tercukupi. Satu cara termudah dan paling praktis, adalah membawa air putih. Selain itu, Anda juga bisa membawa air gula merah untuk menambah stamina. Hindari membawa bir atau justru minuman keras untuk menghangatkan tubuh. Sebagai gantinya, Anda bisa memanfaatkan wedang jahe atau cairan elektrolit.

 

7. Oralit

Ilustrasi: www.hellosehat.com

Cara cepat mengganti cairan ion dalam tubuh adalah dengan memanfaatkan oralit. Cara mendapatkannya pun mudah--yakni dijual di apotek terdekat. Cukup campurkan satu buah kapsul oralit dengan satu botol air mineral, kocok hingga larut.

 

  

Previous Article
Menikmati Pesona Danau Biru di Indonesia
Menikmati Pesona Danau Biru di Indonesia

Penasaran di mana saja Anda bisa berfoto dengan latar belakang danau biru yang memesona?

Next Article
Liburan ke Bali, Yuk, Coba Delapan Kuliner Favoritnya!
Liburan ke Bali, Yuk, Coba Delapan Kuliner Favoritnya!

Sedang atau punya rencana liburan ke Bali? Jangan hanya berkunjung ke lokasi wisatanya, ya. Yuk, coba delap...

Want more?

Visit our site

Discover