Luk Panenteng dan Potensi Wisata Alami Sulawesi Tengah

January 3, 2018 Chatarina Komala

Ilustrasi: www.drbudi.blogspot.co.id

Berada di kawasan tropis; dan dikelilingi banyak pegunungan--tidak heran jika Indonesia seolah menjadi “surga” bagi penikmat wisata alam, seperti hutan dan pegunungan. Beberapa di antaranya bahkan belum terjamah dan terkespos publik; sehingga dapat dipastikan masih asri, segar, dan tentu saja: alamiah.

Nah, jika Anda tergolong orang yang doyan berpelesir; tidak ada salahnya untuk mengunjungi Mata Air Luk Panenteng; atau yang kerap dikenal sebagai “Labuan Cermin” dari Sulawesi Tengah. Disebut demikian, sebab Luk Panenteng ini memang memiliki mata air berwarna biru yang sangat jernih. Saking jernihnya, Anda bahkan bisa secara langsung melihat bebatuan karang di dasarnya; dan saat menaiki perahu terlihat seperti “melayang”. Belum lagi, soal hutan-hutan; serta bebatuan besar yang mengelilinginya. Nyaris, seolah “belum tersentuh” manusia.

Bukan hal yang aneh, memang. Pasalnya, potensi wisata mata air ini memang belum dikelola resmi oleh pemerintah. Itu sebabnya, popularitas Mata Air Luk Panenteng memang tidak sebesar objek wisata lainnya. Namun, harus diakui, hal ini juga punya sisi positif, lho. Selain minimnya keberadaan tangan jahil yang berpotensi merusak; keasrian dan kebersihannya pun masih terjaga. Oh ya, satu lagi--lantaran tidak ada pihak yang secara resmi mengelola tempat ini, pengunjung yang datang pun tidak dibebani tiket masuk. Kendati demikian, tetap menjadi kewajiban seluruh orang yang datang, untuk menjaga Luk Panenteng dengan baik, ya.

Objek wisata Mata Air Luk Panenteng sendiri ada di Kecamatan Bulagi Utara, Kabupaten Banggai Kepulauan, Sulawesi Tengah.  Setidaknya, ada beberapa cara untuk menuju ke sana, meliputi:

1. Naik pesawat dari Bandara Mutiara SIS Al-Jufrie, Palu; pilih penerbangan menuju Luwuk.

2. Setelah sampai, perjalanan bisa dilanjutkan menuju Salakan, menggunakan kapal laut. Lama perjalanan, kira-kira satu jam.

3. Perjalanan berlanjut ke Kabupaten Banggai, melalui jalur darat. Waktu tempuh kira-kira dua jam.

4. Sampai di Kabupaten Banggai; kamu bisa melanjutkan perjalanan ke Mata Air Luk Panenteng. Dari pintu utama; hanya perlu berjalan kaki selama 20 menit, untuk sampai di mata airnya.

Adapun aktivitas yang bisa Anda lakukan di sana beragam. Ini mencakup tracking; menjelajah hutan yang masih asri; naik perahu untuk merasakan sensasi “melayang” lantaran airnya yang jernih; berendam dan berenang; atau justru duduk di tepian dan menikmati pemandangan. Sebagai rekomendasi, spot terbaik di objek wisata Mata Air Luk Panenteng sendiri ada di pagi hari (terutama di musim kemarau, atau tidak hujan). Nah, bagi Anda yang tidak mau ketinggalan panorama mata air yang cantik dan elegan--wajib datang saat pagi.

Satu tips tambahan, jangan lupa untuk mempersiapkan bekal (bisa dibeli sejak di bandara; atau di sekitar kota) untuk mencegah rasa lapar maupun haus ketika dalam perjalanan menuju Mata Air Luk Panenteng. Pada akhirnya, bagi Anda yang khawatir tersesat dalam perjalanan, disarankan pula untuk menggunakan GPS di smartphone (ponsel pintar); atau justru mencoba cara yang lebih praktis dan mudah: bertanya dan jika perlu: minta panduan pada warga sekitar. Hitung-hitung belajar berinteraksi dengan masyarakat lokal, bukan?

 

Previous Article
Sensasi Belanja di Delapan Pasar Apung Indonesia
Sensasi Belanja di Delapan Pasar Apung Indonesia

Tidak perlu jauh-jauh ke luar negeri untuk merasakan sensasi belanja di pasar apung. Yuk, kunjungi delapan ...

Next Article
Mengapa Orang Indonesia Doyan Berfoto dengan Turis Asing?
Mengapa Orang Indonesia Doyan Berfoto dengan Turis Asing?

Saat mengunjungi tempat wisata, pernahkah Anda meminta foto dengan turis asing? Hati-hati, bisa jadi itu pe...

Want more?

Visit our site

Discover