Simak Sepuluh Kiat Bertahan Hidup di Alam Berikut!

January 17, 2018 Chatarina Komala

Bagi yang gemar bertualang, berada di alam bebas merupakan satu hal yang menantang. Selain mampu menyegarkan pikiran, hobi ini juga mampu melatih kekuatan fisik. Hanya saja, situasi alam yang tidak tertebak kerap kali mendatangkan sejumlah risiko yang harus diwaspadai. Beberapa di antaranya, yakni cuaca ekstrem, serangan hewan liar, tanaman beracun, hingga potensi tersesat.

Nah, untuk menjaga diri dari beberapa risiko tersebut, penting bagi Anda untuk membekali diri dengan persiapan memadai. Berikut adalah sepuluh kiatnya.

 

Baca juga:

 

1. Sebelum Berangkat, Pastikan Ada Orang yang Tahu Lokasi Tujuan Anda

Ilustrasi: www.jervisbaywild.com.au

Beritahu keluarga--atau setidaknya orang terdekat perihal rencana berlibur Anda. Adapun beberapa detail yang harus Anda bagikan, meliputi lokasi tujuan, waktu keberangkatan dan kepulangan, mitra liburan, hingga transportasi dan aktivitas yang akan dilakukan. Nah, jika sewaktu-waktu kepulangan Anda tertunda, seseorang akan segera mengetahui ada masalah dan menghubungi pihak-pihak terkait.

 

2. Bawa Alat Keselamatan

Ilustrasi: www.aliexpress.com

Kendati berat dan merepotkan, membawa alat keselamatan adalah satu hal yang penting. Ini meliputi peralatan untuk bertahan hidup seperti pisau saku, kompas, peta/GPS, P3K, korek api, serta cadangan air dan makanan. Seluruh alat ini akan menolong Anda ketika harus berhadapan dengan risiko cedera atau tersesat.

 

3. Tetap Tenang

Ilustrasi: www.safebee.com

Rasa panik mungkin akan mudah muncul; terlebih ketika Anda (atau teman Anda) sadar telah tersesat. Namun, tetaplah tenang. Rasa panik hanya akan membuat Anda melakukan hal ceroboh yang memperburuk kondisi. Jika perlu, berhentilah sejenak dan pikirkan rencana perjalanan.  

 

4. Tetaplah Terlihat

Ilustrasi: www.cineuropa.org 

Gunakan pakaian yang berwarna terang atau mencolok. Di sisi lain, pergilah ke tempat terbuka yang lebih tinggi--untuk memudahkan tim penyelamat menemukan Anda.

 

5. Buat Sinyal Darurat

Ilustrasi: www.shutterstock.com

Jika handphone Anda masih memiliki daya, cobalah untuk segera mencari sinyal dan menghubungi pihak-pihak yang bisa dimintai bantuan. Cara lain, Anda bisa membuat api unggun di tempat yang terlihat; atau meniup peluit darurat. Hanya saja, berhati-hati dalam membuat api unggun sebab bisa menyebabkan kebakaran.

Adapun Anda juga bisa membuat sinyal dari cermin (bisa juga layar ponsel). Arahkan ke sumber cahyaa seperti Matahari atau Bulan. Berikan tanda jika Anda melihat pesawat atau kapal melintas.

 

6. Temukan Sumber Air

Ilustrasi: www.rivernetwork.org

Segera temukan sumber air--bisa berupa sungai atau mata air--untuk tetap bertahan hidup. Ingat, Anda masih bisa bertahan selama sebulan tanpa makanan; dan hanya tiga hari tanpa air. Adapun selain sungai, sumber air bersih yang layak dikonsumsi bisa Anda dapatkan dari ranting pohon, embun, air hujan, ujung daun, cerukan/retakan batu, perasan lumut, atau justru buah-buahan.

 

7. Shelter untuk Tempat Berlindung

Ilustrasi: www.survivallife.com

Medan yang terjal dan curam sering kali mempersulit proses evakuasi Anda. Nah, jika Anda berpikir butuh waktu lama bagi tim penyelamat untuk menemukan Anda--inilah saatnya membangun shelter sebagai temapt berlindung. Bangun tenda jika Anda membawanya. Namun, jika tidak--Anda bisa menggunakan jas hujan, plastik sampah, atau kombinasi ranting dan dedaunan untuk membuat bivak. Adapun shelter penting, mengingat fungsinya dalam melindungi Anda dari panas, hujan, dingin, atau serangan hewan liar.

 

8. Nyalakan Api

Ilustrasi: www.emojipedia.org

Hangatkan tubuh dan buat sinyal darurat dengan menyalakan api unggun. Jika tidak ada korek api, Anda bsia menggunakan baterai. Hubungkan kutub (+) dan (-) dengan kertas timah (bisa dari bungkus permen karet/rokok), Tambah nyala api dengan menghubungkannya ke beda kering dan mudah terbakar, seperti akar, kain, kertas, atau rumput. Setelah besar, tambah dengan kayu kering.

 

9. Mencari Makanan

Ilustrasi: www.deepgreenpermaculture.com

Persediaan makanan Anda mungkin akan menipis. Namun, tetaplah hidup dengan mengonsumsi bahan-bahan yang tersedia di alam. Anda bisa berburu hewan-hewan kecil seperti ikan, katak, jangkrik, cacing, ayam hutan, dan kadal--atau mengonsumsi tumbuhan. Biasanya, buah pisang dan nanas cenderung mudah ditemukan di hutan Indonesia. Namun, jika sepanjang perjalanan Anda tidak berhasil menemukan bahan tersebut, bisa mencoba rotan, umbi, rebung, selada air, daun singkong, daun semanggi, dan paku-pakuan. Pilih pula tumbuhan yang dimakan monyet/kera dan hindari tumbuhan berbulu dan mengandung banyak getah. Nah, jika terpaksa--Anda juga bisa memanfaatkan jamur.

Berikut adalah beberapa langkah untuk memastikan tumbuhan yang Anda makan aman:

a. Hindari tumbuhan berwarna mencolok, berbau menyengat, bergetah, tumbuh di kotoran hewan, dan berbintik kontras.

b. Sayat dan gesekkan tumbuhan di telapak tangan. Tunggu hingga lima sampai sepuluh menit dan lihat, apakah tumbuhan tersebut menimbulkan iritasi/tidak.

c. Jika sudah terbukti aman, lakukan uji coba pada kulit pipi. Tunggu dalam waktu sama. Jika timbul rasa gatal, jangan dimakan. Jika sudah, sayat sekali lagi dan oleskan di permukaan bibir. Tunggu selama sepuluh menit, jika aman--cicipi sedikit. Adapun rasa gatal, panas, atau bahkan mual dan pusing menjadi indikasi tumbuhan tersebut tidak cocok Anda makan.

d. Jika seluruh tes terbukti aman, Anda bisa memasak tumbuhan tersebut dengan sedikit garam. Tujuannya, untuk menetralkan bakteri dan racun yang mungkin ada di tumbuhan tersebut.

 

Baca juga:

 

10. Baca Petunjuk Alam

Ilustrasi: www.astronomy.com

Teknik ini berguna jika GPS atau kompas yang Anda bawa rusak. Beberapa trik yang dapat dicoba, yakni menghadapkan jarum jam analog ke arah Matahari. Tarik garis di antara jarum jam dan angka 12--dari sini, Anda bisa mengetahui arah utara dan selatan.

Cara lain, adalah menemukan rasi bintang Beruang Besar (Gayung Besar). Ciri-cirinya, terdiri atas tujuh bintang dan berbentuk gayung. Di seberangnya, terdapat gugusan Gayung Kecil (bentuknya sama, hanya lebih kecil). Rasi ini akan menunjukkan pada Anda arah utara. 

Previous Article
Yuk, Berkunjung ke Kota dengan Suhu Terdingin di Muka Bumi!
Yuk, Berkunjung ke Kota dengan Suhu Terdingin di Muka Bumi!

Bagaimana rasanya berkunjung ke kota dengan suhu terdingin di muka Bumi?

Next Article
Delapan Negara Tujuan Traveling yang Ramah Kantong!
Delapan Negara Tujuan Traveling yang Ramah Kantong!

Ingin berpelesir ke luar negeri tetapi takut kantong jebol? Yuk, intip sepuluh negara tujuan traveling yang...

Want more?

Visit our site

Discover