Ini Dia Perbedaan Antara Paspor Biasa dan Elektronik

March 19, 2018 Chatarina Komala

Ilustrasi: www. uniq_Ang

Ingin bepergian ke luar negeri dan belum punya paspor? Sudah tahu bedanya paspor biasa dan elektronik?

Paspor--menjadi satu dokumen resmi yang wajib dimiliki ketika akan memulai perjalanan ke luar negeri. Biasanya, di sana termuat identitas pemegang, sekaligus data terkait perjalanan. Nah, beberapa tahun lalu, Indonesia melalui Direktorat Jenderal Imigrasi Kementerian Hukum dan HAM menyediakan dua jenis paspor yang bisa Anda gunakan. Ini mencakup paspor biasa dan elektronik (e-paspor).

Bagi Anda yang ingin membuat paspor, berikut adalah perbedaan keduanya.

 

1. Awal Kemunculan

Sebelum kemunculan e-paspor di tahun 2011, masyarakat Indonesia hanya menggunakan paspor biasa ketika bepergian ke luar negeri.

 

2. Akurasi Data

Lantaran memiliki chip di dalamnya, data e-paspor dinilai lebih lengkap dan akurat. Di sana, terdapat data tertulis maupun biometrik, seperti halnya sidik jari dan bentuk wajah yang bisa dikenali ketika dipindai. Adapun ini sesuai dengan standar yang telah dikeluarkan oleh International Civil Aviation Organization (ICAO), serta telah dipraktikkan pada paspor dari banyak negara lain seperti Malaysia, Inggris, Jepang, Austarlia, Selandia Baru, dan lain sebagainya.

 

3. Keamanan

Akurasi data tersebut pada akhirnya membuat e-paspor lebih sulit dipalsukan, ketimbang paspor biasa. Pasalnya, terdapat chip yang tertanam dan menyimpan data biometrik si pemilik.

 

4. Praktis

Dengan menggunakan e-paspor, proses pemeriksaan di bandara pun akan lebih praktis dan cepat. Pasalnya, petugas hanya perlu memindai e-paspor, tanpa harus membukanya per halaman seperti paspor biasa.

 

Ilustrasi: wwwkanimpalembang.com 

 

5. Keuntungan Lain

Sebagai pemilik e-paspor, Anda bisa mendapatkan beberapa keuntungan lain, seperti kunjungan wisata tanpa visa (salah satunya ke Jepang) hingga kemudahan mendapatkan persetujuan visa kunjungan.

 

6. Biaya

Biaya yang dikenakan untuk pembuatan paspor biasa, adalah Rp355 ribu. Sementara itu, untuk e-paspor, uang yang harus Anda keluarkan bisa lebih besar, yakni Rp655 ribu. Adapun perbedaan tersebut disebabkan oleh adanya sistem chip di e-paspor.

Durasi jadi paspor juga berbeda. Nah, jika paspor biasa akan selesai tiga hari setelah pembayaran, pada paspor elektronik, Anda membutuhkan waktu sekitar lima hari. Selain membutuhkan waktu lama untuk verifikasi data, e-paspor juga hanya bisa dibuat di Kantor Imigrasi kelas I (ada di DKI Jakarta, Batam, dan Surabaya).

 

7. Cara Penyimpanan

Lantaran mengandung chip yang sensitif, penyimpanan e-paspor memang harus mendapatkan penanganan ekstra. Ada beberapa larangan, seperti tidak boleh ditekuk, dilipat, dilubangi, dicelupkan dalam cairan, atau dibanting. Selain itu, paspor ini juga tidak boleh diletakkan di tempat panas (terkena sinar Matahari langsung) dan lembap, sekitar area elektromagnetik (televisi atau microwave), serta bahan kimia.

 

Previous Article
Ingin Menyaksikan Fenomena Equinox, Yuk, Datang ke Kota Ini!
Ingin Menyaksikan Fenomena Equinox, Yuk, Datang ke Kota Ini!

Fenomena equinox yang terjadi hari ini membuat seluruh objek tegak terlihat tidak memiliki bayangan.

Next Article
Ini Dia 20 Negara Paling Bahagia di Dunia
Ini Dia 20 Negara Paling Bahagia di Dunia

Ada banyak faktor penentu kebahagiaan. Kadang kala, hal tersebut juga ditentukan oleh negara tempat Anda ti...

Want more?

Visit our site

Discover