Berkenalan dengan Nomadic Tourism, Konsep Baru Pariwisata Indonesia

March 27, 2018 Chatarina Komala

Ilustrasi: www.nomadtours.co.za

Sebagai konsep baru pariwisata Indonesia, rencananya nomadic tourism akan diaplikasikan pada tiga destinasi unggulan, yakni Danau Toba, Candi Borobudur, dan Labuan Bajo.

Pernahkah Anda mendengar istilah nomadic tourism? Ini merupakan konsep wisata temporer--baik akses maupun amenitas--yang diterapkan untuk menjangkau destinasi potensial di kepulauan yang sulit didatangi. Nah, nomadic tourism ini menjadi solusi sementara, ketika pembangunan bandara, hotel, maupun homestay membutuhkan waktu lama--sementara sektor dan fasilitas wisata harus terus dibangun. Biasanya, dilakukan pada lokasi pariwisata  yang letaknya di kepulauan.

Adapun momentum nomadic tourism pertama akan digelar pada acara IMF World Bank 2018. Nantinya, konsep ini akan diaplikasikan pada tiga destinasi unggulan, seperti Danau Toba, Candi Borobudur, dan Labuan Bajo. Ketiganya dipilih, sebab masuk dalam kategori “Bali Baru” dan menjadi tujuan kunjungan para peserta rapat IMF World Bank 2018.

 

Seaplane dan Caravan

Ilustrasi: www.worldpoptravel.com

Beberapa aplikasi nomadic tourism bisa terlihat dari penggunaan seaplane dan caravan sebagai alat untuk mengakses, serta sistem glamping dan home pod. Hal ini sekaligus menjadi tantangan--mengingat Indonesia terdiri atas 17 ribu pulau dan memiliki lebih dari 75 ribu desa yang harus dibangun.

Di sisi lain, nomadic tourism menjadi pilihan yang praktis dan murah, dengan penggunaan sarana yang bisa dipindah. Bagaimanapun, salah satu problem terbesar dari banyak industri pariwisata selama ini--yakni kesulitan untuk menyediakan akses bagi wisatawan ke pulau-pulau kecil yang rupanya menyimpan “surga dunia”. Beberapa fasilitas seperti bandara, hotel, maupun homestay pun membutuhkan waktu lama dan banyak biaya untuk pembangunannya.

Setidaknya, dengan keberadaan sea-plane dan konsep glamping, wisatawan bisa mendarat di mana saja (air); sekaligus menginap di mana saja. Solusi ini juga murah, bersifat temporer, cepat, dan mudah dibongkar pasang. Adapun konsep nomadic tourism ini bukan barang baru di dunia pariwisata. Sebagai salah satu contohnya, ada Maldives--yang sudah menggunakan sea-plane serta hotel temporer untuk memfasilitasi para wisatawannya.

 

Previous Article
 Inilah Bandara Terbaik Dunia di 2018, Apa Keistimewaannya?
Inilah Bandara Terbaik Dunia di 2018, Apa Keistimewaannya?

Bandara Internasional Changi kembali terpilih sebagai bandara terbaik di dunia versi Skytrax. Apa alasannya?

Next Article
Ingin Bepergian ke Luar Negeri? Yuk, Ketahui 10 Kota Termahal dan Termurah di Dunia!
Ingin Bepergian ke Luar Negeri? Yuk, Ketahui 10 Kota Termahal dan Termurah di Dunia!

Alokasi bujet menjadi pertimbangan utama ketika ingin bepergian ke luar negeri. Sebagai ancar-ancar anggara...

Want more?

Visit our site

Discover