Dari Mana Orang Indonesia Terpengaruh Tren Traveling?

June 4, 2018 Chatarina Komala

Ilustrasi:  https://images.pexels.com

Anda mungkin bertanya-tanya, di tengah maraknya tren traveling sekarang ini, dari mana orang Indonesia mendapatkan inspirasinya?

Setidaknya, sebuah penelitian yang dilakukan oleh Amadeus, penyedia teknologi untuk industri perjalanan menyebutkan, ada tiga hal yang memengaruhi tren liburan turis Indonesia. Pertama, yakni teman, kerabat, atau rekan kerja (secara tidak langsung, informasi disebarkan dari mulut ke mulut), kedua situs pemesanan seperti Skyscanner), dan ketiga--media sosial. Ini artinya, perihal traveling, orang Indonesia amat dipengaruhi oleh media jejaring sosial.

Penelitian ini sendiri dilakukan pada 14 negara di Asia Pasifik, melalui survei yang digagas YouGov pada tanggal 8 sampai 17 Mei 2017. Responden yang diambil berjumlah 6.870 orang dewasa dan telah melakukan perjalanan internasional dalam 12 bulan terakhir.

Adapun dua media sosial yang paling banyak berpengaruh, yakni Instagram dan Facebook. Keduanya, digunakan oleh sekitar 29% wisatawan Indonesia untuk mendapatkan rekomendasi perjalanan. Sementara itu, ada pula 26% yang mendapatkan rekomendasi dari aplikasi maskapai atau hotel.  

 

Perangkat Mobile

Ilustrasi: www.digitalcare.org

Tahukah Anda, Indonesia menjadi satu-satunya negara di Asia Pasifik--yang para wisatawannya meriset dan memesan perjalanan melalui perangkat mobile ketimbang laptop/komputer?

Di Indonesia sendiri, hal ini wajar--mengingat mayoritas alat untuk mengakses platform media sosial adalah perangkat mobile. Setidaknya, ada 62% turis Indonesia yang melakukan pemesanan melalui ponsel.

 

Ilustrasi: www.matchcraft.com

Temuan lain, rupanya 96% wisatawan Indonesia tidak menganggap bahasa asing menjadi kendala di tempat tujuan. Hal ini tentu berseberangan dengan wisatawan Singapura, yang 84%-nya menganggap, penting untuk mencari bantuan orang yang mampu berbicara bahasa asli di tempat tujuan.

Previous Article
Kampung Merah Putih: Dahulu Dihindari, Kini Ramai Dikunjungi
Kampung Merah Putih: Dahulu Dihindari, Kini Ramai Dikunjungi

Kawasan yang dahulu kumuh, perlahan disulap menjadi kampung wisata yang ramai dikunjungi orang.

Next Article
Memandang Kerajaan Kupu-kupu yang Memesona dari Helena Sky Bridge
Memandang Kerajaan Kupu-kupu yang Memesona dari Helena Sky Bridge

Want more?

Visit our site

Discover