8 Destinasi "Kuburan" di Indonesia, Berani Berkunjung?

June 21, 2018 Chatarina Komala

Apa yang terbayang dalam benak ketika mendengar “wisata kuburan”?

Tenang, ini bukan wisata misteri, kok. Toh, kompleks pemakaman tidak selalu identik dengan nuansa yang menyeramkan. Di Indonesia, beberapa di antaranya bahkan punya daya tarik dan dijadikan sebagai lokasi wisata andalan. Maklum, beberapa kompleks pemakaman ini terkait dengan kekayaan tradisi, kepercayaan, dan budaya nenek moyang.

Berikut adalah beberapa destinasi “kuburan” yang harus Anda kunjungi, setidaknya sekali seumur hidup.

 

1. Makam Raja Sidabutar

Ilustrasi: www.semedan.com

Lokasinya ada di Desa Tomok, Pulau Samosir.  Di sana, Anda bisa menjumpai makam Raja Sidabutar; kepala adat Desa Tomok. Berdasarkan sejarah, ialah orang pertama yang menginjakkan kaki di Pulau Samosir. Jadi, jangan heran kalau makamnya paling besar dan berusia lebih dari 400 tahun. Adapun makam kuno ini terbuat dari batu dan tanpa sambungan. Pada bagian tutup petinya, ada pahatan dengan bentuk wajah.

Nah, seperti lokasi sakral lainnya, Anda diharuskan untuk mengenakan ulos sebelum masuk area makam. Selain itu, harus tetap peduli dengan kata-kata dan perbuatan, ya. Ucapan kasar dan kotor jelas dilarang di sini. Konon, kalau dilanggar, Raja Sidabutar akan datang ke dalam mimpi.

 

2. Museum Taman Prasasti

Ilustrasi: www.kismis.id

Di Jakarta, ada satu destinasi makam yang sering digunakan untuk foto bertema gothic. Lokasinya ada di Jalan Tanah Abang I. Sesuai namanya, di sana Anda bisa menjumpai beragam koleksi prasasti nisan kuno.

Dahulu, museum ini memang sebuah makam bernama Kebon Jahe Kober. Dibangun tahun 1795, makam ini mulanya difungsikan untuk mengganti kuburan lain di Nieuw Hollandsche Kerk (kini Museum Wayang) yang sudah penuh. Barulah, di tahun 1977, area ini dijadikan museum dan dibuka untuk umum.

 

3. Makam Raja Imogiri

Ilustrasi: www.wisata-sekitar-jogja.blogspot.com

Kalau ingin mengenal sejarah Yogyakarta secara menyeluruh, datanglah ke makam Raja Imogiri yang terletak di Bantul. Di sanalah bersemayam raja-raja Kerajaan Mataram dari masa Sultan Agung. Bahkan, sebelum Kerajaan Mataram terpecah jadi dua seperti sekarang: Yogyakarta dan Surakarta.

Kalau ingin ke sana, harus pastikan menggunakan pakaian sopan. Nanti, setiap pengunjungnya juga wajib menggunakan baju adat Jawa. Selain dapat mempelajari silsilah Kerajaan Mataram, Anda juga bisa menemukan air suci yang bisa digunakan untuk pengobatan; bahkan cincin kayu kalau sudah memenuhi syarat.

 

4. Desa Trunyan

Ilustrasi: www.seliksikbali.wordpress.com

Wisata Bali bukan hanya soal pantai dan budayanya. Jika ingin wisata makam, bisa berkunjung ke Desa Trunyan, Kintamani. Nah, tidak seperti pemakaman jenazah Bali umumnya, ngaben,  di desa ini, jenazah akan diletakkan di bawah pohon taru dan kemenyan; lalu dipagari bambu anyam. Adapun pohon taru dan kemenyan inilah yang kemudian membuat jenazah tidak berbau.    

 

5. Tana Toraja

Ilustrasi: www.waitingroom-april.blogspot.com

Salah satu destinasi populer di Tana Toraja adalah kubur batunya. Dinamakan demikian, sebab Anda akan menjumpai peti jenazah yang diletakkan menggantung di sisi bukit. Di sekitarnya, ada tau tau yakni patung yang dibuat menyerupai sosok yang sudah meninggal.

Nah, ada kubur batu, ada pula kuburan di batang pohon. Biasanya, diperuntukkan untuk bayi yang meninggal. Berlokasi di Kambira, tidak semua bayi bisa dikubur di sana. Hanya bayi yang giginya belum tumbuh dan dianggap masih suci. Adapun pohon Tarra dipilih sebab memiliki banyak getah. Masyarakat Toraja percaya, getah ini bisa menggantikan air susu ibu. Smentara itu, memakamkan mereka di pohon dianggap serupa mengembalikan si bayi ke rahim ibunya. Dengan demikian, cara ini diharapkan mampu menyelamatkan bayi-bayi yang akan lahir kelak.

 

6. Kubur Batu Sumba

Ilustrasi: www.kebudayaan.kemdikbud.go.id

Kubur batu, sebenarnya merupakan tradisi dari masa megalithikum. Namun, masyarakat Pulau Sumba, NTT masih mempertahankan tradisi ini. Uniknya, di Sumba, kubur batu bisa Anda temukan di mana saja. Tidak terkonsentrasi pada satu lokasi saja. Bisa di pekarangan, pinggir jalan, depan kantor, lapangan, hingga pantai. Adapun dari kubur batu, Anda juga bisa mengetahui status sosial dan kekayaan pemiliknya.

 

7. Kubur Batu Katembu

Ilustrasi: www.hipwee.com

Lokasinya ada di tepi Sungai Bahau, Desa Long Berini. Inilah lokasi pemakaman orang Dayak Kenyah yang masih satu bagian dengan Taman Nasional Kayan Mentarang. Adapun pada suku Dayak Kuno, jenazah akan dimasukkan ke dalam tempayan atau batu berbentuk guci. Nantinya, tempayan itu akan diletakkan di lokasi yang jauh dengan pemukiman suku Dayak.

 

8. Waruga

Ilustrasi: www.wacana.co

Dahulu, kubur batu ini banyak tersebar di Minahasa. Hanya saja, kini Anda bisa melihat seluruhnya di Desa Sawanga. Nah, keunikan kubur batu ini terletak pada posisi jenazah yang akan dikuburkan. Biasanya, jenazah akan diletakkan dalam posisi jongkok memeluk kaki. Mereka percaya, orang yang meninggal akan kembali menjadi suci; seperti sebuah bayi yang berada dalam kandungan.

Previous Article
Sadar atau Tidak, 5 Hal Ini Hanya Bisa Anda Nikmati Saat Libur Lebaran di Jakarta!
Sadar atau Tidak, 5 Hal Ini Hanya Bisa Anda Nikmati Saat Libur Lebaran di Jakarta!

Ada banyak kata yang tepat untuk menggambarkan Kota Jakarta: macet, polusi, dan terlalu ramai. Namun, semua...

Next Article
Mudik Nyaman, Yuk, Coba Aplikasi “Ayo Mudik” Buatan Pemerintah!
Mudik Nyaman, Yuk, Coba Aplikasi “Ayo Mudik” Buatan Pemerintah!

Kata siapa mudik mudik erat kaitannya dengan rasa tidak nyaman?

Want more?

Visit our site

Discover