Menyambangi 7 Ruang Pemutaran Film Alternatif di Jakarta

June 28, 2018 Chatarina Komala

Nonton film tidak hanya di bioskop. Kalau ingin mencoba pilihan film dan suasana berbeda, bisa berkunjung ke tujuh ruang pemutaran film alternatif di Jakarta ini.

Dewasa ini ruang menonton film bukan hanya bioskop. Di Jakarta sendiri, ada banyak bioskop mini atau ruang pemutaran film alternatif. Pengalaman yang ditawarkan pun berbeda-beda. Selain ada beragam pilihan judul film yang anti-mainstream, sebagian besar bioskop alternatif ini juga menyediakan ruang diskusi bagi Anda yang ingin mengetahui lebih banyak informasi soal film dan dunia sinema. Bahkan, kalau Anda adalah pembuat film, layar-layar alternatif ini bisa menjadi sarana untuk mengenalkan kepada khalayak, hasil karya Anda.

Berikut adalah tujuh ruang pemutaran film alternatif yang bisa Anda kunjungi di Jakarta.

 

1. Kineforum

Ilustrasi: www.cinemapoetica.com

Letaknya ada di belakang gedung XXI Cikini, Taman Ismail Marzuki. Biasanya, Kineforum memiliki beberapa program reguler setiap bulannya. Jadi, Anda tinggal mengecek jadwal dan memilih film apa saja yang ingin Anda tonton. Nah, untuk menonton film di sini, Anda hanya perlu membayar tiket Rp15 ribu. Jauh lebih murah dibanding bioskop komersial lainnya, kan?

 

2. Paviliun 28

Ilustrasi: Youtube

Berkapasitas 30 orang, Paviliun 28 menawarkan tema film berbeda setiap harinya. Nah, ada pula konsep “kulinari sinema” yang memungkinkan Anda menikmati beragam makanan dan minuman tradisional, tentu saja sembari menonton film favorit. Adapun judul-judul yang diputar juga bervariasi dan dijamin membuka cakrawala Anda. Apalagi, Paviliun 28 juga terbuka bagi para seniman atau pembuat film yang ingin menayangkan karyanya.

 

3. Kinosaurus Jakarta

Ilustrasi: www.twitter.com/ibupenyu/status/688037541002350592

Lokasi Kinosaurus bersebelahan dengan Ruang Seduh dan Ganara Art Space. Untuk sampai ke sana, Anda memang perlu masuk ke dalam toko buku Ak.Sa.Ra, Kemang terlebih dulu. Untuk menonton di sana, Anda perlu menyiapkan donasi Rp35 ribu untuk pelajar dan Rp50 ribu untuk penonton umum.

Di sana, Anda bisa mendapatkan pengalaman menonton yang nyaman dan intim. Belum lagi, jenis-jenis film yang ditayangkan amat luas dan bervariasi. Jadi, selain film komersial, Anda  juga bisa menyaksikan aneka film indie buatan sutradara lokal maupun mancanegara.

 

4. Jakarta Cinema Club

Ilustrasi: www.meetup.com

Jakarta Cinema Club sebetulnya merupakan komunitas film, yang sering kali memutarkan beragam genre. Biasanya, genre yang ditayangkan bergantung pada tema setiap bulannya. Adapun seperti komunitas film lain, setelah menonton, Anda boleh mengikuti diskusi yang membahas seputar isu film yang ditayangkan. Biasanya, film akan diputar di Kenobi Space, Gedung Colony Lantai 6, Kemang. Harga yang harus dibayar yakni Rp30 ribu per orang, sudah termasuk camilan dan kopi.

 

5. Kedutaan Besar dan Pusat Kebudayaan

Ilustrasi: www.erasmus-huis-in-jakarta 

Kedutaan besar dan pusat kebudayaan, seperti Erasmus Huis, Institut Français d'Indonésie, Goethe-Institut Jakarta, dan Instituto Italiano di Cultura juga kerap memutar film-film indie, terutama yang sudah masuk kategori pemenang festival film internasional. Bahkan, beberapa di antaranya juga menyediakan tiket masuk gratis bagi Anda yang ingin menonton.

 

6. Arthouse Cinema

Ilustrasi: www.thejakartapost.com

Arthouse Cinema didirikan atas prakarsa Goethe-Institut Indonesia. Di sana, Anda bisa menonton beragam film anti-mainstream sekaligus ikut diskusi dan tahu lebih lanjut soal dunia perfilman Jerman. Bahkan, setiap tahunnya ada program yang memungkinkan Anda bertemu dan berdiskusi langsung bersama aktor, sutradara, serta produser filmnya, lho.

 

7. Cinespace

Ilustrasi: www.ultimagz.com

Bergeser sedikit dari Jakarta, ada Cinespace yang bisa Anda kunjungi di kawasan Gading Serpong. Ini merupakan ruang pemutaran film alternatif, yang diinisiasi oleh sineas Nia Dinata. Di sana, Anda bisa menyaksikan beragam film Tanah Air dan indie. Adapun bioskop alternatif ini buka di hari Kamis hingga Minggu, pukul 13.00 sampai 20.00 WIB.

Previous Article
Ini Dia Jadwal Festival Budaya di Tahun 2018
Ini Dia Jadwal Festival Budaya di Tahun 2018

Lebih dari setengah tahun berjalan, berikut adalah gelaran festival budaya yang masih bisa Anda kunjungi di...

Next Article
Senang-senang Wisata Alam di Tangerang
Senang-senang Wisata Alam di Tangerang

Disebut Kota Satelit, Tangerang bukan cuma soal pabrik, wisata belanja, dan ragam pemukiman penduduk. Janga...

Want more?

Visit our site

Discover