13 Tips memotret saat mendaki gunung.

March 4, 2015 alambudaya

Salah satu objek Landscape yang menawan adalah foto keindahan pegunungan, sebagian besar fotografer memotret pegunungan ditempat yang sudah umum. misalnya seperti di Penanjakan di Gunung Bromo, yang memotret Gunung Bromo tidak bersusah payah lagi karena naik jeep. padahal banyak sekali lokasi memotret pegunungan yang eksotis kalau kita memotret saat melakukan pendakian. Memotret di gunung memiliki tantangan tersendiri dibandingkan memotret di tempat-tempat lain seperti pantai yang tidak perlu lagi usaha trekking dan naik kepuncak gunung. sebagian besar para pendaki mempunyai tujuan utama untuk menikmati keindahan alam selama pendakian, berharap bisa mencapai puncak gunung tersebut dan yang terpenting menyelesaikan pendakian tersebut dengan aman dan selamat.

 

Memotret gunung dan melakukan pendakian merupakan tantangan yang sulit buat fotografer, terutama saya. saya sangat suka dengan pegunungan apalagi memotretnya, tetapi yang saya tidak suka itu trekking dan mendakinya hehe. karena untuk mendaki dan memotret butuh persiapan yang sangat panjang, apalagi mental juga harus siap. tenaga kuat mental tidak siap saya jamin gak akan sampai trekking sampai keatas.

Banyak sekali kendala dan cuaca dan keadaan alam yang berubah-ubah, jalur pendakian yang terkadang berbahaya, waktu yang terbatas, keharusan untuk tetap selaras dengan jadwal pendakian yang telah disepakati bersama dengan tim, kesiapan fisik, dll, menuntut kita untuk lebih siap dan cekatan dalam mengabadikan pemandangan dan momen-momen selama pendakian berlangsung. Namun dengan berbagai tantangan dan keterbatasan tersebut bukan berarti kita tidak bisa mengabadikan keindahan pemandangan dan setiap momen dengan baik.
 
menurut pengalaman saya, ada beberapa tips agar kita bisa memotret Gunung dengan maksimal.
 
1. Persiapkan Mental.
 
 
Mendaki gunung bukan masalah fisik dan stamina yang prima, tetapi kita juga harus menyiapkan mental yang juga prima. Mental disini sangat penting, bawalah teman teman yang sudah terbiasa mendaki gunung dan bisa memotivasi kita untuk tetap jalan terus. pengalaman saya ketika hampir menyerah mendaki gunung, beruntung saya dikelilingi teman teman yang punya pribadi positif sehingga terus disemangati untuk tetap jalan terus walau pelan pelan asal sampai.
 
2. Persiapkan Fisik dengan Baik
 
 
Yang kedua adalah menyiapkan fisik, misalnya untuk mendaki Gunung Rinjani di Lombok saja. bagi yang tidak pernah olah raga harus latihan jalan dan lari itu 3 bulan sebelumnya lho, karena mendaki gunung adalah aktivitas yang membutuhkan kesiapan fisik dan stamina. Membawa kamera dan perlengkapannya pada saat mendaki gunung jelas akan menambah beban dan memerlukan energi ekstra, apalagi jika anda membawa kamera. persiapkan fisik dan stamina anda sebaik mungkin menjelang pendakian. Stamina dan fisik yang bugar akan membuat anda lebih bersemangat dan siap pada saat memotret di gunung.
 
3. Gunakanlah Porter.
 
 
Mendaki dan memotret adalah kedua hal yang berbeda, yang saya rasakan ketika mendaki gunung tanpa memotret memang sangat nikmat. karena kita memang menikmati perjalanan kita sambil melihat pemandangan yang indah. tetapi beda soal ketika memotret di Gunung, kita membutuhkan mood yang baik dan mood yang baik itu tercipta ketika stamina kita sedang fit. memotret membutuhkan extra pikiran untuk memikirkan konsep dan komposisi. saran saya gunakanlah porter yang khusus membawa kamera anda agar stamina anda tetap terjaga dan selalu mood dalam memotret.
 
4. Carilah Guide yang berpengalaman dan terbiasa membawa Fotografer.
 
 
Guide yang terbiasa membawa fotografer biasanya tahu angle angle dan komposisi mana saja yang disukai oleh fotografer, mereka berpengalaman untuk tahu kapan waktunya bagus untuk memotret dan dilokasi mana saja yang orang umum tidak tahu kalau lokasi tersebut bagus untuk difoto. foto Gunung yang sukses sangat tergantung dari guide yang kita bawa, semakin berpengalaman mereka semakin besar peluang kita bisa mendapatkan foto yang bagus.
 
5. Cari Informasi dan Lihat Foto-Foto dari Gunung yang Hendak Didaki.
 
 
bertanya kepada teman dan mencari informasi mengenai gunung yang hendak didaki dari berbagai sumber baik internet, dari teman-teman yang pernah kesana, dll, akan membantu kita memahami seperti apa kondisi gunung tersebut. darisini kita bisa mempersiapkan kamera dan lensa apa saja yang bisa kita bawa.
 
6. Be simple.
 
 
Riset dan bertanya kepada teman yang sudah pernah memotret disana sangatlah penting, dan jika memungkinkan cobalah melihat-lihat terlebih dahulu foto-foto yang pernah diambil oleh fotografer-fotografer yang pernah berkunjung kesana. ketika mendaki gunung membawa kamera dan lensa secukupnya sangatlah penting, karena jika anda terlalu lelah membawa sebotol air mineralpun akan terasa sangat berat. hal ini yang saya lakukan ketika mendaki gunung Rinjani, saya banyak bertanya kepada teman teman fotografer yang sudah pernah mendaki disana. lensa apa saja yang dibutuhkan dan tidak dibutuhkan. hasilnya saya membawa perlengkapan yang minim dan hasil yang maksimal.
 
7. Bawalah Kamera dan Lensa yang Benar-Benar Dibutuhkan
 
 
Punya banyak lensa memang kebanggaan tersendiri bagi fotografer, Namun membawa semua lensa tersebut saat mendaki gunung bukan keputusan terbaik karena akan menambah beban selama pendakian dan menguras energi. seperti yang saya bilang diatas, bawalah hanya yang anda benar benar butuh.
 
8. Tripod bawa atau tidak ya?
 
 
Bagi saya membawa tripod pada saat mendaki gunung memang membuat galau, ukuran tripod yang besar dan berat sangat membuat PR bagi kita yang membawanya. memang sih Tripod akan sangat membantu mencegah kamera dari goncangan dan getaran dan memungkinkan kita memotret pada kondisi cahaya yang minim. Pemandangan di gunung tidak hanya indah di siang hari saja, namun juga mempesona pada malam dan pagi hari sebelum hingga beberapa saat setelah matahari terbit. jawabannya gampang, Tripod sangat dibutuhkan untuk memotret sunset dan sunrise, startrail dan bintang bintang dilangit. tetapi saran saya pakailah porter untuk mengangkat tripod.
 
9. Lindungi kamera dari cuaca dingin.
 
 
Pegunungan mempunyai cuaca yang sangat dingin bahkan extreem, saya pernah membawa kamera ketika sampai dipuncak gunung paginya baterenya ngedrop. saran saya bawalah kamera tidak cuma 1, tapi minimal ada backup 1 kamera. jika batere tidak berfungsi, cobalah dihangatkan ditangan dan untuk batere cadangan bisa dililit oleh kain dan baju. agar meminimalisasi cuaca dingin.
 
10. Persiapkan Memory Card dan Baterai Cadangan
 
 
disepanjang perjalanan kita akan disuguhi pemandangan dan momen-momen yang tidak terduga. Jadi jangan sampai anda kehilangan kesempatan dan momen berharga tersebut hanya karena memory card penuh dan energi baterai habis. Siapkan memory card dan baterai cadangan sesuai kebutuhan anda. periksa kembali memory card anda, jangan sungkan sungkan untuk membeli memory card baru untuk cadangan. karena listrik untuk mencharge yang minim, bawalah batere cadangan juga.
 
11. Agar batere kamera awet.
 
 
biasanya kebiasaan fotografer fotografer itu kalau dapat foto bagus biasanya suka banget melihat hasil foto di LCD kamera, Kurangi melihat-lihat (review) foto sambil melihat di LCD Monitor kamera karena pastinya akan mempercepat habisnya energi baterai. biarkan rasa penasaran itu ada agar kita semangat untuk membuat foto lain yang bagus.
 
12. Di Gunung Kamera dan lensa riskan rusak. 
 
 
Kamera ketika dibawa mendaki gunung akan lebih riskan rusak, pertama karena faktor medan yang membuat debu gampang masuk sehingga sensor menjadi kotor. kedua karena tergesek gesek oleh pohon atau baju kita yang tidak terasa membuat cat kamera terkelupas. lindungi perlengkapan kamera anda dari hal-hal yang bisa merusaknya seperti hujan, benturan, dll. Persiapkan tempat atau tas yang aman dan baik. Lapisi tempat/ tas tersebut dengan pelindung hujan (cover). Jangan lupa membawa jas anti hujan (rain coat) yang cukup lebar sehingga bisa menutupi tas kamera anda.
 
13. Keselamatan diri lebih penting dari apapun.
 
 
ada istilah buat apa mendapatkan foto yang bagus kalau kita tidak selamat, biar bagaimanapun keselamatan diri sendiri lebih penting dari apapun. terlebih di Gunung kalau kita yang celaka karena asik memotret akan merepotkan partner perjalanan kita, jika kondisi tidak memungkinkan untuk memegang kamera misalnya karena jalur yang ekstrim dan berat, ada baiknya masukkan terlebih dahulu kamera ke dalam tas dan fokuslah pada pendakian. Jika telah keluar dari jalur berat tersebut, anda bisa kembali mengeluarkan kamera dan siap memotret kembali. Keselamatan diri anda jauh lebih penting dari apapun.
 
 
Text & Photography oleh Barry Kusuma (Travel Photographer).
www.alambudaya.com  (www.alambudaya.com) (Travel and Photography, Travel Journey from Barry Kusuma.)
http://instagram.com/barrykusuma (Inspiring Photos through the Lens)
www.barrykusuma.com  (www.barrykusuma.com) (Gallery Foto, dari Sabang sampai Merauke)
https://plus.google.com/+BarryKusuma/ (Google Plus Social Network #IndonesiaOnly).
Follow my Twitter for Free Travel Tips @BarryKusuma 

Read more...

Previous Article
5 Mahakarya Indonesia buatan bangsa Indonesia.
5 Mahakarya Indonesia buatan bangsa Indonesia.

Indonesia sangat kaya akan budaya luhur, salah satunya adalah kesabaran...

Next Article
Gotong royong, budaya yang mulai ditinggalkan. #MahakaryaIndonesia
Gotong royong, budaya yang mulai ditinggalkan. #MahakaryaIndonesia

Indonesia punya banyak budaya Gotong Royong, walau di masyarakat kota sudah...