Taman Nasional Meru Betiri, “Home of Biodiversity”

April 8, 2015 Siwi Rahayu

Nama Taman Nasional (TN) Meru Betiri mungkin kalah populer dengan dua taman nasional populer lainnya di Jawa Timur, misalnya TN Baluran, satu-satunya tempat di mana kita bisa melihat banteng jawa berkeliaran bebas, atau TN Alas Purwo, yang dikenal berkat gelombang laut ganas incaran para surfer professional. Padahal, Taman Nasional Meru Betiri nggak kalah keren dan nggak terlalu sulit didatangi.

Gerbang Taman Nasional Meru Betiri

foto: tourism-of-banyuwangi.blogspot.com

Lokasi Taman Nasional Meru Betiri

Secara administatif, Taman Nasional Meru Betiri menjadi bagian dua kabupaten yang bertetangga, yaitu Kabupaten Jember dan Kabupaten Banyuwangi. Taman nasional dengan luas sekitar 58 ribu hektar ini diberi nama sesuai dengan gunung tertinggi di wilayah itu, yaitu Gunung Betiri, yang tingginya sekitar 1223 meter persegi.

Cara menuju TN Meru Betiri? Untuk yang dari luar Jawa Timur dan memakai jasa pesawat terbang, saat ini ada penerbangan terbatas ke Jember, namun sebagian besar penerbangan masih dari Bandar Udara Internasional Juanda, Surabaya. Dari Surabaya, lanjutkan ke terminal Purabaya lalu menumpang bus jurusan Jember atau Banyuwangi dari sana.

Taman Nasional Meru Betiri dapat dijangkau dari dua arah, yaitu Banyuwangi-Jajag-Pesanggaran-Sungai Lembu-Sarongan-Kandangan-Pantai Rajegwesi. Sedangkan arah lainnya adalah melalui Jember-Ambulu-Tempurejo-Curahnongko-Andongrejo-Bande Alit. Dari terminal bus antar kota di Jember atau Banyuwangi, kamu dapat melanjutkan ke rute – rute tersebut dengan menggunakan angkutan umum. Mudah banget, kan?

Kehidupan harmonis masyarakat Taman Nasional Meru Betiri

Taman Nasional Meru Betiri sebenarnya adalah salah satu peninggalan para imperialis Belanda yang dibangun pada tahun 1929. Saat itu mereka bertujuan mendirikan sebuah tempat perlindungan bagi aneka satwa dan tumbuhan khas Jawa Timur yang menurut mereka tidak bisa dijumpai di tempat lain.

Sampai saat ini, kamu masih bisa menjumpai satwa langka seperti macan tutul, tupai terbang ekor merah, merak dan banteng. Bahkan beberapa sumber menyebutkan spesies harimau jawa yang sudah dinyatakan punah pernah terlihat mondar mandir di sekitar hutan TN Meru Betiri. Taman Nasional Meru Betiri juga menjadi rumah buat Rafflesia zollingeriana (sejenis bunga bangkai) yang hanya ada di Pulau Jawa.

Menurut sebuah penelitian, 75 persen dari 518 spesies tumbuhan yang ada di Taman Nasional Meru Betiri adalah tumbuhan obat. Misalnya aja untuk sakit diare. Kalo biasanya kamu sakit diare karena kebanyakan makan sambel, di sini ada sebuah tanaman sebangsa cabe, yaitu cabe jawa, yang ampuh buat mengobati diare. Ajaib kan? Padahal cabe pada umumnya malah memperparah sakit diaremu.

Para sinyo Belanda ternyata bukan cuma merancang hutan lindung ini untuk hewan dan tumbuhan saja, travelers. Di taman nasional Meru Betiri mereka juga mendirikan sebuah perkebunan karet lengkap dengan pabriknya di tengah hutan yang jauh dari keramaian. Sampai sekarang kita masih bisa melihat sekelompok warga yang masih tinggal dan bekerja di pabrik karet itu secara turun temurun.

Uniknya, di pemukiman tersembunyi ini sejumlah tempat ibadah buat pemeluk agama yang berbeda didirikan berdekatan satu sama lain. Ada masjid, gereja, pura dan wihara berdiri di satu jalan yang sama, seolah hendak menegaskan bahwa bukan hanya hewan dan tumbuhan TN Meru Betiri yang beraneka ragam. Agama dan keyakinan penduduk yang tinggal di dalamnya juga beraneka ragam, namun mereka dapat hidup tenang dan damai. Sounds like a perfect place to live? It is.

O ya, TN Meru Betiri adalah salah satu taman nasional di Jawa Timur yang kaya akan pantai-pantai perawan dan belum tercemar tangan manusia, travelers. Ini berkat kebijakan pengelola setempat yang melarang keras aktivitas turisme permanen di seluruh wilayah Taman Nasional Meru Betiri.

Pantai Sukamade

foto: www.kelilingnusantara.com

Salah satunya adalah Pantai Sukamade. Pantai ini dikhususkan sebagai tempat bertelur para mama penyu hijau nan pemalu yang menghindar dan nggak jadi bertelur jika ia mendeteksi kehadiran manusia. Sedangkan Pantai Bandealit menjadi incaran para pecinta olahraga rock climbing berkat dinding karangnya yang kokoh dan menggoda untuk ditaklukkan.

Hmmm.. kedengarannya keren ya, travelers? Yuk ah rencanakan berkunjung ke Taman Nasional Meru Betiri. Nggak cuma traveling, karena akan banyak sekali ilmu pengetahuan yang akan kamu peroleh di tempat ini. Mengajak saudara juga direkomendasikan, asal kamu tetap menjaga ‘adab’ kesopanan selama di lokasi. Karena ini kawasan Taman Nasional, adalah penting bagi kita untuk mengedukasi diri sendiri dan kawan – kawan, agar menikmati kawasan wisata, dengan turut serta melestarikan kawasan tersebut.

Awali rencana travelingmu dengan mencari tiket pesawat termurah di pegipegi.com, dan manfaatkan berbagai macam promo yang sedang berjalan.

Read more...

Previous Article
Pantai Pangandaran, pantai sejuta pesona di semenanjung Jawa
Pantai Pangandaran, pantai sejuta pesona di semenanjung Jawa

Nama Pantai Pangandaran tampaknya sudah nggak asing lagi di telinga para...

Next Article
Pantai Papuma, surga tersembunyi di pinggir kota Jember
Pantai Papuma, surga tersembunyi di pinggir kota Jember

Pantai Papuma mungkin masih terdengar asing buat sebagian travelers...