Jangan Dekat Kerbau Kotor! (Namin by Naya Hotel, Dago)

September 18, 2018 Ikhda Rizky
namin hotel dago

Horeee nginep di Bandung lagi!


Karena perjalanan ke Bandung kali ini gue anggap spesial, maka memutuskan untuk mencari hotel yang lebih bagus dengan range harga sedikit di atas rata-rata (*di atas rata-rata budget kantong). Gue lebih sering mencari penginapan di kisaran 200-300 ribuan, bahkan ketika mendapatkan penginapan 100 ribuan tetapi tetap nyaman untuk ditempati senengnya bukan main, pokoknya antara hostel atau guesthouse.


Tapi kali ini, budget gue alokasikan sekitar 600-800 ribu/malam. Sebenernya banyak banget pilihan hotel di rentang harga segini, cuma karena guenya yang ribet dan terlalu selektif, maka memilih satu hotel aja bisa berhari-hari dengan pertimbangan ini itu. Apalagi karena libur panjang (longweekend),kamar hotel juga udah banyak yang habis (rata-rata double bed yang sold out), hehehe... Pertimbangan awal gue memilih hotel adalah “yang beda” dan kalau bisa bukan yang franchise. Maka pilihan itu jatuh pada Namin by Naya Hotel yang berlokasi di Jl. Hasanudin No.10, Lebakgede, Coblong, Kota Bandung. Nggak perlu susah payah mencari di mana hotel ini berada, karena letaknya berada persis di belakang Rumah Sakit Santo Borromeus, Dago, Bandung.



namin hotel dago bandung
ini bentuk bangunan luarnya, unik ya?
hotel namin bandung
kelihatannya cuma 2 lantai, tapi ternyata sampai 5 lantai lho
Kenapa Namin Hotel ki? Iya, karena hotel ini punya desain yang berbeda dengan hotel-hotel lainnya di Bandung. Di mana rata-rata hotel lain dengan kisaran harga yang sama, hanya menawarkan konsep yang “biasa”, gue nggak bilang jelek, tapi biasa atau standar aja. Tetapi nggak dengan Namin Hotel ini yang punya nuansa hommy. Hotel yang tidak lebih dari 5 lantai ini mempunyai bentuk bangunan depan yang keren, apalagi saat malam hari ketika lampu-lampunya sudah menyala, cakep. By the way, katanya pemilihan nama hotelnya ini diambil dari nama Ibu dari sang owner, mantap!


Lobby Namin Hotel ini termasuk luas dengan sofa-sofa besar di sana, lift pun sudah disediakan untuk menuju ke lantai atas. Ada keuntungan lebih ketika menginap di hotel ini, pada hari Minggu pagi kalian hanya tinggal berjalan kaki untuk jogging, bersepeda, atau sekedar cari sarapan di Car Free Day Dago, iya deket, deket banget. Kalau malam kelaperan pun jangan sedih, di depan hotel ini ada sederetan warung tenda kaki lima yang siap memanjakan perut lo yang kruyak-kruyuk karena malas bermacet-macetan malam hari di Kota Bandung. Di sebelah timur hotel ini juga banyak restoran dan kafe yang bisa lo datangi, sepertinya sih menyenangkan.

lobby hotel namin dago
ini lobby-nya dan itu di ujung adalah lift-nya
lobby namin hotel
nyaman, hotelnya nggak crowded (konteks positif ya)
Di Namin Hotel Dago, gue mendapatkan harga untuk 2 malam sebesar Rp 1.420.000, ditambah potongan diskon 20% dari www.tiket.com, potongannya sampai Rp 284.000. Jadi harga per malamnya sekitar Rp 710.000 sebelum diskon dan setelah diskon menjadi Rp 568.000. Lumayan kan?  Perlu kalian tau kalau ini adalah harga high season, karena bertepatan dengan longweekend, mungkin kalau hari biasa atau bukan longweekend,Namin Dago Hotel punya harga yang lebih terjangkau.


Gue memilih kamar Superior di Namin Hotel, ukuran kamarnya besar, terdapat sofa di pinggir jendela, serta meja kerja yang bisa dilipat dan ditutup dengan mekanisme soft-touch, nice! Di sampingnya ada cermin full-sizeyang desainnya bisa dibuka tutup karena berfungsi untuk menutupi pintu akses ke kamar sebelah. Iya, pintu itu tertutup oleh cerminnya, smart! Buat yang belum tau, pintu ini berguna ketika kalian menginap bersama keluarga atau rombongan teman namun memesan 2 kamar bersebelahan, maka lo bisa meminta akses buka pintu ini supaya memudahkan mobilitas tanpa harus keluar kamar.

kamar namin hotel
gue dapat kamar superior yang ada di lantai 3
Kelengkapan kamar dan amenities di Namin Hotel ini nggak ada yang spesial, semuanya standar hotel berbintang 3, mulai dari pemanas air, kopi, teh, gula, krimmer, slipper, sampo, sabun, lotion, sikat gigi, laundry bag, dsb. Hal spesial justru datang dari desain kamarnya, terasa begitu unik dan instagramable kalau kata anak kekinian. Di dinding, tepat di atas kasur, terdapat hiasan kalimat yang menggunakan Bahasa Jawa? Di kamar yang gue tempati kalimatnya tertulis “Aja Cedhak Kebo Gupak”, yang kalau di artikan ke Bahasa Indonesia menjadi “Jangan Deket Kerbau Kotor” (thanks to Mas/Mba Anis yang komentar di bawah). Gue jujur, nggak tau maksud dan tujuan kalimat ini, entah mungkin ada artinya bagi sang pemilik atau memang hanya dibuat demi estetika semata saja. Who knows?! Sepertinya juga di setiap kamar di Namin Hotel mempunyai kalimat yang berbeda-beda.



kamar namin hotel dago
sofa hanya ada di kamar superior-nya
kamar superior namin hotel
yang gila foto, ini hotel cocok banget
kamar di namin hotel
kelengkapan standar hotel bintang tiga, tapi hebatnya mereka mengemas dengan label sendiri
untuk kopi, teh, dan gulanya
amenities namin hotel dago
lihat? semua amenitiesnya berlabel hotelnya
(soalnya ada beberapa hotel bintang 3 yang amenitiesnya nggak berlabel kayak gini)
shower namin hotel
showenya di atas dan ukurannya gede cui!
Di Namin Hotel gue menginap selama dua malam, mendapatkan sarapan untuk 2 kali dan untuk 2 orang di setiap kamarnya (kalau menginap berdua ya, yaiyalah Eki..). Menu sarapannya tersaji dalam model buffet, ada makanan berat seperti nasi kuning, mi goreng, ayam bakar, sayur, sosis dll. Jika yang nggak pengen nasi, ada omelette, soto ayam, bubur ayam, sereal, bubur manis, roti tawar. Untuk minumannya ada jus buah, infused water, susu, kopi, teh, dll. Ada menu yang berbeda di hari Sabtu pagi dan Minggu pagi, yaitu pada menu utamanya, mi goreng yang diganti dengan bihun goreng dan pada menu bubur manisnya, di hari Sabtu yang disajikan adalah bubur sumsum, sedangkan di hari Minggu adalah bubur ketan hitam. Rasa masakannya enak, tapi biasa aja, standar masakan hotel bintang tiga.



sarapan namin hotel
buffet style breakfast, nice!
sarapan di namin hotel
nggak sempet nyobain ayam gorengnya, kayaknya enak
sarapan di hotel namin
itu yang di pojokan ada jar susu adalah bagian serealnya
sarapan namin hotel
itu omelette-nya langsung dibuat sama chef-nya, jadi masih panas
sarapan namin hotel dago
ini beneran fotonya gak sengaja, gak disusun-susun, jepret, eh ternyata bagus. hehe
breakfast namin hotel
bubur kacang hitamnya nih. selamat sarapan gaes..
So, Namin Hotel Dago bisa gue rekomendasikan bagi kalian yang mau menginap di Bandung berdua dengan pasangan atau bersama keluarga juga boleh. Tapi biasanya sih kalau dengan keluarga atau anak-anak pastinya mereka akan memilih hotel dengan fasilitas kolam renang, jangan berharap menemukan fasilitas kolam renang di Namin Hotel ini ya, karena mereka tidak memilikinya. Walaupun nggak punya fasilitas kolam renang, tapi hotel ini tetap oke kok. Selamat berlibur!


Namin by Naya Hotel

Jl. Hasanudin No.10, Lebakgede, Coblong, Kota Bandung, Jawa Barat 40132

Rp 500.000 – Rp 800.000 (Superior Room)

Reservasi: Tiket.com


+ Lokasi di kota, jalan kaki ke CFD, cakep buat foto-foto

- Nggak ada kolam renang


Previous Article
Saung Angklung Mang Udjo: Melebihi Ekspektasi!
Saung Angklung Mang Udjo: Melebihi Ekspektasi!

Banyak yang beranggapan wisata di Saung Angklung Mang Udjo sebagai wisata yang mainstream dan turistik. Mun...

Next Article
Sarapan Mendoan di Warung Taru, Dago Atas; Enak Pisan Kang!
Sarapan Mendoan di Warung Taru, Dago Atas; Enak Pisan Kang!

Ya elah, warung doang ki, pakai di review segala…Taru? Apaan tuh, baru denger…Eitss, oke, jangan dulu merem...