Naik Tegang, Turun Lemas di Mutianyu, Great Wall of China

May 24, 2018 Ikhda Rizky
tembok china beijing

Ini dia destinasi utama gue ketika pergi ke Beijing, ya nggak lain nggak bukan adalah Tembok Cina (The Great Wall of China). Nah kalau dari Beijing sebenarnya ada 2 spot favorit yang bisa dilalui, Badaling dan Mutianyu. Spot yang paling ramai dikunjungi adalah Badaling karena jaraknya nggak terlalu jauh dari kota, tapi gue nggak mau ke sana karena berekspektasi akan terlalu touristic, akan banyak orang, dan akan susah mendapatkan foto yang bagus. Maka dari itu gue memutuskan untuk pergi ke spot Mutianyu yang berjarak kurang lebih 45 km dari Kota Beijing, dengan waktu tempuh selama 1,5 jam menggunakan bis. 


Kok jauh ki? Kok lama ki? Iya memang jaraknya lumayan jauh dari kota, tapi pengalaman nggak terlupakan bakal lo dapatkan di Mutianyu. Gue sendiri nggak menyangka bisa sampai ke Tembok Besar China, dulu cuma bisa gue lihat di buku IPS SD/SMP., hahaha. Takjubnya lagi adalah tembok ini beneran besar banget, tingginya 8 meter, lebarnya 5-8 meter. Nggak hanya besar, kuat, dan kokoh, tapi puanjaaaaaang. Panjangnya mencapai 6.350 km, melintasi 9 provinsi dan Kota di China, amazing! Jadi, dulunya Great Wall ini dibangun oleh kurang lebih 800.000 pekerja (budak pekerja paksa) selama 2.000 tahun sebagai benteng pertahanan bangsa China Kuno dari serbuan suku Nomad di utara. Banyak mitos yang muncul tentang Tembok China ini tentunya, salah satu yang terkenal adalah "Meng Jia Nu", cerita tentang seorang istri dari seorang petani yang dipaksa membangun seluruh Tembok China ini, mitos hanyalah mitos, we are never knows the truth. Tapi kebenaran datang dari material yang digunakan untuk membangun Tembok Besar China ini, yaitu menggunakan tepung beras ketan, wait what?! iya tepung! "Tepung beras berperan sebagai komponen organik yang kemudian dicampur dengan kapur sebagai komponen anorganiknya, kalsium karbonat dan amilopektinnya menyatu menjadi mikrostruktur padat yang lebih stabil dan punya kekuatan mekanis lebih besar" (diambil dari laman www.telegraph.co.uk). Ajegile andai sekarang bangun rumah bisa pakai tepung, gue buat tingkat 10! Hahahaha....

Nah Tembok Besar China tentu punya ujungnya dong, ujung timurnya berada pinggir lautan di Kota Shanhaiguan, provinsi Liaoning. Sedangkan ujung baratnya terputus oleh sebuah danau yang berada di pegunungan Kota Huanghuacheng. Inget lagi, bangunnya 2.000 tahun lamanya!

ini ujung timurnya (source: http://www.brazband.com/)
kalau ini ujung baratnya (source: http://www.china.com.cn/)
Ah gila, keren lah pokoknya! Ada yang bisa diuntungkan ketika berkujung di musim dingin (winter season), yaitu suasananya sepi dari para wisatawan. Awalnya gue membayangkan kalau suhunya bakal lebih rendah daripada di Kota Beijing, tapi beruntungnya lagi gue, ternyata cuacanya cerah dan suhunya hangat karena matahari muncul dengan gagahnya.


Terus ki, gimana caranya buat pergi ke Mutianyu? Oke, gue jelaskan dalam bentuk poin aja (mungkin bisa lebih mudah untuk dipahami);


  1. Dari kota Beijing/dari tempat menginap di kota, cari stasiun subway dan naik menuju Dongzhimen Station.
  2. Setelah turun di stasiun subway, jalan kaki menuju ke Dongzhimen Bus Station. Tenang, masih dalam 1 area kok karena berada di satu bangunan besar.
  3. Naik bis 916 Express tujuan Huairou (kota kecil sebelum menuju Mutianyu). Biayanya 12 CNY, bisa tapping pakai Yikatong atau masukkan pecahan CNY ke dalam boks di sebelah driver. Nikmati perjalanan selama kurang lebih 1 jam melewati jalan tol dan kota-kota kecil. Setelah keluar dari pintu tol dan berada di kota kecil Huairou, akan ada satu halte yang di sana banyak warga setempat yang menawarkan mobilnya untuk mengantar kita ke great wall. Kalau mau turun silahkan monggo, tapi kalau nggak tinggal bilang aja "no thanks" atau pakai kode tangan untuk menolak seperti yang gue lakukan.
  4. Setelah melewati halte calo tadi, kemudian turun di pemberhentian terakhir yaitu Terminal Huairou. (belum sampai ya, masih ada sekitar 22 km lagi untuk lanjut perjalanan ke Mutianyu)
  5. Nah di sini juga ada yang menawarkan jasanya buat mengantar kita ke great wall, tapi nggak sebanyak di halte itu, pick one person and negotiate for price. Kok pakai jasa mereka juga, kenapa nggak di halte aja tadi atau nggak naik bis lagi? Oke, jarak dari halte setelah keluar tol sampai ke terminal ini cukup jauh, apalagi untuk lanjut ke Mutianyu, jadi mending cari di terminal aja. Sedangkan naik bis bisa, tapi menunggu bis ke great wall itu lama banget karena satu hari hanya ada 2-3 perjalanan saja dan terkadang mereka nggak "narik", haha. Nah, warga lokal ini akan memberi harga awal sekitar 80-100 CNY sekali jalan, mahal kan? Eitss, tapi di sini peran the power of tawar menawar beraksi, sampai akhirnya gue mandapatkan harga 50 CNY/orang dan tentunya 100 CNY untuk pulang pergi (FYI; ini harga khusus winter season ya, di mana jarang ada wisatawan yang datang di musim ini). Perjalanan dari terminal Huairou sampai ke Mutianyu memakan waktu sekitar 45 menit dengan suguhan pemandangan pedesaan yang indah, bahkan gue melihat sebuah air terjun yang membeku, waw!
  6. Setelah sampai, beli dengan total 180 CNY (tiket cable car & tobbogan 120 CNY, tiket masuk 45, dan 15 CNY untuk pulang pergi naik shuttle bus).
  7. Pulang ke kota Huairou naik mobil yang kita sewa tadi sampai terminal (si driver akan menunggu di luar dan biasanya memberi waktu sekitar 2 jam atau bisa lebih).
  8. Dari terminal Huairou naik 916 Express lagi dan turun di Dongzhimen Bus Station.
naik bis ke mutianyu
naik bis dari terminal Dongzhimen. 
saran dari gue mending berangkat pagi ke Mutianyu supaya puas dan nggak kesorean
mobil sewa ke mutianyu
baik banget bapaknya, pintu aja dibukain, berasa princess
ke mutianyu naik apa
mobilnya nyaman, tapi si bapak nyetel lagu tradisional yang unik tapi nggak ngerti guenya
Gampang kan ternyata, nggak serumit yang dibayangkan dan dibicarakan oleh banyak blog. Bahkan sejumlah blog (termasuk postingan baru), mengatakan “kita harus membawa makanan sendiri dari kota, karena di Mutianyu nggak ada yang jualan, kalau ada pasti mahal banget”. Bukannya apa nih, tapi itu semua nggak bener. Faktanya, di Mutianyu Great Wall ada KFC, Burger King, Subway, dll. Harganya? Standar, sama aja seperti harga di kota dan di Indonesia. Jadi yang mau ke Mutianyu, nggak usah repot-repot beli makanan ini itu dari kota, malah bakal menuh-menuhin tas bawaan. 

Total perkiraan biaya yang harus dipersiapkan ketika ingin ke Mutianyu Great Wall sampai balik lagi ke Kota Beijing adalah sekitar 310 CNY, kalau mau makan di lokasi ditambah aja sekitar 20-40 CNY, oleh-oleh di sini berkisar 10-80 CNY, masih termasuk ramah kantong lah ya.
mutianyu great wall di beijing china
ini gerbang masuk ke Mutianyu dan area loket untuk pembelian tiketnya
tiket naik toboggan
ini bentuk tiketnya, (atas) tiket toboggan & cableway, (bawah) tiket shuttle bus
suasana di mutianyu
suasana pagi di sini sepi, kalau buat gue ini asyik banget
makan di mutianyu
(sorry kalau blur, ada BK di sini, tenang aja nggak usah takut kelaperan)
shuttle bus ke mutianyu
ini shuttle bus-nya buat ke atas
naik ke tembok china
setelah turun dari shuttle bus, perjuangan belum selesai
jalan kaki ke mutianyu
naik terus, nanjak terus
kucing di mutianyu
eh ketemu doi, hai!
kucing di china
seneng ketika melihat banyak kucing berbadan gempal di sini, ucu anet!
foto-foto di mutianyu
om-om mejeng foto dulu
Oh iya, buat ke puncak Great Wall gue naik cable car yang serem-serem tapi seru banget. Agak serem ketika melewati tiang penyangganya, goyang cui! Tapi rasa takutnya itu cuma 10%-nan aja kok, selebihnya adalah rasa serunya, pemandangan  bisa terlihat dengan jelas dan indah dari ketinggian, ditambah lagi suhunya yang dingin-dingin hangat gimana gitu, ah jadi rindu kan. By the way, FYI nih ketika mau naik cable car, kita harus loncat ke kursinya, karena mesinnya nggak berhenti, jadi dia terus berjalan memutar, tapi seru lo beneran sampai si penjaganya ikutan ketawa-tawa pas gue keberatan naik, hahahahaha. 



naik cableway di mutianyu
ini Bapak penjaganya dan itu alas kuning di lantai tempat kita bersiap loncat untuk duduk di cableway
naik cableway ke tembok china
naik ini aja udah seneng banget, apalagi ditambah cuaca yang cerah saat itu
Seperti yang gue bilang di awal, kalau musim dingin di Mutianyu ini nggak terlalu ramai wisatawan, suasana ketika sudah berada di atasnya akan menjadi damai banget. Tapi dibalik rasa damai itu sekaligus muncul rasa berdecak kagum yang tak henti-hentinya (gile orang dulu hebat-hebat banget ya bangun beginian). Tentunya kamera nggak mungkin menganggur begitu aja di dalam tas ketika sudah sampai di atas Tembok China ini, sampai baterai low-battpun di ayok in kayaknya deh. 
pemandangan dari tembok china
woaaaaaaaah, bagus bangeeeeeeeeet!
pegunungan di mutianyu
indah! kalau di musim lain akan berbeda lagi pemandangannya
pemandangan dari mutianyu
eh ada om-om lagi
langit biru di tembok china
the clear blue sky!
menikmati tembok china
justru ketika berada di dalam bangunan lebih dingin, 
di luar hangat karena ada matahari yang menyinari
tindakan merusak di tembok china
banyak turis yang tangannya masih jahil dan gatel pengen coret-coret,
please don't be like this people's!
Nah, kalau membeli tiket paket, kita sudah mendapatkan tiket turun dengan menaiki yang namanya Toboggan. Apa itu? Iya, ini semacam papan seluncur dengan tuas rem di sana, naik ini seru banget nget nget pokoknya, kita akan turun dengan posisi duduk melewati jalur yang sudah dibuat untuk meluncur ke bawah, that's so much fun! (saran gue, pakai kamera wide angle kalau mau bagus hasilnya buat vlogging). Di Mutianyu ini bener-bener deh, naik ke atas agak tegang-tegang gimana gitu pakai cablecar, ditambah turunnya "lemesin aja tsay" pakai toboggan yang cepet banget meluncurnya this is so memorable
naik toboggan turun ke bawah
wuhuuuuuuu......!!
turun dari tembok china naik toboggan
wuhuuuuuuuuuuuu.....belok meluncur lagiiiiiii...., seruuuuuu.......
makan di tembok china
setelah sampai di terminal Huairou, cari makan di deket terminal (ini porsi raksasa banget!)
cabe di china
urusan sambel tetap Indonesia juaranya
makan di terminal huairou
mi-nya buatan sendiri dan lagi-lagi porsinya ampun deh
warung muslim di china
ini persis di depan pintu masuk terminal, "warung makan muslim bla...bla...bla...." 
(hahahaha gatau apaan bacanya)
Oke, so far, Mutianyu Great Wall of China sangatlah worth it buat didatangi. Di sini ada 4 musim yang bisa dilihat dan (sepertinya) setiap musim akan punya keseruan serta keindahan yang berbeda-beda, mulai dari musim dingin seperti gue kemarin, musim semi (masa tumbuh daun), musim panas, dan musim gugur. FYI, katanya musim dingin adalah waktu paling tepat kalau emang mau puas berfoto-foto karena jarang wisatawan yang mau berlibur di musim ini, sedangkan musim panas adalah musim terbaik jika ingin melihat nuansa serba hijau di sini, tapi dengan konsekuensi banyak turis yang datang. 
ini musim gugur, cantik ya (source: https://www.klook.com/)
dan ini musim panas, mata adeeem (source: https://www.klook.com/)
So, choose your choice!
Happy holiday!
Have fun!

Previous Article
Membekunya Danau Kumning di Summer Palace & Si Bapak Tua Dengan Lukisan Huruf Pinyinnya
Membekunya Danau Kumning di Summer Palace & Si Bapak Tua Dengan Lukisan Huruf Pinyinnya

Istana ini dahulunya adalah tempat tinggal para Kaisar Dinasti Qing. Terletak di distrik Haidian, sekitar 1...

Next Article
Trip Report Hari Keempat: Melelahkan & Menyenangkan Untuk Berjalan Kaki
Trip Report Hari Keempat: Melelahkan & Menyenangkan Untuk Berjalan Kaki

TRIP REPORT Hari ke-4, Selasa, 16 Januari 2018Hari keempat ini merupakan hari besar karena tujuan utama men...