Sarapan Mendoan di Warung Taru, Dago Atas; Enak Pisan Kang!

September 4, 2018 Ikhda Rizky
warung taru dago

Ya elah, warung doang ki, pakai di review segala…

Taru? Apaan tuh, baru denger…


Eitss, oke, jangan dulu meremehkan namanya, walaupun disebut “warung” tapi kenyataannya kasta atau strata-nya berada di posisi tengah. Sebuah rumah makan bernuansa kayu “njawani” yang berada di Jl. Ir. H.Djuanda No.437, Dago. Kalau pernah ke Tahura, Curug Maribaya, Tebing Keraton, Bukit Moko, dan kafe-kafe gaul di daerah Dago Atas pasti akan melewatinya. Sama seperti gue yang udah bolak-balik melewatinya tapi baru bisa mampir kemarin di long weekend yang bertepatan dengan hari kemerdekaan Republik Indonesia ke-73, merdeka!



warung taru dago atas
itu di kanan adalah jalan yang mengarah ke Maribaya
warung taru dago bandung
nggak terlalu kelihatan sih warungnya kalau dari jalan raya
Oke, ternyata nama “Taru” berasal dari bahasa sansekerta yang berarti semak/pepohonan, namun beberapa informasi mengatakan bahwa penggunaan kata “Taru” di Warung Taru ini artinya Warung Kayu/Rumah Kayu. Hmm… 

Terlepas dari penamaannya, konsep rumah makan ini termasuk salah satu yang gue suka. Kenapa? Iya, nuansanya “njawani” banget, khas rumah adat Joglo Jawa Tengah dengan sedikit sentuhan retro klasik di dalamnya. Suasananya semakin menyenangkan dengan banyaknya tanaman yang tumbuh subur, hijau, dan rindang di sini, apalagi dengan adanya suguhan pemandangan Bukit Dago yang juga menenangkan serta semilirnya angin yang berhembus di pagi itu, beuh! Suasananya aja udah jadi poin lebih. Mantul!



warung taru bandung
papan namanya berada di dekat pintu masuk
warung taru bandung dago
nuansa kayu dan bambu yang menenteramkan
taru dago bandung
banyak lonceng kayu buat kebo tuh digantung-gantung
warung taru jalan dago
pemandangan perbukitan yang mendamaikan
Menu makanan di Warung Taru ini nggak neko-neko dan bukan menu western. Semuanya adalah santapan sehari-hari dan tradisional yang sering kita temui. Misalnya untuk makanan beratnya ada nasi liwet, nasi kuning, nasi pecel, soto ayam, lontong sayur, baso cuanki, sampai roti bakar juga ada di sini. Sedangkan untuk menu ringannya, mereka menyediakan tahu isi, tempe mendoan, pisang goreng, singkong goreng, bala-bala, dan bahkan bubur ketan hitam juga ada lo. Nice!


Sedangkan untuk menu minuman di Warung Taru juga sama, nggak ada yang aneh-aneh, bahkan rata-rata menu minumannya itu menyehatkan. Mulai dari teh lemon, wedang jahe, yoghurt, sarang burung, cincau, gula asem, kelapa muda, rempah madu, sampai jus kedondong. Bagi yang suka ngopi di sini juga ada, tapi hanya ada kopi tubruk dan kopi susu. Hanya ada 2 minuman yang bisa dibilang agak mengikuti zaman, yaitu Thai tea dan green tea, dah itu aja.



menu warung taru
harganya murah meriah
kopi warung taru
menu kopinya tuh, dikit kan tapi mungkin enak
Gue datang di pagi hari dan beralasan untuk nggak makan berat (gaya lu ki!), jadi gue memesan menu ringannya aja, tempe mendoan, pisang goreng, bubur ketan hitam, minumnya es cincau hijau, dan wedang jahe. Loh kok banyak yaaa… Hehe.. Sebenarnya sih menu-menu beratnya sungguh sangat menggoda, misalnya gue penasaran nasi pecelnya, tapi takut kekenyangan (ah alasan!). 

Rasanya gimana ki? Oke, satu per satu, mendoan adalah pemegang skor tertinggi di sini. Mereka bisa membuat mendoan sempurna, tidak terlalu kering, tetapi tidak lembek dan tidak terlalu basah juga. Tempe yang digunakan juga merupakan tempe dari yang berasal satu lembaran utuh (pernah lihat nggak tempe yang dibungkus daun pisang?), bukan tempe balok panjang yang dipotong-potong. Hal itu membuat rasa mendoan ini sangat menggugah selera saat disantap, apalagi ketika bertemu dengan sambalnya. Kenapa dengan sambalnya ki? Ternyata, ini bukan sambal kecap seperti biasanya dengan potongan rawit yang sering kita jumpai. Sambal kecapnya ini sepertinya menggunakan kecap khusus dengan campuran gula jawa di dalamnya (seperti kecap khas Purwodadi) atau bisa juga mereka menggunakan kecap biasa namun ditambahkan sedikit gula jawa. Warnanya pun tidak hitam pekat, melainkan kecokelatan. Gula jawanya ini juga membuat teksturnya pun jauh lebih kental dari sambal kecap pada umumnya, enak, enak banget, perfect!

mendoan warung taru
mendoannya lebar-lebar buangeeet, masih panas lagi ini, nyam!
Begitu juga dengan pisang gorengnya, penampilannya sungguh cantik. Lapisan tepungnya yang renyah membalut pisang di dalamnya dan bertabur gula pasir berwarna cokelat yang berkilauan di atasnya, rasanya endeusss pisan! Sepertinya cocok sebagai penamping untuk minum kopi, maksudnya bukan minuman yang juga manis.

Untuk bubur ketan hitamnya, sebenernya pait ketan hitamnya udah pas, pekat, dan nggak terlalu lembek. Santannya pun gurih dan nikmat, tapi ada satu hal yang membuat poinnya berkurang yaitu nggak manis sama sekali. Nggak tau ya entah gue apes karena mungkin mereka lupa memberi gula atau memang bubur ketan hitam di Warung Taru ini memang pahit?

pisang goreng warung taru
eh ada tambahan kejunya juga di atasnya
bubur ketan hitam warung taru
bubur ketan hitam yang penuh tanda tanya
Untuk rasa es cincaunya seger banget, cincaunya banyak, tapi nggak ada yang spesial. Hal spesial justru datang dari teh jahenya yang di dalamnya punya potongan jahe yang luar biasa banyak, membuat rasanya menjadi pedas sehingga nyaman saat melewati tenggorokan. Sip!



cincau warung taru
cantik yaa...
So, Warung Taru menjadi tempat makan yang nyaman ketika lo berada di daerah Dago Atas, Bandung. Mungkin ketika nanti gue berkunjung ke Bandung lagi, Warung Taru menjadi tempat makan yang bakal dicoba dan dikunjungi kembali. Selamat sarapan!


Mendoan                     : Rp 14.000 (isi 3) 9/10

Pisang Goreng            : Rp 12.000 (isi 4) 8/10

Bubur Ketan Hitam    : Rp 13.000 7/10

Es Cincau                     : Rp 17.000 8/10

Teh Jahe                      : Rp 10.000 8/10

Previous Article
Jangan Dekat Kerbau Bekas? (Namin by Naya Hotel, Dago)
Jangan Dekat Kerbau Bekas? (Namin by Naya Hotel, Dago)

Horeee nginep di Bandung lagi!Karena perjalanan ke Bandung kali ini gue anggap spesial, maka memutuskan unt...

Next Article
Kehidupan Pulang Pergi Dengan Commuter Line dan Ojek Online, Ada Pelajaran Istimewa Di Sana!
Kehidupan Pulang Pergi Dengan Commuter Line dan Ojek Online, Ada Pelajaran Istimewa Di Sana!

source: www.malesbanget.com Di awal tahun 2017 tepatnya di bulan Januari, tempat di mana gue bekerja diharu...