4 Cara Mengatasi Traveling Blues

December 4, 2015 Fani Rachmita

Traveling blues adalah sebuah situasi dimana ketika seorang traveler tiba-tiba kehilangan spiritnya. Biasanya, ini terjadi saat seorang traveler menjalani traveling dalam jangka waktu yang lama. Bahkan bisa juga terjadi saat Anda dalam momen short-term traveling. Traveling blues terjadi ketika Anda berada di tempat indah namun pikiran Anda melayang dan bahkan sempat berharap berada di rumah, menjalani aktivitas sehari-hari.  (berbagai sumber)

(foto: via Tumblr)

Masa sih di tengah keindahan laut Bali, memukaunya pemandangan gunung Rinjani Anda ingin pulang ke rumah dan merindukan tempat tidur Anda?? Caz Makepeace, seorang travel blogger lewat tulisannya di blog ytravelblog memastikan pernah mengalaminya sendiri. "Saat sedang dalam long-term traveling, saya berpikir untuk mengakhiri perjalanan ini. Tiba-tiba saya merindukan sofa di rumah di mana saya bisa bersantai sambil channel surfing, lalu pergi ke cafe di ujung jalan di mana semua tahu nama saya. Bahkan saya pernah berpikir untuk kembali bekerja!" paparnya. Saat itu Caz sedang dalam perjalanan untuk menyelesaikan Australian Road trip-nya. "Saya merasa tidak ada gunanya melanjutkan perjalanan bila hati saya sudah tidak di sini," ceritanya lagi. 

Lalu apa yang harus dilakukan ketika traveling blues menimpa Anda? Apakah Anda harus putar balik dan pulang ke rumah? Berikut ini tips untuk menghadapi traveling blues.  

 

Mengeluh 

Yap, tuangkan semua keluhan Anda di atas sebuah kertas atau ketik di smartphone atau materi lainnya dimana Anda bisa menumpahkan perasaan. Namun Caz mengingatkan untuk tidak memberi waktu banyak untuk momen mengeluh ini, karena Anda akan menjadi kehilangan fokus. Bukannya menghilangkan masalah, Anda malah jadi mendapat masalah baru karena terus-terusan menggali hal jelek yang sedang Anda rasakan. Mengeluh dibolehkan bila Anda sedang bertujuan ingin mengubah situasi Anda menjadi lebih baik. 

 

Istirahat 

Kelelahan bisa menyebabkan seseorang menjadi lebih moody. Stop the travel dan cari tempat yang nyaman untuk Anda beristirahat. Berhenti mengeksplor dan sosialisasi. Nikmati waktu istirahat Anda untuk melepas semua kegelisahan, stress dan hal-hal lain yang membuat tidak bahagia. 

 

Olahraga 

Olahraga melepas dopamine ke otak yang membuat kita merasa bahagia, sekaligus membuat Anda lebih tenang, lebih relaks, lebih berenergi dan bahkan akan membuat tidur Anda lebih baik. Meski saat traveling Anda sering jalan, tapi olahraga dengan kecepatan akan memberi dampak berbeda. Lari bisa meningkatkan detak jantung dan melepas hormon-hormon bagus.  Anda juga bisa mencari kelas Yoga untuk menenangkan pikiran dan merelakskan tubuh. 

 

Orang-orang Terdekat 

Skype atau telepon teman, pasangan, keluarga di rumah. Melihat dan mendengar juga bercakap-cakap dengan mereka akan memberikan motivasi dan support system. Jangan sungkan juga untuk bercerita dan meminta bantuan bila memang Anda sedang membutuhkan bantuan. 

 

Sudah siap untuk traveling?

 

 

Previous Article
Penggemar Game of Thrones? Tempat-tempat Ini Wajib Masuk Travel Bucket List Anda
Penggemar Game of Thrones? Tempat-tempat Ini Wajib Masuk Travel Bucket List Anda

Anda salah satu penggemar Game of Thrones dan senang berpetualang? Tempat-tempat yang disebutkan di bawah ...

Next Article
Berlibur di Nusa Lembongan, Menantang Jiwa Petualang
Berlibur di Nusa Lembongan, Menantang Jiwa Petualang

Menikmati sisi lain Bali di Nusa Lembongan.

Want more?

Visit our site

Discover