Ekowisata Bersama Leonardo DiCaprio

March 31, 2016 Elfida Lubis

Semua orang Indonesia sepertinya sedang fokus pada satu peristiwa bersejarah, yaitu datangnya Leonardo DiCaprio ke Aceh, tepatnya Taman Nasional Gunung Leuser. Aktor kelas dunia ini memang terkenal aktif menyuarakan kepeduliannya soal lingkungan, khususnya climate change. Dia aktif berkampanye secara global untuk mendukung isu tersebut, lewat Leonardo DiCaprio Foundation (LDF) berkolaborasi dengan banyak organisasi. Dari foto-foto yang beredar di beragam social media, terlihat Leo menyeberangi sungai dengan perahu kayu  kecil, berfoto dengan gajah, dan kegiatan lainnya. Lewat akun social media-nya, Leo pun meminta kita ikut mendukung petisi berbunyi "Save The Leuser Ecosystem, Save Our Planet". 

Indonesia yang merupakan negara tropis memiliki banyak konservasi alam dan taman nasional yang dikelola oleh pemerintah, bekerja sama dengan organisasi lingkungan setempat. Beberapa di antaranya boleh kita kunjungi untuk mengetahui lebih dekat kegiatan mereka, selain tentu saja menikmati ekosistem yang masih asli. Kalau Anda tertarik mengunjungi salah satunya, cek beberapa tempat yang kami pilihkan di bawah ini. (Dari berbagai sumber)

 

1. Taman Nasional Gunung Leuser-Aceh

Foto: de.wikipedia.org

Merupakan perwakilan tipe ekosistem hutan pantai, hutan hujan tropika, dataran rendah, sampai pegunungan. Hampir seluruh kawasan ditutupi lebatnya hutan dengan beberapa sungai dan air terjun. Terdapat tumbuhan langka dan khas di dalamnya, yaitu daun payung raksasa (Johannesteijsmannia altifrons) dan bunga raflesia (Rafflesia atjehensis dan R. micropylora). Satwa langka dan dilindungi yang ada di sana, antara lain mawas atau orangutan, siamang, gajah Sumatera, badak Sumatera, juga harimau Sumatera. Kawasan ini ditetapkan oleh UNESCO sebagai Cagar Biosfir. Terdapat bumi perkemahan sehingga Anda dapat lebih intensif menghabiskan waktu menikmati panorama alam, mengamati satwa dan tumbuhan, bahkan sekalian mendaki Gunung Leuser (3.404 mdpl) dan Gunung Kemiri (3.314 mdpl). 

 

2. Taman Nasional Sebangau-Kalimantan Tengah

Foto: tnsebangau.com

Kawasan taman nasional ini terletak di 3 wilayah, antara Palangka Raya, Kabupaten Katingan, dan Kabupaten Pulang Pisau. Kawasan konservasi ini dibuat sebagai langkah serius untuk mengembalikan fungsi ekologis hutan rawa gambut di Kalimantan Tengah. Taman Nasional ini bisa dicapai dengan mudah menggunakan karena hanya berjarak 20 menit dengan mobil dari Bandara Cilik Riwut Palangkaraya. Di wilayah hampir selebar Jakarta yang didominasi oleh hutan gambut ini, diperkirakan hidup sekitar 6.500 hinggal 9.000 populasi orangutan liar. 

 

3. Pulau Sempu-Jawa Timur

Foto: agentwisatabromo.com

Pulau Sempu berada di Desa Tambak Rejo dan dikelola oleh Balai Konservasi Sumber Daya Alam Jawa Timur. Difungsikan sebagai cagar alam, pulau tak berpenduduk ini dihuni oleh bermacam-macam flora dan fauna khas hutan tropis seperti babi hutan dan kancil. Untuk mencapai pulau ini, Anda dapat bertolak dari Pantai Sendang Biru yang berjarak sekitar 2 jam dari Malang, dengan menggunakan perahu berkapasitas maksimal 10 orang. Kemudian, berjalan kaki untuk sampai ke spot paling cantik di sana, yaitu Segara Anakan yang merupakan kombinasi cantik air biru nan tenang dan pasir putih seluas empat hektar. Namun sebelumnya, Anda harus mengantongi terlebih dahulu surat izin masuk kawasan konservasi yang bisa didapat dari Balai Konservasi Sumber Daya Alam. Kalau Anda ingin menginap di Pulau Sempu, di sana disediakan penyewaan tenda.

 

4. Taman Nasional Lore Lindu-Sulawesi Tengah

Foto: vacationindonesiatours.com

Kawasan konservasi ini selain dijadikan sebagai obyek penelitian ilmuwan baik dalam maupun luar negeri, juga menawarkan atraksi menarik untuk wisatawan. Mendaki gunung, memanjat tebing, dan menikmati keunikan lain dapat dilakukan di sini. Taman Nasional Lore Lindu yang merupakan cagar biosfir dunia yang ditetapkan oleh UNESCO pada tahun 1977, berada tak jauh dari Danau Poso atau kurang lebih 60 kilometer sebelah barat kota Palu, tepatnya di Kabupaten Donggala dan Poso. Secara biogeografis, kawasan ini merupakan daerah peralihan antara Zona Asia dan Zona Australia atau disebut Garis Wallace. Itu memengaruhi keanekaragaman flora dan fauna yang ada di dalamnya. Obyek keseruan lain yang terdapat di Taman Nasional Lore Lindu, seperti misalnya air terjun di Wuasa dan Kolori, air panas di Watumaeta dan Lengkeka, camping ground di Wuasa, arung jeram di Sungai Lariang, Gintu, dan yang unik adalah Situs Batu Megalith yang tersebar di lembah Bada dan Besoa. Ini menunjukkan bahwa pada masanya, Sulawesi Tengah diduga menjadi pusat kebudayaan Austronesia. Prasasti peninggalan tersebut beragam, ada yang berbentuk patung, belanga besar, lumpang, sampai batu berukir. Namun, sempat ada kasus pencurian secara ilegal yang sempat terungkap dan diangkat oleh harian Kompas.

 

Temukan deal jalan-jalan dan hotel menarik hanya di Grivy

 

 

Previous Article
Seminggu Menikmati Sulawesi Selatan
Seminggu Menikmati Sulawesi Selatan

Rencanakan perjalanan seru ke Sulawesi Selatan bersama Grivy.

Next Article
Water Traveling Bagus Untuk Kesehatan Jiwa
Water Traveling Bagus Untuk Kesehatan Jiwa

ngin liburan sembari menenangkan diri? Water traveling bisa menjadi alternatif pilihan Anda. Kenapa? Karena...

Want more?

Visit our site

Discover