Hanya Tiga Hari, Ini Keistimewaan Festival Payung Indonesia 2018

September 7, 2018 Chatarina Komala

Ilustrasi: www.highlight.id

Digelar pada tanggal 7 hingga 9 September 2018, Festival Payung Indonesia kali ini berlokasi di Candi Borobudur, Magelang, Jawa Tengah.

Sukses diselenggarakan di Solo pada 2017, kini Anda bisa menyaksikan lagi Festival Payung di Candi Borobudur, Magelang, Jawa Tengah. Festival ini sudah dimulai hari ini dan akan terus berlangsung hingga tanggal 9 September. Adapun selain arak-arakan payung, festival ini juga akan semakin syahdu dengan lantunan Ata Ratu (Sumba Timur), suara merdu Ayu Laksmi (Bali), serta kidung kontemporer dari Endah Laras. Tidak ketinggalan, ada pula festival kuliner, pertunjukan tari, hingga fashion.

Ditetapkannya Candi Borobudur sebagai tempat perhelatan festival ini sendiri bukan tanpa sebab. Pasalnya, keputusan tersebut berkaitan dengan status Candi Borobudur sebagai destinasi prioritas dalam program Joglosemar. Dengan kata lain, akan terus ada upaya untuk mengundang para wisatawan datang ke sana dalam rangka mengoptimalkan potensi Candi Borobudur.

Candi Borobudur juga merupakan “keajaiban” karya manusia di dunia yang tidak dapat ditemukan di belahan dunia lain. Setidaknya, ada sebanyak 2.672 ukuran relief serta 600 patung dan stupa Buddha yang ada di sana.

 

Terinspirasi dari Relief Borobudur

Ilustrasi: www.trivindo.com

Perhelatan yang berlangsung selama tiga hari ini akan memuat aneka atraksi serta pawai payung Nusantara. Tema yang diangkat adalah Lalitavistara--hasil inspirasi kisah yang terpapar pada relief Candi Borobudur. Nah, dalam festival ini, payung menjadi simbol dan penanda berbagai tahap kehidupan, mulai dari kelahiran hingga kematian. Selain itu, payung juga menjadi simbol keberagaman, lho.

Dari sisi masyarakat, Festival Payung Indonesia sendiri menjadi wadah dan tempat bertemu para seniman, pekerja seni, pengrajin payung, hingga komunitas kreatif untuk senantiasa melestarikan payung tradisional Indonesia.

Oh ya, Candi Borobudur dipilih berdasarkan kaitannya dengan simbol-simbol inspiratif. Misalnya, sebagai pemersatu beragamnya latar sosial, budaya, agama, hingga politik.

Previous Article
Ternyata, Corvin Castle Nggak Seseram The Nun, Lho!
Ternyata, Corvin Castle Nggak Seseram The Nun, Lho!

Adapun popularitas The Nun tidak lepas dari keangkeran Biara Carta, tempat tinggal para biarawati. Nah, Bia...

Next Article
Inilah 5 Jalur Kereta Paling Indah di Dunia!
Inilah 5 Jalur Kereta Paling Indah di Dunia!

Deretan pohon, pegunungan, hingga panorama laut dan tebing cantik akan menjadi teman Anda selama melakukan ...

Want more?

Visit our site

Discover