Ke Sulawesi Utara? Lakukan Beberapa Kegiatan Ini

September 29, 2015 Josefine Yaputri

Sulawesi Utara asyik buat jalan-jalan, lho. Jika Anda tertarik jalan-jalan ke sana, lakukanlah beberapa kegiatan ini:

1. Diving di Lembeh

Sumber: Pinstake

Jika Anda seorang penyelam atau diver, ada tentu tahu bagaimana rasanya berada di sebuah titik penyelaman atau diving spot. Yup, rasanya seperti seorang anak kecil yang tengah berada di sebuah toko permen atau toko mainan--girang bukan main. Di Lembeh sendiri, ada lebih dari 70 diving spot yang bisa Anda jelajahi. Bayangkan, jika menjelajahi sebuah diving spot saja membutuhkan waktu kurang lebih 5 kali dive supaya puas, berarti Anda harus diving sebanyak minimal 300 kali atau lebih supaya bisa benar-benar puas menjelajahi semua diving spot yang ada di Lembeh! 

Sumber: Hiro Kikuyama

Sumber: Trekking Diving Living

Tidak hanya itu, di Lembeh, Anda pun bisa melakukan berbagai jenis penyelaman, seperti Muck Diving, Wreck Diving, Night Diving, hingga beristirahat di bawah laut. Sangat menyenangkan, bukan?

 

2. Mampir ke Pasar (Ekstrim) Tomohon

Sumber: Senja Moktika

Berada di dataran tinggi, Kota Tomohon menyimpan banyak pesona serta kejutan yang tidak dimiliki oleh kota-kota lain di Indonesia. Terletak di antara Gunung Mahawu dan Gunung Lokon, Kota Tomohon yang berada di Provinsi Sulawesi Utara, terkenal akan pasar tradisionalnya yang lain dari yang lain. Pasar Beriman Tomohon atau yang biasa disebut Pasar Tomohon sangat berbeda dari pasar tradisional lainnya, yang bahkan bisa membuat Anda menjerit dan menangis. Berani?

Sumber: Senja Moktika

Di beberapa sudut pasar, Anda bisa menjumpai pemandangan-pemandangan biasa.. Seperti pasar tradisional Indonesia pada umumnya, Anda bisa menjumpai ayam hidup yang tengah diperjualbelikan serta ikan-ikan asap yang siap untuk dimasak. Tidak hanya itu, Anda juga bisa menjumpai ikan roa, ikan kecil yang sekilas mirip dengan ikan teri namun berbeda, yang biasa dijadikan sambal oleh orang-orang Sulawesi Utara. Jika Anda seorang pecinta kuliner Indonesia, Anda tentu tidak asing lagi dengan Sambal Roa khas Sulawesi Utara.

Sumber: Senja Moktika

Sumber: Senja Moktika

Akan tetapi, di beberapa sudut pasar yang lain, Anda akan menjumpai beberapa pemandangan yang sedikit ekstrem, hingga yang sangat ekstrem. Di Pasar Tomohon, berbagai macam hewan diperjualbelikan untuk dikonsumsi. Kebanyakan masyarakat Tomohon adalah masyarakat non-muslim, sehingga babi, baik babi hutan maupun babi ternak, banyak dijual di sini. Tidak hanya babi, di Pasar Tomohon, Anda juga akan menjumpai ular, kelelawar atau paniki (menurut bahasa setempat), tikus sawah ekor putih, kucing, hingga anjing. Ya, semua hewan itu diperjualbelikan di Pasar Tomohon untuk dikonsumsi. Jika Anda termasuk orang yang takut darah dan tidak tegaan, sebaiknya Anda jangan pergi ke sana karena ada banyak sekali turis yang nyaris pingsan saat melihat anjing-anjing yang 'dibantai' sebelum akhirnya dipanggang oleh sang penjual.

Sumber: Senja Moktika

Sumber: Senja Moktika

Tidak hanya ayam, ikan, dan hewan-hewan yang tidak biasa, di Pasar Tomohon juga terdapat sayur-mayur yang diperjualbelikan. Sayur-mayur di Pasar Tomohon bisa Anda beli dalam keadaan utuh, bisa juga Anda beli dalam bentuk yang sudah dipotong-potong. Sebelum pulang dari Pasar Tomohon, jangan lupa untuk membeli jajanan pasar, ya!

 

3. Rafting di Sungai Nimanga

Sumber: Describe Indonesia

Siapa bilang Anda hanya bisa snorkeling atau diving di Sulawesi Utara? Sulawesi Utara punya lebih dari itu. Jika Anda termasuk orang yang menyukai kegiatan-kegiatan pemacu adrenalin, Anda harus mencoba kegiatan arung jeram atau rafting di Sungai Nimanga, Sulawesi Utara. Berada di Desa Timbukar, Minahasa, Sulawesi Utara, untuk bisa tiba di Sungai Nimanga dari Kota Manado, Anda bisa menggunakan kendaraan pribadi dengan menempuh jarak 30 kilometer selama kurang lebih 3 jam perjalanan. 

Sumber: Flowers Lane

Sungai Nimanga dikenal oleh para atlet arung jeram profesional sebagai sungai dengan Grade 3 hingga 5. Di olahraga arung jeram sendiri, ada 6 tingkatan atau grade yang dimiliki oleh sungai untuk bisa diarungi. Grade 1 adalah grade termudah dan Grade 6 adalah grade tersulit. Untuk Sungai Nimanga yang memiliki Grade 3, artinya sungai tersebut termasuk sungai yang memiliki rintangan cukup sehingga untuk bisa mengarunginya, diperlukan tenaga dan tidak bisa asal mendayung. Selain itu, ada strategi dan 'jurus-jurus' yang harus dilakukan untuk mengarungi jeram yang ada. Sedangkan untuk Grade 5, beberapa jeram di Sungai Nimanga memang memiliki jeram yang cukup tinggi dan berbahaya. Meski demikian, saat mengarungi jeram-jeram Sungai Nimanga, Anda tidak perlu takut sama sekali karena sebenarnya Anda bisa melakukannya dengan aman, sekalipun Anda belum pernah melakukannya sama sekali, asal Anda menggunakan peralatan komplit dan didampingi oleh pemandu profesional. Selain itu, jeram-jeram di Sungai Nimanga juga berarus tenang atau yang biasa disebut flat water sehingga meskipun Anda terjatuh atau hanyut, proses penyelamatan bisa dilakukan dengan mudah.

Sumber:  Flowers Lane

Untuk mengarungi jeram-jeram yang ada di Sungai Nimanga, Anda membutuhkan waktu kurang lebih 5 hingga 6 jam. Meskipun relatif lama, Anda tidak akan merasa bosan karena olahraga arung jeram di Sungai Nimanga sangat menantang dan pemandangan di sekitaran sungai sangat indah. Sambil mengarungi jeram-jeram Sungai Nimanga, Anda bisa menikmati pepohonan hijau dan rimbun yang menyegarkan mata. Dan jika Anda beruntung, Anda bisa melihat monyet khas Sulawesi yang disebut Macaca Nigar serta Tarsius yang mungil. Sangat seru, kan?

 

4. Wisata Air di Bunaken

Hanya dengan naik kapal motor selama 40 menit saja, Anda sudah dapat mengunjungi Taman Laut Bunaken atau yang biasa disebut Bunaken dari Kota Manado, Sulawesi Utara. Dengan luas 89.065 hektar, Bunaken sangat cocok untuk dikunjungi para pejalan yang menyukai wisata laut dan pantai. Di taman nasional ini, terdapat Segitiga Terumbu Karang dimana 390 spesies terumbu karang tinggal di dalamnya. Bunaken diresmikan menjadi sebuah taman nasional pada tahun 1991 dengan 97% bagiannya terdiri dari laut dan 3%-nya terdiri dari daratan. 

Sumber: Indonesia Dive Directory

Sumber: Indonesia Travel

Seperti di Lembeh, di Bunaken, Anda juga bisa menyelam atau diving. Meskipun jumlah diving spot yang dimiliki Bunaken tidak sebanyak jumlah diving spot yang dimiliki Lembeh, setidaknya di Bunaken ada lebih dari 20 diving spot yang bisa Anda jelajahi. Ketika diving di Bunaken, Anda bisa melihat terumbu karang terjal vertikal yang dalamnya 25 hingga 50 meter. Waktu terbaik untuk menyelam di Bunaken adalah pada bulan Mei hingga Agustus, dimana Anda bisa menjumpai berbagai moluska cantik, seperti Kima Raksasa atau Tridacna Gigas dan Nautilus. 

Sumber: Cavinton Hotel

Sumber: Telusur Indonesia

Jika Anda belum berani untuk menyelam atau belum bisa menyelam, snorkeling bisa menjadi aktivitas pilihan Anda untuk menikmati pemandangan bawah laut Bunaken. Ada berbagai jenis ikan dan terumbu karang cantik yang bisa Anda jumpai di perairan dangkal. Bunaken sendiri memiliki 91 jenis ikan yang hidup di dalamnya. Di Bunaken, Anda bisa menjumpai Ikan Kuda Gusimi Lokal atau Hippocampus, Koi Putih atau Seriola Rivoliana, Lolosi Ekor Kuning atau Lutjanus Kasmira, dan masih banyak lagi. Bagaimana? Apakah Anda tertarik untuk datang ke Bunaken?

 

5. Nongkrong di Danau Linow

Sumber: Siska Nurifah

Saat mengunjungi Kota Tomohon, selain melihat deretan Rumah Woloan yang cantik dan mampir kePasar Tomohon yang lain dari yang lain, sempatkan waktu untuk menghabiskan siang atau sore hari Anda di Danau Linow. Meskipun danau ini berukuran kecil, Danau Linow yang merupakan sebuah danau belerang, terkenal akan kecantikan warnanya yang terus berubah-ubah--tergantung pada pancaran sinar matahari yang memantul ke permukaan air danau. 

Sumber: Detik Travel

 Secara geografis, Danau Linow ini terletak di Desa Lahedong, Kecamatan Tomohon Selatan, Kota Tomohon, Sulawesi Utara. Hijau muda, hijau susu, hijau tosca, serta berbagai gradasi warna hijau lainnya serta warna biru dan coklat kekuningan, bisa Anda lihat saat berkunjung ke Danau Linow. Di danau ini Anda tidak hanya bisa menjumpai sebuah danau cantik, tapi juga bisa menjumpai berbagai jenis burung, salah satunya adalah Burung Belibis, karena Danau Linow sendiri merupakan habitat dari berbagai jenis burung. Selain itu, di danau ini Anda juga bisa melihat bunga-bunga cantik yang tumbuh di sekitar danau, apalagi karena Kota Tomohon selama ini dikenal sebagai "Kota Seribu Bunga" dimana Festival Bunga Tomohon telah diadakan sejak tahun 2008 sebagai festival dua tahunan, yang kini digelar sebagai sebuah festival tahunan. 

Sumber: Kompasiana

Sumber: Carl Fakaruddin

Ketika berwisata ke Danau Linow, sebaiknya Anda tidak buru-buru pulang karena Anda bisa nongkrong asyik di pinggir Danau Linow yang begitu cantik. Di sana, ada banyak meja dan kursi yang disediakan untuk para pengunjung yang ingin duduk dan menikmati siang atau sore hari mereka di Danau Linow. Saat duduk di pinggir danau, waktu nongkrong Anda akan lebih asyik bila ditemani oleh secangkir teh atau kopi yang dapat dipesan di sebuah kafe atau restoran kecil yang berada di kawasan danau. Selain itu, Anda juga dapat memesan menu spesial khas Sulawesi Utara yang sangat sayang bila Anda lewatkan, yaitu Mie Cakalang yang gurih dan Pisang Goreng Sambal Roa yang siap menggoyang lidah Anda.

Previous Article
The Trans Resort Bali: Penginapan Tropis untuk Anda
The Trans Resort Bali: Penginapan Tropis untuk Anda

Saat berlibur ke Bali, tidak usah bingung akan menginap di mana. Menginaplah di The Trans Resort Bali.

Next Article
7 Bangunan Cantik di Eropa yang Harus Anda Lihat Langsung
7 Bangunan Cantik di Eropa yang Harus Anda Lihat Langsung

Benua Eropa amat terkenal akan bangunan-bangunannya yang bersejarah serta cantik. Inilah 7 di antaranya yan...

Want more?

Visit our site

Discover