Merayakan Kemerdekaan dalam Perbedaan

August 15, 2017 Chatarina Komala

Ada banyak cara merayakan euforia hari kemerdekaan. Seperti halnya, mengawali hari dengan upacara bendera dan mengikuti aneka lomba.

Terdiri atas banyak wilayah—setiap daerah di Indonesia rupanya punya tradisi tersendiri, dalam memperingati hari kemerdekaan RI. Apa saja?

(Baca juga: Lomba 17 Agustusan Dari Makanan)

1. Panjat Pinang

Ilustrasi: www.telegraph.co.uk

Semarak merayakan kemerdekaan, belumlah lengkap tanpa lomba panjat pinang. Batang pohon pinang yang besar dan kokoh; lantas didirikan di tengah lapangan besar—lalu dipanjat secara berkelompok. Tentu saja, tidak semudah itu. Sebab, permukaan batang pinang ini akan terlebih dulu dibaluri oli. Saking sulitnya, permainan panjat pinang ini bahkan bisa berlangsung dari siang hingga malam!

Nah, ketika seseorang berhasil mencapai puncak, maka ia berhak untuk mengambil beragam hadiah yang sudah tergantung di sana.  

2. Lomba Dayung, Banjarmasin

Ilustrasi: www.kalimantanpost.com

Dalam rangka menyambut Hari Kemerdekaan RI, warga Kota Banjarmasin akan mengadakan lomba dayung di Sungai Martapura. Pesertanya, berasal dari beragam wilayah di Kalimantan Selatan.

Lomba ini lantas akan membagi peserta menjadi beberapa kelompok; dengan jumlah maksimal sepuluh orang. Setiap kelompok, akan menaiki satu perahu, lalu mendayungnya dengan kompak di atas sungai sepanjang 500 meter.

3. Sampan Layar, Batam

Ilustrasi:www.batampos.co.id

Setiap tahunnya, warga Batam akan menggelar lomba “balap perahu”, bertajuk “Sampan Layar”. Sama seperti di Kota Banjarmasin, peserta akan terlebih dulu dibagi menjadi beberapa kelompok—dengan kisaran anggota tiga, lima, hingga 12 orang.  

4. Pawai Jampana, Bandung

Ilustrasi: www.bintang.com

Di Bandung, ada satu tradisi lama bernama Pawai Jampana—yang biasa diselenggarakan setiap tanggal 17 Agustus. Pada pawai ini, masyarakat akan membawa tandu besar, yang berisi ragam jenis hidangan dan hasil Bumi. Beberapa di antaranya, juga dilengkapi dengan tumpeng—yang nantinya akan disantap oleh para peserta pawai.

5. Pacu Kude, Aceh

Ilustrasi: www.lintasgayo.co

Dari namanya, pacu kude sebenarnya sejenis lomba balap kuda. Kendati demikian, satu kekhasan dari tradisi ini, yakni “larangan” setiap joki untuk menggunakan pelana. Selain itu, pacu kude hanya bisa diikuti oleh mereka yang berusia 12 hingga 20 tahun.

6. Upacara di Tengah Laut, Yogyakarta

Ilustrasi: jogja.tribunnews.com

Untuk memperingati kemerdekaan Indonesia—Kota Yogyakarta, pernah bekerja sama dengan tim Search and Rescue (SAR) untuk menggelar upacara bendera di laut. Upacara sendiri lantas dilakukan di tepi pantai; diikuti pengibaran bendera di tengah laut.

7. Lomba Bola Api, Cirebon

Ilustrasi: www.liputan6.com

Bagaimana rasanya menendang bola berselimut api?

Terdengar menyeramkan. Namun, tradisi bola api justru begitu diminati di Cirebon. Serupa sepak bola, aturan yang digunakan pun hampir sama. Hanya saja, material bola terbuat dari buah kelapa yang lebih dulu dilumuri minyak tanah, lalu disulut api. Oh ya, selain menggunakan api, ada pula permainan sepak bola dengan durian, lho (sepak bola duren).

8. Estafet Obor, Semarang

Ilustrasi: www.merdeka.com

Dengan memegang sebuah obor yang menyala, setiap peserta akan berlari estafet mengitari area yang telah ditentukan. Lomba yang sudah dipertahankan selama puluhan tahun ini, juga diikuti oleh seluruh lapisan masyarakat Semarang—baik itu pria, wanita, anak-anak, maupun dewasa.

9. Telok Abang, Palembang

Ilustrasi: seputarsumsel.com

Di Palembang, jangan heran jika menjelang 17 Agustus—Anda akan menemukan banyak pedagang telok abang. Dari namanya, telok abang merupakan telur rebus; yang lantas dicat dengan warna merah. Nah, agar tampak menarik, telok abang akan ditancapkan pada gabus berbentuk miniatur mobil, pesawat, atau justru kapal kecil.

10. Pawai Mobil Hias, Medan

Ilustrasi: www.jurnalasia.com

Pawai sepeda hias, sudah biasa. Bagaimana dengan mobil hias?

Di Medan, pawai mobil hias biasa diadakan di Lapangan Merdeka. Biasanya, acara ini akan diikuti oleh sekitar 50 peserta, yang berasal dari banyak instansi. Adapun mobil-mobil ini akan dihias dengan bentuk dan warna menarik; bahkan diikuti pula penampilan drum band.

11. Karapan Kambing, Lumajang

Ilustrasi: www.terasjatim.com

Sesuai namanya, banyak kambing akan diadu kecepatan lari hingga garis batas yang telah ditentukan. Nah, agar kambing tidak berhenti, si pemilik akan bertugas membuat bunyi-bunyian dari kaleng.

(Baca juga: 8 Makanan Indo Favorit Bule) 

12. Barikan, Malang

Ilustrasi: www.malangtimes.com

Di Malang, tradisi ini akan diselenggarakan di hari sebelum tanggal 17 Agustus. Mulanya, Baritan akan diisi dengan sambutan dari berbagai pihak, diikuti dengan pesan moral terkait perjuangan dan kemerdekaan. Sebagai penutup, digelarlah Baritan—yakni kegiatan makan bersama sembari duduk lesehan.

  

Previous Article
15 Larangan Paling Aneh di Dunia
15 Larangan Paling Aneh di Dunia

Tahukah Anda, rupanya ada banyak wilayah yang menerapkan aturan/larangan kelewat aneh.

Next Article
Catat Tanggal dan Siapkan Perjalanan, Inilah Sembilan Festival Budaya Hingga Akhir 2017!
Catat Tanggal dan Siapkan Perjalanan, Inilah Sembilan Festival Budaya Hingga Akhir 2017!

Ber-traveling sembari memahami kekayaan budaya sendiri? Yuk, segera catat tanggalnya dan siapkan perjalanan...

Want more?

Visit our site

Discover