Perbedaan Traveler Dengan Turis

March 29, 2016 Elfida Lubis

Inilah 10 hal yang membuat traveler memandang dunia dengan perspektif berbeda, sehingga mereka bukanlah sekadar turis.

 

Pasar di Marrakesh (Foto: muchmorocco.com)

1. Melihat yang terbaik dari hal-hal

Pasar yang sibuk dan kotor, antrian panjang, sampai cuaca ekstrim, traveler dapat melihat semua itu dengan mindset terbaik dan pada akhirnya berdamai dan berteman dengannya.

 

2. Menghargai arti menunggu

Masih berhubungan dengan nomor 1, traveler menghargai arti menunggu. Ini terlatih dalam kebiasaan mereka antri dengan tertib, menunggu jadwal keberangkatan yang tertunda, menjalani detik demi detik tanpa koneksi internet, hidup dalam adat kebiasaan yang sama sekali baru dan berbeda. Traveler menghargai proses dalam hidup.

 

3. Hidup di masa sekarang

Mereka hidup dan terlibat penuh dalam masa sekarang. Mereka menghargai kejadian-kejadian aktual yang sedang terjadi di sekitar dan selalu terlibat di dalamnya dengan sepenuh hati.

 

4. Tidak takut perubahan

Ini dikarenakan mereka tahu siapa diri mereka. Dengan kepercayaan diri yang kuat dan tahu apa yang mereka mau, mereka tidak takut menghadapi perubahan yang mendadak terjadi dalam hidup. Baru adalah sesuatu yang dapat menjadi sumber pembelajaran akan hal-hal yang tidak pernah diketahui sebelumnya.

 

5. Memandang hidup sebagai sebuah petualangan untuk dimiliki, bukan waktu untuk dilalui 

Bagi mereka, kehidupan adalah sebuah wadah terbuka untuk selalu dikejar, bukan timeline kaku dengan batasan atau deadline tertentu. Tidak ada istilah "menikah di usia sekian" atau "mapan dalam pekerjaan di usia sekian" dalam kamus mereka.

 

Foto: pinterest.com

6. Hanya setetes air di samudera luas

Dalam perjalanan dan pengalaman traveling yang mereka alami, sedikit demi sedikit pemahaman tersebut terbentuk sehingga mereka menjadi lebih sadar dan mawas diri. 

 

7. Bukan stereotip

Lagi-lagi pengalaman, yang mengajarkan bahwa stereotip hanyalah buang-buang waktu.

 

Foto: gonzagaoutdoors.gonzaga.edu

8. Mereka percaya reward, bukan resiko

Mereka tetap mendaki puncak tertinggi karena tahu ada pemandangan tak ternilai yang menunggu di atas sana. 

 

9. Tidak malu meminta bantuan 

Mereka tidak malu, apalagi gengsi. Hal ini juga dikarenakan ketika Anda berada di jalan, hal terbaik adalah melihat orang baru sebagai teman, bukan musuh.

 

Foto: Piriya Photography via Huffingtonpost

10. Tidak banyak yang dibutuhkan untuk bisa bahagia

Tenda dan bintang, 2 hal itu saja sudah membuat mereka bahagia bukan kepalang.

 

 

Previous Article
Jelajah Goa di Yogya
Jelajah Goa di Yogya

Pernahkah Anda berpikir untuk menjelajahi gua layaknya manusia gua di zaman dahulu kala? Anda yang suka tan...

Next Article
10 Tempat Romantis Mengatakan "Yes, I Do"
10 Tempat Romantis Mengatakan "Yes, I Do"

Beri tahu kepada pasangan nomor favorit Anda.

Want more?

Visit our site

Discover