Traveling ke Daerah Konflik

May 5, 2016 Fani Rachmita

Well, beberapa orang memang mempunyai preferensi sendiri tentang destinasi travelingnya. Ada yang suka ke pantai atau gunung. Ke kota dengan kuliner yang yahud atau mengunjungi negara dengan suasana romantis. Namun, ada juga yang merasakan kesenangan saat mengunjungi negara atau kota dengan konflik. Tidak ada yang salah, namun tentunya, kewaspadaan perlu ditingkatkan, juga persiapan mental yang matang. Apa saja yang harus dilakukan untuk Anda yang berniat untuk pergi ke wilayah konflik dan menikmati keindahan alamnya yang "terpendam" karena konflik? Cek tipsnya di bawah ini. (sumber: the muse)

 

Meredefinisi Perspektif

Korea Utara

(foto: http://www.timetravelturtle.com/)

Sebelum pergi, lakukan penelitian untuk mendapatkan gambaran destinasi Anda dari segi sosial dan politiknya. Cek juga travel warning dan advisories-nya. Baca berita lokal dan ngobrol dengan orang atau rekan yang pernah ke daerah yang Anda tuju. Tanyakan pertanyaan-pertanyaan mengenai resiko-resiko yang mungkin terjadi di tempat tujuan. Juga ingat, untuk tidak menggeneralisasi, karena bisa saja, kejadian yang terjadi di kota tidak mempengaruhi wilayah lainnya sama sekali. Tidak semua kejadian buruk yang terjadi pada seseorang menimpa Anda juga. Misalnya di Meksiko. negara ini terkenal dengan kejahatan dan peredaran obat-obatan terlarangnya namun tak membuat turis berhenti pergi ke sana. 

 

Punya Rencana, Tinggalkan Jejak 

Puerto Vallarta, Mexico

(Flickr: Kurt Bauschardt)

Ada beberapa hal yang harus Anda lakukan sebelum traveling ke destinasi beresiko. Pertama, beri tahu kedutaan besar setidaknya 2 minggu sebelum trip Anda. Kemudian, buat salinan pasport, untuk jaga-jaga bila paspor Anda hilang, karena ini akan menyebabkan Anda kesulitan keluar dari suatu negara bila Anda dalam keadaan darurat. Simpan satu salinan untuk Anda dan salinan lain di rumah, atau berikan salinan pada rekan perjalanan Anda. Jangan lupa untuk memisahkan salinan dengan paspor asli. Simpan nomor-nomor penting seperti kedutaan atau travel agent. Buat itinerary yang lengkap dengan worst -case scenario plans. Update status di social media agar teman dan kerabat tahu keberadaan Anda secara real-time. 

 

Double Defense

Afghanistan

foto: http://www.letstravelsomewhere.com/

Banyak situasi beresiko yang bisa dicegah, namun tidak ada salahnya untuk menambahkan "skill" Anda dalam situasi berbahaya. Misal. ikut workshop security training, terutama Anda yang pergi untuk urusan pekerjaan. 

 

Pengetahuan dan Percaya Diri adalah Kunci

Israel

(foto: http://www.israel.travel/)

Rasa takut hanya akan membuang waktu dan produktifitas Anda. Di belahan dunia lain, insiden seperti bom dan teror mungkin sudah menjadi bagian dari kehidupan sehari-hari warganya, dan kehidupan terus berjalan. Tumbuhkan rasa percaya diri (hilangkan takut) sambil tetap waspada. Pembawaan Anda selama perjalanan juga menentukan. Jangan hanya terlihat Anda tahu apa yang Anda lakukan, tapi Anda memang benar-benar tahu apa yang Anda lakukan. Gunakan semua penelitian yang Anda lakukan; pakaian yang harus dipakai, petunjuk navigasi dan sebagainya. Jangan lupa untuk membaur dengan warga lokal. 

 

 

 

 

 

Previous Article
Memberi Tip yang Baik dan Benar Saat Traveling
Memberi Tip yang Baik dan Benar Saat Traveling

Bahkan traveler yang paling berpengalaman pun bisa punya kesulitan dan dilema juga kesalahan saat memberi t...

Next Article
Ajak Keluarga Liburan di Sini Kalau Bosan ke Mal
Ajak Keluarga Liburan di Sini Kalau Bosan ke Mal

Ide family getaway.

Want more?

Visit our site

Discover